Selasa, 20 Oktober 2026 Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Pertama di Indonesia | Kejar-kejaran dengan Kurir Narkoba, Polisi Temukan 1,1 Kg Sabu dalam Tas yang Dibuang | 6.668 Keberangkatan Ilegal Dicegah, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Perlindungan PMI | Warga Kotim Digegerkan Benda Logam Mirip Kubah di Kebun Sawit, Diduga Roket Zhuque 2E China | Amankan Kampar, Polres Kampar Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Gangguan Kamtibmas | Kakanwil Kemenkum Riau Dampingi Kakanwil Kepri Teken Nota Kesepakatan dengan Gubernur
 
 
☰ Nusantara
Warga Kotim Digegerkan Benda Logam Mirip Kubah di Kebun Sawit, Diduga Roket Zhuque 2E China
Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35:10 WIB
Logam berbentuk kubah ditemukan lagi di kebun sawit Kotawaringin Timur. (AFP)

SULUHRIAU, Kotim— Suara dentuman dari langit yang terdengar warga, disusul penemuan pecahan logam berukuran besar di tengah perkebunan kelapa sawit, membuat suasana di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menjadi perhatian.


Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya dua benda logam misterius ditemukan di kawasan perkebunan sawit PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kotim. Temuan terbaru pada Selasa (20/10/2026) bahkan berbentuk melengkung menyerupai kubah, lengkap dengan kabel dan sejumlah komponen yang masih menempel.


Lokasi penemuan kini dipasangi garis polisi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan lokasi tetap steril selama proses pemeriksaan berlangsung.


Temuan itu menjadi semakin menarik karena sehari sebelumnya, Senin (19/10/2026) pagi, pekerja perkebunan menemukan benda logam berukuran besar di kawasan yang sama.


Benda yang ditemukan pada Senin tersebut kemudian diidentifikasi sebagai bagian yang diduga berasal dari roket pembawa satelit milik China, Zhuque 2E.


Person in Charge Civil Aviation Publication Team Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, mengatakan informasi tersebut diperoleh setelah pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.


“Berdasarkan informasi yang diterima dari BRIN, serpihan tersebut merupakan bagian dari roket China Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 17.36 WIB,” kata Zachrudien, Senin malam.


Menurut dia, konfirmasi tersebut diperoleh setelah Bandara H Asan Sampit berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).


Sebelum asal-usul benda tersebut diketahui, tim dari Bandara H Asan Sampit bersama unsur TNI dan Polri telah mendatangi serta menelusuri lokasi penemuan.


Koordinasi juga dilakukan dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, KNKT, dan BRIN untuk memastikan identitas benda serta aspek keselamatannya.


“Saat ini sudah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk identifikasi lebih lanjut lagi dan demi keamanan,” ujarnya.


Petunjuk mengenai asal benda tersebut turut ditemukan pada bagian serpihan. Di permukaannya terdapat kode “2ZQE31-20-15 240256KY”.


Kode tersebut menjadi salah satu bahan penelusuran. KNKT mencermati bagian “2ZQE31-20-15” yang dinilai memiliki kemiripan dengan penamaan roket pembawa satelit China, Zhuque 2E.


KNKT kemudian berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di bawah BRIN. Dari koordinasi tersebut, diperoleh konfirmasi bahwa puing yang ditemukan merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik China.


Namun, temuan pada Selasa membuat perhatian kembali tertuju ke kawasan perkebunan tersebut. Benda logam yang ditemukan kali ini memiliki bentuk melengkung menyerupai kubah atau setengah lingkaran.


Secara kasatmata, permukaannya terdiri atas beberapa bagian yang masih menyatu. Deretan paku keling atau rivet terlihat pada bagian tertentu, sementara kabel dan sejumlah komponen masih melekat pada benda tersebut.


Objek berwarna kuning pudar itu ditemukan tergeletak di antara pelepah kelapa sawit. Video amatir yang beredar di media sosial kemudian memperlihatkan sejumlah pekerja dan warga mendatangi lokasi untuk melihat benda tersebut dari dekat.


Temuan terbaru itu semakin mengundang perhatian karena terjadi setelah warga mengaku mendengar suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit pada Minggu (18/10/2026) sore.


Sehari setelah suara tersebut terdengar, pecahan logam berukuran besar ditemukan di area perkebunan. Benda itu sebelumnya diduga berkaitan dengan bagian tabung bahan bakar cair roket.


Rentetan temuan tersebut kemudian memunculkan dugaan di tengah masyarakat mengenai asal-usul benda-benda yang jatuh di kawasan perkebunan.


Meski demikian, masyarakat diminta tidak mengambil kesimpulan sendiri ataupun mencoba memindahkan benda asing yang ditemukan. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan fungsi, asal, serta kondisi benda tersebut.


Korem 102/Panju Panjung juga telah memonitor laporan mengenai temuan terbaru. Personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pemantauan di lokasi.


“Benar. Kami sudah monitor informasi tersebut. Saat ini anggota telah dikerahkan ke lokasi,” kata Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo, Selasa.


Aparat juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyentuh maupun memindahkan benda asing yang ditemukan di sekitar perkebunan.


“Diduga masih ada beberapa serpihan lagi yang saat ini masih belum ditemukan. Kami minta apabila ada menemukan benda asing segera lapor kepada petugas,” tegas anggota Brimob yang berjaga.


Pekerja perkebunan diminta segera menjauh apabila kembali menemukan benda yang tidak dikenali. Informasi mengenai lokasi temuan selanjutnya dapat disampaikan kepada aparat agar pemeriksaan dapat dilakukan dengan prosedur yang sesuai.


Di sisi lain, KNKT telah berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan sejumlah operator penerbangan. Dari koordinasi tersebut, tidak ditemukan laporan adanya pesawat yang hilang kontak yang berkaitan dengan kejadian tersebut.


Penelusuran terhadap jalur masuk kembali atau re-entry puing ke atmosfer juga menunjukkan adanya lintasan yang melintasi kawasan tempat serpihan ditemukan.


Meski sebagian serpihan telah mendapat identifikasi awal, pemeriksaan terhadap temuan terbaru masih diperlukan. Proses tersebut penting untuk memastikan secara lebih rinci bagian roket mana yang ditemukan serta apakah masih terdapat serpihan lain di sekitar lokasi.


Bagi warga Kotim, rentetan kejadian ini menyisakan cerita yang tak biasa. Dentuman dari langit, pecahan logam berukuran besar, hingga benda berbentuk kubah yang ditemukan di antara pohon sawit kini menjadi satu rangkaian yang masih terus ditelusuri.


Yang pasti, aparat dan instansi terkait meminta warga tidak mendekati benda-benda tersebut. Keselamatan menjadi prioritas sembari proses identifikasi dan pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya jatuh di perkebunan Kotawaringin Timur. (dtk, Ant, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Pertama di Indonesia
  • Kejar-kejaran dengan Kurir Narkoba, Polisi Temukan 1,1 Kg Sabu dalam Tas yang Dibuang
  • 6.668 Keberangkatan Ilegal Dicegah, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Perlindungan PMI
  • Warga Kotim Digegerkan Benda Logam Mirip Kubah di Kebun Sawit, Diduga Roket Zhuque 2E China
  • Amankan Kampar, Polres Kampar Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Pertama di Indonesia
    02 Kejar-kejaran dengan Kurir Narkoba, Polisi Temukan 1,1 Kg Sabu dalam Tas yang Dibuang
    03 6.668 Keberangkatan Ilegal Dicegah, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Perlindungan PMI
    04 Warga Kotim Digegerkan Benda Logam Mirip Kubah di Kebun Sawit, Diduga Roket Zhuque 2E China
    05 Amankan Kampar, Polres Kampar Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
    06 Kakanwil Kemenkum Riau Dampingi Kakanwil Kepri Teken Nota Kesepakatan dengan Gubernur
    07 Edarkan 18 Paket Sabu, Seorang Pria di Tapung Hulu Diciduk Polisi
    08 Buang Tas Saat Dikejar Polisi, Kurir Narkoba di Sari Galuh Tapung Tak Bekutik Dibekuk Polisi
    09 Polisi Gerebek Kamar Kos, Amankan Seorang Perempuan dan Temukan 56 Sabu serta Puluhan Cartridge
    10 6 Paket Sabu Disita, Polsek Tapung Hilir Bekuk Pria di Desa Kota Garo
    11 SDN 018 Kubang Jaya Terbakar, Bupati Kampar Perintahkan Jamin Ruang Belajar Aman Bagi 813 Siswa
    12 Kemenkum Riau Dalami Strategi Bantuan Hukum Terstandarisasi untuk Keadilan Merata
    13 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi 13 Ranperbup Indragiri Hilir, Pastikan Sesuai Aturan
    14 Sedih, Berhari-hari Berjalan dengan Kebingungan di Bekas Karhutla Kalteng, Orangutan Dievakuasi BKSDA
    15 47 Kilogram Sabu Disita di Pekanbaru, Polda Riau Bongkar Peredaran Narkoba Skala Besar
    16 Sempena HUT ke-75 Humas Polri, Polres Kampar Berbagi Sembako untuk Warga Kurang Mampu
    17 Pamit ke Riau, Edison Manik Perkuat Sinergi Kemenkum Kepri dan Pemko Tanjungpinang
    18 Edison Manik Dorong ASN Kemenkum Riau Kuasai Metode Analisis Kebijakan Hukum
    19 Pengacara Kamarudin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sosok yang Pernah Mengawal Keluarga Brigadir J
    20 Digrebek Dinihari, Pelaku Narkoba di Aursati Kedapatan Simpan Sabu dalam Toilet Dibekuk Polisi
    21 Menbud Fadli Zon Terpukau Candi Muara Takus, Bupati Kampar Sodorkan Proposal Pelestarian
    22 Bermain di Tepian Sungai Siak Berujung Duka, Anak 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat