SULUHRIAU, Pekanbaru – Insiden pohon tumbang yang menimpa sebuah mobil Toyota Innova Reborn di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, menyisakan temuan mengejutkan.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru menemukan bekas pembakaran pada bagian akar pohon yang roboh saat angin kencang melanda kawasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Pohon pelindung yang berdiri di median jalan tiba-tiba tumbang dan menghantam mobil Toyota Innova Reborn bernomor polisi BM 1305 AKU yang sedang melintas.
Benturan batang pohon mengakibatkan kerusakan cukup parah pada kendaraan. Bagian depan hingga tengah mobil ringsek setelah tertimpa batang pohon berukuran besar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden itu kembali menjadi perhatian terkait keamanan pohon pelindung di sepanjang ruas jalan utama Kota Pekanbaru.
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan petugas setelah menerima laporan mengenai pohon tumbang yang menimpa kendaraan.
Tim di lapangan segera melakukan penanganan dengan memotong dan mengevakuasi batang pohon serta membersihkan material yang menghalangi badan jalan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi bahaya bagi pengguna jalan lainnya.
Namun, proses penanganan tidak berhenti pada evakuasi pohon. Saat memeriksa kondisi batang dan bagian akar, petugas menemukan bekas pembakaran yang diduga telah melemahkan kekuatan pohon.
Temuan itu memunculkan dugaan bahwa tumbangnya pohon tidak semata-mata disebabkan oleh terpaan angin kencang.
"Setelah dicek, ternyata bagian akar pohon tersebut dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Makanya, ketika terjadi angin kencang, pohon itu akhirnya roboh," kata Reza, Jumat (30/10/2026).
DLHK Telusuri Dugaan Pembakaran Akar Pohon
Adanya bekas pembakaran pada bagian akar menjadi perhatian serius DLHK Pekanbaru. Pasalnya, kerusakan pada sistem perakaran dapat mengurangi kemampuan pohon menopang batang dan tajuk, terutama ketika menghadapi tekanan angin kencang.
Meski demikian, siapa yang melakukan pembakaran dan sejauh mana kerusakan akar berkontribusi terhadap tumbangnya pohon masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
Reza menegaskan pihaknya akan mencari informasi mengenai aktivitas di sekitar lokasi sebelum kejadian.
Penelusuran tersebut memungkinkan DLHK meminta keterangan dari sejumlah pihak, termasuk pedagang kaki lima (PKL) maupun pelaku usaha yang beraktivitas di sekitar kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
"Kita akan cek siapa yang melakukan pembakaran pohon itu. Bisa jadi nanti kami panggil PKL yang ada di sana maupun badan usaha di sekitar lokasi," jelasnya.
Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari upaya mengumpulkan informasi dan belum berarti pihak-pihak yang dimintai keterangan terbukti melakukan pembakaran.
DLHK berharap penelusuran dapat mengungkap penyebab kerusakan akar sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.
Pemilik Innova Akan Dipanggil, DLHK Cari Solusi
Selain menelusuri dugaan pembakaran akar pohon, DLHK Pekanbaru juga memberikan perhatian terhadap kerugian yang dialami pemilik kendaraan.
Mobil Toyota Innova Reborn yang tertimpa pohon mengalami kerusakan cukup berat. Karena itu, DLHK berencana mengundang pemilik kendaraan untuk membicarakan langkah penyelesaian atas insiden tersebut.
Menurut Reza, pertemuan itu bertujuan mencari solusi bersama terkait dampak kejadian yang menimpa pemilik mobil.
"Kita akan panggil ke kantor untuk dicarikan solusi bersama. Karena itu merupakan bencana, bukan kejadian yang disengaja," pungkasnya.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, belum ada penjelasan mengenai bentuk penyelesaian ataupun mekanisme ganti rugi terhadap kendaraan yang rusak.
Insiden di Jalan Jenderal Sudirman ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keberadaan pohon pelindung di ruang publik.
Selain berfungsi memberikan keteduhan dan memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, pohon juga membutuhkan perlindungan dari tindakan yang dapat merusak batang maupun sistem perakarannya.
Temuan bekas pembakaran tersebut kini menjadi pekerjaan lanjutan DLHK Pekanbaru. Sebab, keselamatan pengguna jalan tidak hanya bergantung pada penanganan setelah pohon tumbang, tetapi juga pada pengawasan dan pemeliharaan pohon sebelum kerusakan menimbulkan bahaya. (src)