Senin, 17 Juni 2024
Shalat Idul Adha di Kampus UMRI, Khotib Ajak Jamaah Wujudkan Ketauladanan Nabi Ibrahim AS | Idul Adha 1445 H, Mushalla Ukhuwwatun Putri Tujuh Sembelih 10 Ekor Hewan Qurban | Desa Suka Maju Sembelih 36 Ekor Hewan Qurban, Kades: Ini Bekal untuk Akhirat | Iduladha 1445, Polres Kampar Sembelih 5 Ekor Sapi | Shalat Iduladha 1445 Bersama Masyarakat, Pj Gubri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kekompakan | Aman dan Terkendali, Polres Kampar Lakukan Pengamanan di Lokasi Shalat Idul Adha 1445 H.
 
Pendidikan
Opini
Musim Hujan, Banjir Jadi 'Momok' Warga Kota Pekanbaru

Pendidikan - - Minggu, 09/06/2024 - 13:46:46 WIB

JIKA bulan-bulan musim penghujan yang identik seperti Oktober, November dan Desember, atau di bulan lainnya, bagi warga Kota Pekanbaru Provinsi Riau suatu keadaan yang membuat tidak nyaman dan merisaukan.

Ini karena Pekabaru selalu terkena banjir di musim-musim hujan tersebut. Persoalan banjir di Kota Pekanbaru ini sangat miris, seakan menjadikan 'hantu' (momok) yang menakutkan bagi warga kota ini.

Bukan hanya takut karena rumahnya saja yang terendam, tetapi warga yang sedang berada di kantor, tengah di Kampus, di sekolah, di jalan dan tempat lainya memikirkan susahnya pulang ke rumah, karena jalan-jalan yang akan dilewati juga akan terendam bak laut tumpah ke darat. Kota Pekanbaru yang diberikan julukan "Bertuah" berubah menjadi kota "berkuah"

Nah, sebenarnya topografi Kota Pekanbaru menurut para ahli, beberapa wilayah lebih rendah dari permukaan laut.  Namun, tentu saja bukan ini menjadi alasan, kalau masalah banjir di Kota Pekanbaru tidak diatasi oleh Pemerintah dalam hal ini Pemko Pekanbaru ataupun Pemrov Riau mengingat Pekanbaru ibu Kota Provinsi Riau.

Karena banyak cara bisa dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru. Sayang sekali hal ini dinilai belum maksimal dilakukan.

Hal ini banyak alasan menjadi faktor penyebabnya, misalnya anggaran seret, sehingga minim dana untuk penanganan banjir ini.

Namun, di sisi lain, diakui atau tidak, penuntasan masalah banjir di Pekanbaru, tidak bisa hanya dibebankan penanganannya kepada pemerintah saja, tapi juga peran warga kota ini dengan menjaga lingkungan, tidak membuang sampah ke aliran sungai atau anak sungai, drainase dan parit-parit lingkungan.

Nah, ini juga lah salah satu dilema, karena masyarakat juga belum sepenuhnya berperan dalam menjaga lingkungan masing-masing,  sehingga banjir tidak pernah teratasi di Pekanbaru ini. Padahal, jika bergerak dan satu persepsi dalam hal ini tidak ada yang mustahil, bisa diatasi.

Pemerintah tentu juga menyadari hal ini, karena menyangkut hajat orang banyak. Betapa banyak rumah warga terendam, tidak ada konpensasi dari pemerintah atas kerusakan perabot rumah dan sebagainya.

Semestinnyalah ke depan Pekanbaru berkaca dalam penanganan kota ini, terutama hal perbaikan drainase seperti dilakukan banyak kota di Indoenesia dan dunia dengan memanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin APBD yang ada setiap tahunnya yang didukung dengan sumber daya yang ada.

Jika ini dilakukan, banjir yang menjadi momok yang menakutkan bagi warga kota ini akan sirna, wargapun tenteram dan nyaman menghuni Kota Pekanbaru milik mu, milik ku dan milik kita semua. Semoga (*)
___________
Penulis: Irham Khairi, Mahasiswa Fisipol UIR, Prodi Ilmu Pemerintahan (NPM: 237310364).





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved