Selasa, 18 Juni 2024
Shalat Idul Adha di Kampus UMRI, Khotib Ajak Jamaah Wujudkan Ketauladanan Nabi Ibrahim AS | Idul Adha 1445 H, Mushalla Ukhuwwatun Putri Tujuh Sembelih 10 Ekor Hewan Qurban | Desa Suka Maju Sembelih 36 Ekor Hewan Qurban, Kades: Ini Bekal untuk Akhirat | Iduladha 1445, Polres Kampar Sembelih 5 Ekor Sapi | Shalat Iduladha 1445 Bersama Masyarakat, Pj Gubri Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kekompakan | Aman dan Terkendali, Polres Kampar Lakukan Pengamanan di Lokasi Shalat Idul Adha 1445 H.
 
Daerah
ABK Hilang Terjatuh di Sungai Kuala Anak Mandah Inhil Ditemukan Meninggal Dunia

Daerah - - Selasa, 21/05/2024 - 20:29:56 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Tim SAR gabungan berhasil menemukan Anak Buah Kapal (ABK) yang sebelumnya dinyatakan hilang tenggelam di Sungai Kuala Anak Mandah, Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Korban atas nama Aldi Sapuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (21/5/2024) pukul 14.50 WIB.

Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi mengatakan, korban ditemukan pada titik koordinat 0°1'11"S 103°35'36"E dengan jarak 200 meter dari lokasi pertama korban dinyatakan hilang.

“Korban ABK tenggelam atas nama Aldi Sapuan berhasil ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia berjarak 200 meter dari lokasi kejadian,” katanya.

Setelah korban ditemukan, selanjutnya korban dievakuasi kerumah duka untuk selanjutnya dimakamkan. Dengan ditemukannya korban tersebut, maka operasi SAR dinyatakan ditutup.

“Operasi Sar dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing,” ujarnya.

Untuk diketahui, Tim Basarnas Pekanbaru mendapatkan laporan adanya kondisi membahayakan manusia, berupa anak buah kapal (ABK) tenggelam di Sungai Kuala Anak Mandah, Desa Belaras, Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Insiden itu terjadi pada Senin (20/5/2024). Korban diketahui bernama Aldi Sapuan yang hingga saat ini masih dalam pencarian.

"Untuk kronologis kejadian, korban saat itu bersama orang tuanya Raja Umar berlayar dari arah Belaras menuju Sei Guntung membawa buah kelapa sesampainya di daerah Kuala Sungai Mandah,” katanya.

Saat itu, korban membuang air yang berada di dalam Kapal. Sewaktu Raja Umar memanggil anaknya tersebut namun tidak dijawab oleh anaknya. Kemudian, Raja Umar mencari keberadaan korban tapi tidak diketemukan.

“Setelah itu langsung Pak Raja Umar putar haluan kapal kembali ke arah Belaras guna mencari pertolongan masyarakat,” ujarnya. (mcr)






 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Disclaimer |Redaksi
Copyright 2012-2024 SULUH RIAU , All Rights Reserved