Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Nusantara
Heboh Pilot Batik Air Tertidur Saat Terbang Bawa Ratusan Penumpang
Sabtu, 09 Maret 2024 - 21:01:11 WIB
Antara

SULUHRIAU- Ramai diperbincangkan soal Pilot dan Kopilot Batik Air tertidur saat pesawat sedang terbang.

Bahkan, sampai Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan soal insiden itu.

Mirisnya, di dalam rilis laporan itu, diceritakan Kopilot sempat merasakan turbulensi saat Pilot tertidur.  

Namun sebelumnya, KNKT menceritakan selengkapnya soal insiden pilot dan kopilot Batik Air rute Kendari-Jakarta tidur 28 menit saat terbang, pada tanggal 25 Januari 2024.  

Pilot yang tidur tersebut yakni pilot utama berusia 32 tahun dan seorang co-pilotnya berusia 28 tahun. Dalam insiden ini, ada dua istilah yang digunakan oleh KNKT, yaitu LT (local time/waktu setempat) dan UTC (Universal Time Coordinated).

Hal ini lantaran, ada perbedaan waktu plus 7 jam antara UTC dengan WIB dan 8 jam dengan WITa. KNKT ceritakan kronologi lengkapnya, pada pukul 01.25 waktu setempat, pesawat rute Jakarta - Kendari terjadwal lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.

Awaknya adalah pilot dan kopilot serta 4 orang pramugari. Namun sebelum persiapan terbang, kopilot curhat kekurangan istirahat, dia merasa kelelahan.  

Akhirnya, jadwal penerbangan pun mundur menjadi pukul 02.55 waktu setempat. Kemudian, pukul 03.14 waktu setempat, pesawat pun lepas landas.  

Hal ini terjadi karena berdasarkan dan rekomendasi sesuai aturan penerbangan. Setelah lepas landas, saat pesawat melajut di ketinggian 36.000 kaki. Selama terbang, pilot menawarkan untuk kopilot beristirahat karena kurang tidur tadi. Mendengar hal itu, kopilot beristirahat 30 menit.

Tugasnya memonitor pun diambil alih oleh pilot.  Lalu, Kopilot terbangun sebelum pesawat berancang mendarat di Bandara Haluuleo Kendari.  

Pada pukul 07.11 waktu setempat, pesawat Batik Air mendarat. Namun sebelum mendaran, dan saat pesawat mendekat ke Kendari, Air Traffic Control (ATC) Kendari menyarankan pesawat mendelay.

Hal ini lantaran ada faktor cuaca dan bandara disebut masih tutup. Pesawat pun bertahan di atas udara sebelum pendaratan selama 30 menit.  Pada pukul 07.48 waktu setempat, pesawat pun selesai boarding, dan pesawat mulai bergerak menuju tujuan penerbangan pulang dengan nomor penerbangan BTK6723.  

Kedua pilot menggunakan headset mereka untuk memantau udara komunikasi radio pengatur lalu lintas. Pengeras suara kokpit menyala dengan volume minimal. Nah, pada pukul 00.55 UTC, pesawat berangkat dari Kendari menuju Jakarta.

Dalam penerbangan ini, pilot dan kopilot menjalankan tugasnya masing-masing. Penumpang berjumlah 153 orang. Saat pesawat berada di ketinggian jelajah 22 ribu kaki, ATC Kendali memberikan instruksi ke ATC Makassar agar pesawat terus menanjak ke 36 ribu kaki.  

Kemudian, pada pukul 00.37 UTC, pesawat mencapai ketinggian jelajah 36.000 kaki. Setelah mempertahankan ketinggian jelajah, kedua pilot melepas headset dan volume pengeras suara kokpit berbunyi ditingkatkan.  

PIC kemudian meminta izin ke kopilot untuk tidur, kopilot pun mengizinkan. Saat itu kopilot mengambil alih tugas pilot. Setelah tidur, Pilot terbangun pada pukul 01.22 UTC.

Ia pun bertanya kepada kopilot, apakah butuh istirahat lagi atau tidak.  Namun, kopilot menolak dan menyatakan tidak ingin beristirahat. Keduanya kemudian ngobrol santai tak terkait tugas selama 30 menit. Setelah ngobrol, pilot tidur.

Tugas diambil alih kembali oleh kopilot.  Kopilot pun berkoordinasi dengan pihak ACC (Air Control Center) Makassar untuk terbang ke arah 275° untuk menghindari kondisi cuaca buruk.

Permintaan itu pun disetujui. Kopilot berkomunikasi dengan pramugari melalui interfon menanyakan kondisi penumpang karena dia merasa pesawat mengalami turbulensi ringan. Kata pramugari, penumpang baik-baik saja.

Kopilot melapor ke ACC Makassar bahwa pesawat sedang dalam tujuan dan melaporkan pesawat aman dari cuaca buruk. Pesawat kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

ACC Makassar menginstruksikan kopilot untuk menghubungi ACC Jakarta. Ia pun langsung menghubunginya dan memberi tahu pesawat sudah aman. Kopilot membaca kembali instruksi dari ACC Jakarta.

Beberapa saat kemudian, dilaporkan KNKT, ia tak sengaja tertidur. 12 menit setelah rekaman terakhir tersebut, ACC Jakarta menanyakan ke awak Batik Air, berapa pesawat harus terbang pada arah yang dituju.

Namun tidak ada respons dari pilot maupun kopilot. ACC Jakarta menelepon pilot. Namun karena pilot memang sedang tidur, tidak ada respons.  

Beberapa kali ACC Jakarta juga mencoba mengontak pilot, tapi tidak ada satu pun panggilan yang direspons. Pilot tertidur, kopilot tertidur. Setelah 28 menit dari percakapan terakhir dengan kopilot, pilot yang tadi tidur terbangun.

Ia sadar ternyata pesawat berada pada jalur penerbangan yang tidak semestinya atau keluar jalur.  Pilot ternyata melihat kopilotnya tertidur, ia pun langsung membangunkannya.

Pada saat yang bersamaan ada panggilan masuk dari ACC Jakarta, pilot pun langsung menanggapi.  Saat itu pilot menyebut ada masalah di radio komunikasi sehingga ada waktu 28 menit tak bisa merespons.

Pesawat kemudian berhasil mendarat di Bandara Soetta.

Pilot Dinonaktifkan

Pihak Batik Air buka suara mengenai insiden pilot dan kopilot yang tertidur bersamaan saat sedang menerbangkan pesawat tujuan Kendari-Jakarta Januari lalu.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, atas insiden itu pihaknya sudah mengambil langkah tegas berupa menonaktifkan sementara pilot yang bertugas di penerbangan tersebut. Keduanya sudah dinonaktifkan sementara.

"Batik Air mengambil tindakan preventif dengan menonaktifkan sementara pilot penerbangan nomor ID-6723, rute Kendari ke Jakarta," kata dia, dalam siaran pers, dikutip Sabtu, (9/3/2024).

Kedua pilot sudah dinonaktifkan sejak 26 Januari 2024 atau satu hari setelah insiden tertidur saat terbang itu terjadi.

Danang menegaskan, keputusan menonaktifkan pilot yang bertugas adalah bentuk keseriusan Batik Air terkait keselamatan penumpang.

Pihak Batik Air juga berkomitmen untuk menjalankan investigasi secara menyeluruh mengenai insiden ini.

Lebih lanjut, Batik Air juga mengungkapkan pentingnya memberikan istirahat cukup terhadap semua awak pesawat.

"Dengan kebijakan waktu istirahat yang memadai, Batik Air menekankan kembali pemahaman akan pentingnya memaksimalkan waktu istirahat bagi awak pesawat agar tetap dalam kondisi prima sebelum melaksanakan tugas terbang," ujarnya.(tvonenews.com)

Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat