Senin, 19 Oktober 2026 Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA | 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar | Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu | Pamit ke Riau, Edison Manik Perkuat Sinergi Kemenkum Kepri dan Pemko Tanjungpinang | Edison Manik Dorong ASN Kemenkum Riau Kuasai Metode Analisis Kebijakan Hukum | Pengacara Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sosok yang Pernah Mengawal Keluarga Brigadir J
 
 
☰ Nusantara
Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
Senin, 19 Oktober 2026 - 15:21:09 WIB
BKSDA Kalteng evakuasi orang utan yang kebingungan di kim 14 Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat. (dok. detik.com)

SULUHRIAU, Kalteng— Pemandangan tak biasa terlihat di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. 


Seekor orangutan berkeliaran di sekitar kawasan tersebut selama beberapa hari hingga menarik perhatian warga.


Gerak-gerik satwa dilindungi itu terlihat tidak seperti biasanya. Orangutan tersebut berjalan di sekitar kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, sehingga kemunculannya memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi satwa maupun habitatnya.


Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Kalimantan Tengah (Kalteng) kemudian bergerak melakukan penanganan. 


Setelah dipantau selama sekitar dua jam, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi orangutan tersebut pada Minggu (18/10/2026) sore.


Camat Kotawaringin Lama, Trias Agung Wibowo, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah tim mengamati pergerakan orangutan di lokasi.


“Setelah mengintai selama dua jam, akhirnya orangutan yang terlihat beberapa hari lalu di kilometer 14 ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam berhasil dievakuasi bersama tim BKSDA Kalteng sore tadi,” kata Trias seperti dikutip dari CNNIndonesia, Senin (18/10/2026).


Keberadaan orangutan di sekitar jalan raya menjadi perhatian tersendiri. Selain berisiko bagi satwa, situasi tersebut juga dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan apabila orangutan bergerak ke badan jalan atau terjadi interaksi dengan masyarakat.


Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, membenarkan petugas telah turun ke lokasi untuk menangani satwa tersebut.


Menurut Handi, penanganan orangutan tidak dapat dilakukan sembarangan. Satwa harus dievakuasi menggunakan prosedur yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan kesehatannya.


“Penanganan oleh petugas konservasi diperlukan agar satwa dapat diamankan dengan prosedur yang tepat. Langkah selanjutnya terhadap orangutan tersebut perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta lokasi yang aman bagi satwa,” ujar Handi.


Kemunculan orangutan ini juga terjadi di tengah perhatian terhadap kondisi satwa liar di wilayah Kotawaringin Barat. Sebelumnya, masyarakat melaporkan adanya jasad orangutan yang disebut mengapung di Sungai Kumai.


Informasi tersebut beredar di media sosial pada Kamis (13/10/2026). Menindaklanjuti laporan itu, BKSDA Kalteng bersama Orangutan Foundation International (OFI) melakukan penyisiran di Sungai Kumai pada Rabu (14/10/2026).


Penyisiran dilakukan untuk memastikan titik lokasi yang disebut dalam laporan sekaligus mencari tahu kebenaran informasi mengenai keberadaan jasad orangutan tersebut.


Namun, pencarian belum menemukan hasil. Tim gabungan tidak menemukan jasad yang dimaksud selama penyisiran berlangsung.


“Namun, upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan belum membuahkan hasil. Jasad yang dimaksud tidak ditemukan selama penyisiran berlangsung,” kata Handi, Jumat (16/10/2026).


Dengan belum ditemukannya jasad tersebut, penyebab kematian orangutan yang dilaporkan warga juga belum dapat dipastikan. Pemeriksaan lebih lanjut baru dapat dilakukan apabila satwa berhasil ditemukan.


Sementara itu, orangutan yang dievakuasi dari kawasan Jalan Pangkalan Bun-Kolam kini berada dalam penanganan petugas konservasi. Kondisi kesehatan dan langkah berikutnya terhadap satwa tersebut akan menjadi pertimbangan dalam proses penanganan.


Peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana perubahan kondisi habitat dapat membawa satwa liar mendekati ruang aktivitas manusia. Ketika kawasan hutan mengalami tekanan, perjumpaan antara satwa dan masyarakat menjadi sesuatu yang perlu ditangani secara hati-hati.


Karena itu, masyarakat yang menemukan satwa liar dilindungi seperti orangutan di sekitar permukiman atau jalan raya diimbau tidak melakukan tindakan sendiri. Pelaporan kepada petugas konservasi menjadi langkah yang lebih aman, baik bagi manusia maupun satwa. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
  • 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar
  • Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu
  • Pamit ke Riau, Edison Manik Perkuat Sinergi Kemenkum Kepri dan Pemko Tanjungpinang
  • Edison Manik Dorong ASN Kemenkum Riau Kuasai Metode Analisis Kebijakan Hukum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
    02 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar
    03 Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu
    04 Pamit ke Riau, Edison Manik Perkuat Sinergi Kemenkum Kepri dan Pemko Tanjungpinang
    05 Edison Manik Dorong ASN Kemenkum Riau Kuasai Metode Analisis Kebijakan Hukum
    06 Pengacara Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sosok yang Pernah Mengawal Keluarga Brigadir J
    07 Digrebek Dinihari, Pelaku Narkoba di Aursati Kedapatan Simpan Sabu dalam Toilet Dibekuk Polisi
    08 Menbud Fadli Zon Terpukau Candi Muara Takus, Bupati Kampar Sodorkan Proposal Pelestarian
    09 Bermain di Tepian Sungai Siak Berujung Duka, Anak 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
    10 Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun Wafat, Jejak Dakwahnya Dikenang dari Daarul Rahman
    11 Diikuti Ribuan Peserta, Tiga Hentakan Cokmar Fadli Zon Buka Arak-arakan Keberagaman di Riau
    12 Naik Kelas Tak Lagi Otomatis, Mendikdasmen Siapkan Aturan dan Berlaku 2027/2028
    13 Udara Memburuk, Pemko Pekanbaru Tiadakan CFD Minggu 18 Oktober
    14 Ribuan Warga Padati Tradisi Ikan Antau Lubuk Rangan Siberuang, Dibidik Jadi Ikon Wisata Kampar
    15 Pagi Sabtu Kabut Asap Naik Tajam, PM2.5 dan Tembus 187,6 Mikrogram dengan Level Sangat Tidak Sehat
    16 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Ranperwako Strategi Sanitasi Kota Pekanbaru 2025–2029
    17 KPK Ungkap Dana Bencana BNPB Diduga Jadi Bancakan, Adik Mantan Kepala BNPB Tersangka
    18 Polresta Pekanbaru Sisir Kampung Dalam-Kampung Terendam, Tes Urine 3 Orang Positif Methamphetamine
    19 Tragis di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dipukul dengan Kayu oleh Anak Kandung
    20 Suhardiman Bantah Mobil Mewah Jadi Imbalan Jabatan Zulkarnain, Hanya Dipinjamkan
    21 Kanwil Kemenkum Riau Dalami Isu Krusial Satu Data Indonesia untuk Perkuat Kualitas Regulasi
    22 Tingkatkan Kapasitas ASN Berbasis Assessment, Kemenkum Riau Ikuti Sosialisasi Program JELAJAH
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat