Rabu, 22 Mei 2024
Diduga Putus Cinta, Pria Warga Pulau Jambu Nekat Akhiri Hidup Gantung Diri di Jendela Kamar Rumahnya | Sore Ini, Pj Gubri Dijadwal Lantik Risnandar Mahiwa Sebagai Pj Wali Kota Pekanbaru | Pengakuan Bapak Paruh Baya Ini, Bagian Alat Vitalnya Hilang Saat Operasi Prostat, Suram Urusan... | Burung Kuaghan "Sikowan" akan Jadi Maskot Pilkada Kampar 2024 | ABK Hilang Terjatuh di Sungai Kuala Anak Mandah Inhil Ditemukan Meninggal Dunia | Risnandar Mahiwa Dikabarkan Sosok akan Jadi Pj Wako Pekanbaru Gantikan Muflihun
 
Internasional
Kediaman Putin di Kremlin Diserang Drone

Internasional - - Kamis, 04/05/2023 - 06:06:40 WIB

SULUHRIAU, Rusia- Kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin diserang drone. Ini terjadi di Kremlin malam hari antara Selasa dan Rabu (3/5/2023) waktu setempat.

"Dua kendaraan tak berawak diarahkan ke Kremlin," tulis AFP mengutip pernyataan pers setempat.

"Tindakan teroris yang direncanakan dan upaya pembunuhan Presiden Federasi Rusia."

Beruntung keduanya berhasil ditembak jatuh militer Rusia. Sisa-sisa jatuhnya drone disebut masih ada di dalam lokasi. Tetapi tidak melukai siapa pun, tambah pernyataan tersebut.

Sementara itu, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Putin sedang bekerja di kediamannya dekat Moskow Rabu ini. Ia tetap akan mengambil bagian dalam parade Hari Kemenangan Perang Dunia II yang dijadwalkan di Lapangan Merah minggu depan seperti yang direncanakan.

Sementara itu, setelah kejadian wali kota Moskow mengumumkan larangan penerbangan drone tanpa izin di atas ibu kota Rusia tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, walikota Sergei Sobyanin mengatakan penerbangan drone akan dilarang kecuali izin khusus diperoleh dari "otoritas pemerintah".

Berita Kremlin datang saat Ukraina bersiap untuk serangan baru terhadap pasukan Rusia yang telah direncanakan berbulan-bulan. Rusia sendiri menyerang Ukraina sejak Februari 2023.

Sementara itu, Ukraina menolak terkait dengan serangan tersebut. Pernyataan resmi juga dibuat Kyiv.

"Ukraina tidak ada hubungannya dengan serangan drone di Kremlin," kata juru bicara kepresidenan Mikhaylo Podolyak.

"Laporan Rusia seperti itu harus dianggap semata-mata sebagai upaya untuk mempersiapkan latar belakang informasi untuk serangan teroris skala besar di Ukraina," tegasnya lagi.

Di Lapangan Merah, situasi berlangsung normal, orang-orang berjalan-jalan dan tidak ada kehadiran polisi yang diperkuat. Spanduk-spanduk telah dipasang menjelang parade 9 Mei.

Moskow berjanji parade kemenangan Perang Dunia II tanggal 9 Mei akan berlangsung seperti biasa.

Operasi yang diklaim telah digagalkan ini datang setelah serangkaian insiden, termasuk serangan sabotase terhadap kereta, menjelang perayaan kemenangan Perang Dunia II yang populer di Rusia.

Lima hari terakhir Rusia mengalami sabotase di mana dua rangkaian kereta keluar rel oleh ledakan, kebakaran depot minyak di dekat dan di Crimea, serta jaringan listrik yang meledak di dekat Saint Petersburg. ***

Sumber: cnbcindonesia.com
Editor: Khairul





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved