Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Hukrim
Jadi Saksi, Di Ruang Sidang UAS Ungkap Abdul Wahid Pernah Ingin Mundur dari Gubernur Riau
Kamis, 18 Juni 2026 - 17:32:54 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Persidangan dugaan pemerasan anggaran UPT Jalan dan Jembatan Dinas PUPR-PKPP Riau dengan terdakwa Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menghadirkan fakta baru yang menyita perhatian publik. 


Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (18/6/2026), Ustazd Abdul Somad (UAS) mengungkap bahwa Abdul Wahid pernah menyampaikan keinginan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai gubernur Riau.


Pernyataan tersebut disampaikan UAS saat memberikan keterangan sebagai saksi meringankan (a de charge) di hadapan majelis hakim Tipikor PN Pekanbaru yang dipimpin Delta Tamtama.


Fakta itu terungkap ketika Abdul Wahid mengajukan pertanyaan langsung kepada UAS terkait komunikasi yang pernah terjadi di antara keduanya.


"Bapak Abdul Wahid meminta kepada saya, beliau mau mundur," kata UAS di ruang sidang.


Menurut UAS, keinginan tersebut muncul saat Abdul Wahid menghadapi berbagai persoalan yang menimbulkan tekanan selama menjabat sebagai kepala daerah.


Namun, UAS mengaku tidak menyetujui rencana tersebut. Ia meminta Abdul Wahid tetap menjalankan amanah yang telah diberikan masyarakat Riau melalui proses demokrasi.


"Saya bilang, kalau Bapak mundur, itu sama dengan mengoleskan kotoran ke wajah saya. Saya sudah ke mana-mana kampanye. Orang memilih Abdul Wahid," ujar UAS mengingat kembali percakapan mereka.


Tak hanya mengungkap soal keinginan mundur, UAS juga menceritakan bahwa Abdul Wahid pernah datang kepadanya untuk menyampaikan persoalan lain yang dihadapinya saat menjabat gubernur.


Dalam kesaksiannya, UAS menyebut Abdul Wahid mengaku mendapat tekanan terkait keberadaan rekaman yang disebut-sebut berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


"Bapak Abdul Wahid datang mengadu kepada saya bahwa beliau mendapatkan ancaman bahwa ada suara rekaman KPK dan beliau mengatakan saya diancam jangan macam-macam," kata UAS.


Kesaksian tersebut kemudian berkembang ketika UAS menjelaskan adanya upaya mediasi yang sempat dilakukan sejumlah tokoh untuk memperbaiki hubungan antara Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto.


Menurut UAS, dirinya pernah didatangi mantan Bupati Siak Arwin AS bersama Asri Auzar untuk membicarakan kemungkinan mencari jalan tengah atas persoalan yang berkembang.


Namun, ia menilai ruang perdamaian menjadi sulit terwujud apabila hubungan kedua pihak telah diwarnai unsur ancaman.


"Kalau sudah main ancam-ancam, saya tidak menemukan titik temu untuk mendamaikan mereka," ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, UAS juga menyinggung istilah yang sempat beredar di lingkungan pemerintahan Riau, yakni "Gubernur 1" dan "Gubernur 2".


Ia mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar istilah tersebut muncul dalam dinamika internal pemerintahan.


"Saya mendengar istilah itu, saya terkejut karena seumur-umur saya tak pernah mendengar ada dua gubernur," kata UAS.


Kesaksian UAS menjadi salah satu bagian penting dalam persidangan yang masih terus bergulir. 


Selain memuat hubungan personal antara saksi dan terdakwa, keterangan tersebut juga membuka gambaran mengenai dinamika yang disebut terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau sebelum perkara ini bergulir ke meja hijau.


Majelis hakim terus mendalami berbagai keterangan yang disampaikan para saksi untuk menguji keseluruhan fakta hukum dalam perkara tersebut


Sementara itu, sudang kali ini juga mendapat perhatian masyarakat. Para emak-emak turut hadir di persidangan. Pengunjung sidang cukup ramai. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat