Minggu, 16 Agustus 2026 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
 
 
☰ Rokan Hilir
Setelah Tiga Tahun Vakum, Ritual Bakar Tongkang 2023 di Rohil Riau Sedot Puluhan Ribu Wisatawan
Selasa, 04 Juli 2023 - 22:26:11 WIB
Ritual Bakar Tongkang di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

SULUHRIAU, Rohil- Sempat tiga tahun absen lantaran pandemi Covid-19, ritual Bakar Tongkang di Bagan Siapiapi Riau, kembali digelar, Selasa (7/6/2023).

Event pariwisata ini berhasil menyedot puluhan ribu wisatawan untuk hadir di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rohil tersebut.

Seperti sebelumnya, event yang sarat budaya Tionghoa peranakan ini adalah acara yang dilakukan untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke Bagansiapiapi pada tahun 1820 silam. Ketika itu, masyarakat Tionghoa juga berjanji untuk mengembangkan diri di kota yang punya julukan Hong Kong Van Andalas.

Proses Ritual Bakar Tongkang dimulai dari klenteng Ing Hok Kiong. Rumah ibadah umat Tionghoa itu merupakan klenteng tertua di Kota Bagansiapiapi. Dari kelenteng tersebut para peserta acara Bakar Tongkang bergotong royong, saling bahu membahu secara bergantian mengeluarkan replika kapal tongkang.

Replika Kapal Tongkang itu, terbuat dari kayu dan kertas, dihiasi simbol-simbol khusus yang mengandung makna. Pihak penyelenggara acara sudah mempersiapkan replika ini sejak beberapa bulan lalu.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Gubernur Riau Syamsuar bersama Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong, dan sejumlah pejabat lain ikut hadir di Kelenteng In Hok King. Mereka melepas replika kapal tongkang menuju tempat ritual pembakaran. Lokasinya berada di lapangan, Jalan Kelenteng, Kota Bagansiapiapi.

"Setelah tiga tahun penyelenggaraan event Bakar Tongkang ditiadakan akibat pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, kini dapat kita saksikan kembali event pariwisata Nasional Bakar Tongkang.

Event ini selalu dinantikan oleh masyarakat Tionghoa, baik dari Kabupaten Rokan Hilir maupun masyarakat Tionghoa dari mancanegara," kata Gubernur Riau Syamsuar, Selasa.

Dikatakan Gubri Syamsuar, sektor Pariwisata mampu menstimulasi banyak perubahan sekaligus mengembangkan pariwisata. Hal ini sama artinya dengan upaya merawat budaya, alam, sampai sektor keekonomian.

"Karena itulah kita sangat mendukung pertumbuhan sektor kepariwisataan dengan mengembangkan objek yang sesuai dengan keinginan publik. Bagansiapi-api, misalnya, tidak hanya dikenal dengan event Bakar Tongkang, mulai dari kuliner sampai Bagan Heritage juga tak kalah," ujarnya.

Ia menilai dengan adanya event Festival Bakar Tongkang akan meningkatkan perekonomian yang ada di daerah, khususnya Kabupaten Rokan Hilir. Saat ini pemerintah daerah ditugaskan oleh pusat untuk melaksanakan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

"Dengan adanya event ini akan tumbuh pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Bagansiapiapi khususnya dan Rokan Hilir pada umumnya. Ini juga sejalan dengan program bangga berwisata di Indonesia," pungkasnya.

Setelah dilepas Gubernur Riau, replika kapal tongkang diarak dan digotong secara bergantian, diikuti oleh peserta ritual dan pengunjung yang hadir yang mayoritas mengenakan busana berwarna merah. Perlengkapan ornamen Tionghoa pun memenuhi kota itu. Seketika kota itu tampak seperti sebuah China Town. Meriah sekali.

Ketika itu, rintikan air hujan sempat membasahi lokasi acara. Aroma kepulan asap dari bakaran Hio atau dupa juga tercium tajam. Namun, kondisi itu tak menyurutkan niat wisatawan untuk menyaksikan tradisi tersebut.

Sementara, rute arak-arakan Bakar Tongkang masih melewati jalur yang sama seperti pada pelaksanaan sebelumnya. 

Dimulai dari Jalan Klenteng, selanjutnya diarak sejauh 1,2 Kilometer melewati Jalan Perniagaan hingga sampai di lokasi ritual bakar bakar tongkang dilaksanakan.

Di sejumlah persimpangan jalan, replika kapal tongkang disambut ritual khusus. Seperti saat melewati Kelenteng Kuan Tei Tua, ritual dilakukan oleh para Tatung. Sehingga replika tongkang yang diarak musti berhenti sejenak.

Replika kapal tongkang yang diarak-arak massa pun tiba pukul 16.57 WIB di lokasi pembakaran. Lalu, langsung dinaikkan ke atas tumpukan kertas sembahyang warna kuning atau Kim ChuaChua.

Selanjutnya, Replika Kapal Tongkang yang akan dibakar sudah siap. Tinggal menunggu eksekusi. Hiasan-hiasan angpao bercorak keemasan serta merah, tersusun rapi di dekat tongkang.

Seluruhnya disiapkan tanpa ada satu pun yang kurang sebagai syarat wajib prosesi bakar tongkang. Kemudian, replika kapal tongkang dibakar sebagai acara puncak melihat arah jatuhnya tiang tongkang.

Ketika Replika Kapal Tongkang dibakar, peserta begitu antusias melihat arah tiang tongkang itu jatuh. Tiang layar tongkang yang dibakar jatuh ke arah laut.

Menurut kepercayaan warga Tionghoa Bagansiapiapi, arah jatuhnya tiang menunjukkan keselamatan dan peruntungan usaha. Di mana peruntungan tahun ini berada di laut berdasarkan jatuhnya tiang. (mcr, rls, src)




 
Berita Lainnya :
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    02 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    03 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    04 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    05 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    06 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    07 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    08 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    09 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    10 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    11 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    12 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    13 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    14 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    15 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    16 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    17 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    18 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    19 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    20 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    21 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    22 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat