Kamis, 08 Oktober 2026 Kabut Asap Selimuti Kampar, Guru SD 028 Rimbo Panjang dan Siswa Keluhkan Sesak Napas | Pedasnya Harga Cabai Rawit Merah di Kuansing yang Tembus Rp100 Ribu, Sejumlah Bahan Pokok Justru Turun | Perlindungan PMI di Malaysia, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Regulasi Daerah | Evaluasi Standar Layanan Bankum, Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kualitas dan Akses Keadilan | Renovasi Kelas dan Bantuan Perlengkapan, Kapolres Kampar Sambangi Sekolah SDN 007 Tapung | Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Kepala Pura Jagatnatha Pekanbaru Bawa Pesan Kerukunan
 
 
☰ Sosial Budaya
Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Kepala Pura Jagatnatha Pekanbaru Bawa Pesan Kerukunan
Rabu, 07 Oktober 2026 - 15:18:06 WIB
Pinandita Kawit, S.Ag (Foto: suluhriau.com)

SULUHRIAU, Pekanbaru— Pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu perhatian yang akan dibawa Kepala Pura Agung Jagatnatha Pekanbaru, Pinandita Kawit, S.Ag, dalam Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Jakarta.


Mahasabha XIII PHDI dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Forum nasional tersebut menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk membahas arah organisasi dan berbagai program keumatan dalam lima tahun mendatang.


Salah satu agenda utama Mahasabha adalah memilih kepengurusan PHDI Pusat untuk periode 2026–2030. Selain persoalan organisasi, forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan sejumlah langkah strategis yang berkaitan dengan kehidupan dan pembinaan umat Hindu di Indonesia.


Kawit mengatakan, sedikitnya lima utusan atau pengurus organisasi keagamaan Hindu dari Riau dijadwalkan mengikuti kegiatan nasional tersebut.


Menurut dia, Mahasabha XIII tidak hanya akan dihadiri jajaran PHDI. Sejumlah organisasi kemasyarakatan Hindu tingkat nasional juga dijadwalkan ambil bagian dalam forum tersebut.


Di antaranya Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Prajaniti, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Ikatan Cendekiawan Hindu Indonesia (ICHI), serta organisasi lainnya.


Selain itu, pimpinan 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu (PTKH) dan pembina rohani dari berbagai instansi pemerintah juga dijadwalkan hadir.


Kawit yang juga Ketua Walaka Hindu di Riau menilai keberadaan berbagai unsur tersebut membuat Mahasabha memiliki ruang pembahasan yang cukup luas. Tidak hanya menyangkut kepentingan internal organisasi, tetapi juga arah pembinaan umat dan kontribusi umat Hindu dalam kehidupan berbangsa.


“Isu sentral dan program yang dibahas pada intinya adalah bagaimana kita memelihara umat dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan umat,” kata Kawit, Rabu (7/10/2026).


Namun, bagi Kawit, perhatian terhadap kehidupan umat tidak dapat dipisahkan dari persoalan kerukunan. Sebagai anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pekanbaru, ia berencana menyampaikan pentingnya terus merawat hubungan harmonis antarumat beragama.


Ia berpandangan, toleransi bukan sekadar membiarkan umat lain menjalankan keyakinannya, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.


“Pandangan umat Hindu tentang toleransi sangat penting. Kita saling menghormati dan saling menghargai. Itulah toleransi dengan semua agama, sekaligus bagaimana kita membangun moderasi antarumat beragama,” ujarnya.


Menurut Kawit, semangat tersebut penting terus digaungkan, terutama di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman agama, budaya, dan tradisi.


“Kita akan gaungkan bahwa yang penting adalah saling menghormati,” katanya.


Menjaga Kerukunan dari Lingkungan Terkecil


Kawit mencontohkan kondisi kehidupan umat Hindu di Pekanbaru yang jumlahnya relatif kecil dibandingkan umat beragama lainnya. Berdasarkan keterangannya, populasi umat Hindu di Kota Pekanbaru berkisar 300 jiwa.


Meski jumlahnya tidak besar, ia menilai keberadaan umat Hindu tetap memiliki peran dalam menjaga suasana kehidupan masyarakat yang rukun.


“Dengan jumlah ini, hendaknya kita tetap bisa menjaga toleransi, bukan sebaliknya,” ujarnya.


Bagi Kawit, kerukunan tidak ditentukan oleh besar kecilnya jumlah penganut suatu agama. Justru dalam masyarakat yang majemuk, sikap saling menghormati menjadi fondasi penting agar setiap umat dapat menjalankan kehidupan keagamaannya secara aman dan berdampingan.


Pesan tersebut dinilai relevan untuk dibawa ke forum Mahasabha karena keputusan yang lahir dari forum nasional PHDI diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberi dampak lebih luas bagi kehidupan umat dan masyarakat.


Kawit berharap seluruh rangkaian Mahasabha XIII PHDI berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis yang mampu menjawab kebutuhan umat Hindu sekaligus memperkuat kontribusi umat bagi bangsa dan negara. (***)


Editor: Khairul


 




 
Berita Lainnya :
  • Kabut Asap Selimuti Kampar, Guru SD 028 Rimbo Panjang dan Siswa Keluhkan Sesak Napas
  • Pedasnya Harga Cabai Rawit Merah di Kuansing yang Tembus Rp100 Ribu, Sejumlah Bahan Pokok Justru Turun
  • Perlindungan PMI di Malaysia, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Regulasi Daerah
  • Evaluasi Standar Layanan Bankum, Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kualitas dan Akses Keadilan
  • Renovasi Kelas dan Bantuan Perlengkapan, Kapolres Kampar Sambangi Sekolah SDN 007 Tapung
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kabut Asap Selimuti Kampar, Guru SD 028 Rimbo Panjang dan Siswa Keluhkan Sesak Napas
    02 Pedasnya Harga Cabai Rawit Merah di Kuansing yang Tembus Rp100 Ribu, Sejumlah Bahan Pokok Justru Turun
    03 Perlindungan PMI di Malaysia, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Regulasi Daerah
    04 Evaluasi Standar Layanan Bankum, Kemenkum Riau Dorong Penguatan Kualitas dan Akses Keadilan
    05 Renovasi Kelas dan Bantuan Perlengkapan, Kapolres Kampar Sambangi Sekolah SDN 007 Tapung
    06 Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Kepala Pura Jagatnatha Pekanbaru Bawa Pesan Kerukunan
    07 Kajian Subuh UAS di Tambang Dipadati 200 Jamaah, Kapolres Kampar Turut Hadir
    08 Kanwil Kemenkum Riau Musnahkan Arsip Fisik Fasilitatif Tahun Anggaran 2026
    09 Transaksi Narkoba di Rumah Sendiri, Pria 53 Tahun di Air Tiris Ditangkap Polisi
    10 Serapan APBD Kampar 68 Persen, Bupati Minta Belanja Tepat Jadwal
    11 MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran, Namun Gugatan Pemohon Tidak Dapat Diterima
    12 Dua Pengedar Narkoba Ditangkap di Tapung Makmur, 35,73 Gram Sabu dan Ganja Disita
    13 Panam Hingga Masjid Agung Annur, Pemprov Riau Lakukan Pelebaran Jalan Upaya Urai Kemacetan
    14 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Analisis Evaluasi Kebijakan Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 Rotasi Pejabat Kemenkum, Edison Manik Gantikan Rudy Hendra Sebagai Kakanwil Kemenkum Riau
    16 Lima Ranperbup Kampar Diharmonisasi Kemenkum Riau, 4 Lanjut 1 Ditunda
    17 Dukung Program Kapolsek Tapung Hilir, UAS Ajak Anak-Anak Bebas Buta Aksara Al-Quran
    18 Kopi Kopan Buka Chapter 2 di Soekarno Hatta, Ronald: Babak Baru, Rase Sama
    19 Pisah Sambut Dandim 0313 KPR dari Letkol Satriady ke Letkol Rahim, Bupati Kampar: Akan Terus Bersinerg
    20 Sejarah di GBK, Menang Adu Penalti Lawan Thailand, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
    21 Antrean Mengular Beli BBM Subsidi di SPBU Pekanbaru Terjadi Lagi
    22 Tinjau Jalan Rimba Beringin hingga Puskesmas, Bupati Kampar Janji Prioritaskan yang Mendesak
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat