Jum'at, 06 08 2021
405 KK Warga Teluk Meranti Terima BST Tahap 5 dan 6, Didistribusikan PT Pos Pangkalan Kerinci | Lionel Messi Resmi Tinggalkan Barcelona | Ekonomi Riau Tumbuh 5,13 Persen pada Triwulan II-2021, Gubri: Alhamdulillah! | Sidang Dua Terdakwa Kasus Korupsi Ruang Pertemuan Hotel Kuansing Masuk Penuntutan | Bupati-Wabup Natuna Pinjamkan Mobil Dinas untuk Keperluan Warga Menikah | Wabup Natuna Pimpin Goro Bersihkan Area Pelabuhan Selat Lampa
 
Internasional
Serangan Israel ke Gaza Tewaskan 30 Orang, Gedung 13 Lantai Runtuh Dibom

Internasional - - Rabu, 12/05/2021 - 08:47:51 WIB

SULUHRIAU - Korban meninggal akibat serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, bertambah menjadi 30 orang hingga Selasa, (11/5/2021) malam.

Ketegangan antara Israel dan pejuang Gaza meningkat sebagai imbas dari kekerasan pasukan Zionis di Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur.

Serangan udara Israel membunuh 30 warga Gaza pada Senin dan Selasa, termasuk anak-anak. Pasukan Zionis melancarkan ratusan kali serangan ke banyak lokasi di Gaza.

Rudal Israel bahkan meruntuhkan bangunan 13 lantai yang digunakan sebagai tempat tinggal.

Warga Gaza, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/5/2021), mengungkapkan, rumah mereka bergetar dan langit hitam menyala akibat serangan Israel yang bertubi-tubi.

Rekaman video pada Selasa menunjukkan gumpalan asap hitam tebal membubung dari blok permukiman Gaza. Listrik di daerah itu juga dipadamkan.

Saksi mata mengatakan, warga penghuni blok perumahan sudah diperingatkan sekitar 1 jam sebelum serangan untuk mengungsi dari lokasi. Tidak ada laporan korban jiwa dalam serangan brutal Israel di blok permukiman itu, setidaknya 2 jam setelah kejadian.

Konfrontasi Israel dan Hamas ini merupakan imbas dari kekerasan di Masjid Al Aqsa selama Ramadan. Dalam sepekan terakhir, tindakan pasukan Israel di tempat suci ketiga bagi umat Islam itu semakin menjadi-jadi.

Mereka menembaki jemaah salat dengan peluru karet dan granat kejut. Ratusan warga Palestina terluka akibat kekejaman tentara Zionis.

Ketegangan juga diperparah dengan rencana Israel mengusir warga Palestina dari Sheikh Jarrah, padahal tempat itu sudah puluhan tahun dihuni mereka. Israel mengklaim Sheikh Jarrah merupakan hak para pemukim Yahudi setelah mereka menang dalam Perang Arab-Israel 1967.

Sumber: Inews.id
Editor: Jandri





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved