Jum'at, 03 Februari 2023
Banjir 2 Meter Terjadi di Kelurahan Maharatu, Basarnas Evakuasi Bayi 3 Bulan dan Sejumlah Warga | | Dua Dekade APUPPT, Pj Bupati Kampar Dampingi Ketua PPATK RI Penanaman Pohon di Birandang | Kapolres Kampar Diskusi dengan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat, Singgung Soal PT Ayau | HUT ke-15 Partai Gerindra di Pekanbaru Bertabur Doorprize, Mobil hingga Puluhan Motor | Cegah Stunting, Sat Lantas Polres Kampar Berbagi Susu Ibu Hamil dan Sembako
 
Kesehatan
Tak Ada Masuk Ternak dari Luar,
Investigasi Dinas PKH Riau Penyakit Ngorok di Rohul Diduga Karena Pergerakan Manusia

Kesehatan - - Senin, 07/11/2022 - 12:09:59 WIB

TERKAIT:
   
 

SULUHRIAU, Pekanbaru -  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau bersama pihak Pemkab Rohul melakukan investigasi untuk menhetahui penyebab penularan kasus sapi atau kerbau ngorok

Pasalnya, saat ini penyakit ngorok sudah banyak menyebabkan kematian pada ternak warga di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau, Herman melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Faralinda Sari mengatakan, hingga saat ini, jumlah hewan ternak yang terpapar di Rohul sebanyak 340 ekor, 88 ekor diantaranya dipotong paksa dan 26 ekor mati.

Saat ini pihaknya sudah melakukan investigasi kelokasi yang ditemukan ternak terpapar penyakit ngorok yakni di Kecamatan Rambah dan Bangun Purba, Kabupaten Rohul.

"Tim sudah kelokasi untuk melakukan investigasi, hasilnya didapat beberapa kesimpulan yang diduga menjadi penyebab penyebaran penyakit ngorok di Rohul," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil investigasi tersebut, berdasarkan pengakuan para peternak mereka tidak ada memasukkan ternak baru dari daerah terpapar. Karena itu, pihaknya menduga penyebaran penyakit ngorok bisa akibat adanya pergerakan manusia dari daerah terpapar.

"Bisa saja virus tersebut dibawa oleh orang yang datang ke Rohul, seperti kendaraan mereka menginjak virus kemudian terbawa hingga ke Rohul. Karena daerah di Rohul yang terpapar itu merupakan daerah wisata, dan arus lalulintas orangnya cukup tinggi," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat yang ada di Kabupaten Rokan Hulu digegerkan dengan ditemukannya adanya hewan ternak jenis kerbau yang mati mendadak. Ratusan kerbau tersebut mati diduga karena terserang penyakit ngorok atau Sepricaemia Epizootica (SE).

"Kami baru dapat laporan hewan ternak mati di Rohul. Penyebabnya sama dengan yang di Kabupaten Kampar, kena SE atau sapi ngorok," pungkas Faralinda. (mcr, jan)





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved