Jum'at, 03 Februari 2023
Banjir 2 Meter Terjadi di Kelurahan Maharatu, Basarnas Evakuasi Bayi 3 Bulan dan Sejumlah Warga | | Dua Dekade APUPPT, Pj Bupati Kampar Dampingi Ketua PPATK RI Penanaman Pohon di Birandang | Kapolres Kampar Diskusi dengan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, Singgung Soal PT Ayau | HUT ke-15 Partai Gerindra di Pekanbaru Bertabur Doorprize, Mobil hingga Puluhan Motor | Cegah Stunting, Sat Lantas Polres Kampar Berbagi Susu Ibu Hamil dan Sembako
 
Pendidikan
Opini
PERUBAHAN

Pendidikan - - Rabu, 30/11/2022 - 13:11:58 WIB
Abdul Wahid
TERKAIT:
   
 

BAPAK dan Ibu guru...Begitu besar harapan yang dibebankan ke pundak mu…Orang tua menitipkan anak-anak mereka dengan penuh harap….
Harapan perubahan pola pikir, sikap dan ketaatan dalam ilmu agama merubah...Itu menjadi tugas utama yang senantiasa akan diukur…

Anak-anak Ku…..Dengan Bismillah orangtua menyekolahkan mu di MINSA Mengiringi langkah mu dengan doa agar menjadi anak yang sholeh dan sholeha. Amat besar harapan yang dimpikan pada mu…

Orangtua dan wali santri….Apa yang menjadi harapan mu begitu juga harapan para guru..
Mimpi mu adalah impian anak-anakmu juga...
Bersama kita mewujudkannya…
Guru mengajarkan..Anak-anak menerima pelajaran….Orang tua mempraktekan dan membiasakan anak di rumah….

Peran Guru, Anak dan Orangtua tidak akan bisa dipisahkan..Untuk mewujudkan perubahan…

Bicara masalah perubahan teringat saya akan ungkapan seorang teman tentang pekerjaannya.

“Sebenarnya pekerjaan saya sangat berat, melelahkan dan membosankan. Tapi selalu saya jalani dengan senyum dan senang hati, sehingga orang lain tidak tahu tentang kesusahan saya,” ujar salah seorang guru.

Pernyataannya itu sangat mengejutkan saya, karena selama ini ia sangat senang dengan pekerjaannya, dan semua selesai dengan sangat baik. PERUBAHAN, itulah kata kunci suksesnya dalam tugas.

Apa hubungan Perubahan dengan pernyataan teman tersebut. Sekilas memang membingungkan, apa maksud perubahan dari sikap yang diungkap oleh teman tersebut.
Sebenarnya kalau direnungi dan diambil benang merahnya terdapat makna perubahan yang sebenarnya dari pernyataan sikap tersebut.

Perubahan yang hakiki mesti dimulai dengan PERUBAHAN POLA PIKIR. Banyak orang yang pakar teori perubahan, berpendidikan dan punya jabatan. Namun hal itu tidak mampu merubah pola pikirnya, sehingga masih tradisional dan jauh dari profesional.

Setelah seseorang mampu melakukan Perubahan Pola Pikir, baru melangkah ke PERUBAHAN DALAM PERBUATAN inilah manifestasi dari Perubahan Pola Pikir.

Sunnah Rasul Muhammad SAW telah jelas, Beliau datang merubah pola pikir Jahiliyah menjadi Beradab. Dengan terlebih dahulu mencontohkan dengan sikap jujur terpercaya sehingga mendapat gelar Al Amin, inilah modal dasar Beliau dalam langkah dakwah selanjutnya.

Dan perjuangan itu terbukti sampai saat ini hasilnya, tapi justru umat saat ini kembali berpikir jahiliyah dengan hanya berpikir golongan, kesukuan dan kedaerahan.

Jangan mimpi untuk mendapatkan PERUBAHAN kalau pola pikir masih seperti Katak Dibawah Tempurung bicara tentang dunia internasional, standar internasional, tapi pola pikirnya masih primitif. Ironis memang tapi itulah dunia kita, hanya sebatas jargon…

Bahagialah sang teman, yang telah mampu merubah pola  pikir dengan menikmati pekerjaannya dengan senang hati walau sebenarnya sangat berat dan melelahkan.

Kemudian berubah dengan bekerja baik dan berhasil menyelesaikan nya dengan sukses dan Bahagia.
Jangan berharap PERUBAHAN apa yang akan terjadi, tapi renungkanlah dan introspeksi diri sendiri sudahkah termasuk golongan yang melakukan PERUBAHAN.

Mulailah dari diri sendiri, merubah pola pikir sebagai guru, tenaga pendidik, dan orangtua. Perubahan pola pikir ini juga harus ditanamkan dan tularkan pada anak didik, agar mereka memahami dalam hubungan antara manusia semuanya sama, tidak ada strata, suku dan daerah.

Namun dalam hubungan dengan Allah, maka disitulah yang membedakan orang beriman dan orang kafir, dan orang-orang yang beriman itu derajatnya dihadapan Allah adalah kadar taqwanya. Semoga.*

_____________________
*Penulis adalah Abdul Wahid, Ka Subbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Pekanbaru. (Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis).





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved