Jum'at, 25 Juni 2021
Harganas 2021, Bekerjasama dengan DP3A2KB, Puskesmas Berlian Ukui Layanan Sejuta Akseptor | Sempena Harganas 2021, TP PKK Natuna Gelar Layanan Gratis Sejuta Akseptor | Kakanwil Kemenag Riau Lantik Sejumlah Pejabat, Edwar S Umar Pindah Jadi Kabid Pakis di Kanwil | Heboh, Anak-anak Temukan Pria Gantung Diri di Rumah Kosong di Melur Panam | Siap Digelar Tahun Ini, Beragam Persiapan Dilakukan Panitia Besar PON XX Papua 2021 | Pemimpin Dunia Serukan Selidiki Lagi Asal-usul Virus Covid-19
 
Nasional
Anggota Dewas: Tes Wawasan Kebangsaan KPK Bermasalah!

Nasional - - Minggu, 09/05/2021 - 11:15:21 WIB

SULUHRIAU- Surat Keputusan (SK) mengenai 75 pegawai KPK yang tak lolos asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) akan dinonaktifkan beredar. Anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Syamsuddin Haris turut memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

Dia menilai bahwa TWK untuk pegawai KPK itu bermasalah. Menurutnya, tak lolosnya asesmen TWK tidak bisa menjadi dasar penghentian kerja pegawai KPK.

"Saya pribadi berpendapat bahwa TWK bagi pegawai KPK memang bermasalah, sehingga tidak bisa dijadikan dasar pemberhentian pegawai," kata Syamsuddin kepada wartawan, Minggu (9/5/2021).

Syamsuddin menyebut dalam proses alih status pegawai KPK menjadi ASN hingga skema tes yang menjadi polemik itu Dewas KPK tidak pernah dilibatkan.

"Saya tidak bisa mewakili suara Dewas (5 orang). Apalagi Dewas tidak pernah dilibatkan dalam proses alih status pegawai dan juga skema test wawasan kebangsaan," ucapnya.

Seperti diketahui, beredar potongan surat keputusan mengenai 75 pegawai KPK yang tak lolos tes alih status ASN akan dinonaktifkan. Dalam potongan surat itu ditandatangani oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Namun tanpa ada tanggal yang menetapkan keputusan pimpinan KPK tentang hasil asesmen TWK itu.

Terdapat 4 poin dalam keputusan yang tercantum dalam surat itu. Pertama, menetapkan nama-nama pegawai yang tersebut dalam lampiran surat keputusan ini tidak memenuhi syarat (TMS) dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi ASN.

Poin kedua, memerintahkan pegawai sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung sambil menunggu keputusan lebih lanjut.

Poin ketiga, isinya menetapkan lampiran dalam keputusan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini.

Sementara poin keempat menyatakan bahwa keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, angkat suara mengenai surat yang beredar itu. KPK, kata Ali, menyayangkan beredarnya potongan surat itu.

"Kami menyayangkan beredarnya potongan surat tersebut, karena secara kelembagaan, saat ini KPK sedang berupaya untuk menyelesaikan seluruh tahapan pengalihan pegawai KPK menjadi ASN dengan cermat agar bisa tepat waktu sesuai rencana," kata Ali kepada wartawan, Minggu (9/5/2021).

Ali mengatakan pihaknya akan mengecek keabsahan potongan surat itu. Ali meminta publik berpedoman pada info resmi dari KPK mengenai tes alih status pegawai KPK.

"Kami akan melakukan pengecekan keabsahan potongan surat tanpa tanggal dan cap kedinasan yang beredar tersebut," jelasnya.

Sumber: detik.com
Editor: Jandri



 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Redaksi
Copyright 2012-2020 SULUH RIAU , All Rights Reserved