Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Detik-Detik Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Senin, 17 Agustus 2020 - 09:43:32 WIB
Foto: Ist

SULUHRIAU - Sejarah mencatat rencana proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai dari perdebatan antara kelompok tua dan kelompok muda yang berbeda pandangan soal kemerdekaan bangsa Indonesia pada 15 Agustus 1945.

Saat itu, kelompok muda seperti Chaerul Saleh, Wikana, hingga Sukarni mendesak dwi tunggal Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan setelah Jepang menyerah dari sekutu.

Soekarno-Hatta tetap pada pendiriannya. Namun kelompok pemuda tetap ingin bangsa Indonesia segera merdeka dan bukan hasil pemberiaan Jepang.

Lantas kelompok muda itu pun menculik Soekarno-Hatta dengan maksud agar kedua tokoh itu bebas dari pengaruh Jepang. Dwi tuggal pun dibawa ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945, sekira pukul 04.00 WIB dini hari.

Aksi penculikan itu sebenarnya membuat Bung Karno marah dan kecewa karena para pemuda tidak mau mendengarkan pertimbangannya yang sehat. Bung Karno membawa Fatmawati istrinya, dan Guntur yang pada waktu itu belum berumur satu tahun.

Soekarno dan Hatta berada di Rengasdengklok seharian penuh. Upaya untuk menekan dwi tunggal segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia gagal total karena wibawa kedua tokoh bangsa itu yang cukup besar.

Di sebuah pondok bambu di tengah persawahan Rengasdengklok, Bung Karno menjelaskan alasan dirinya ingin memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Dalam kesempatan itu, ia pun menerangkan bahwa 17 merupakan angka suci. Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada Jumat 17 Ramadan merupakan momen diturunkannya Alquran. Selain itu, 17 juga merupaka total rakaat dalam sholat lima waktu bagi umat Islam.

Di sisi lain, Ahmad Soebardjo dari golongan tua dengan Wikana dari golongan muda membicarakan kemerdekaan yang harus segera dilaksanakan di Jakarta.

Kemudian, Laksamana Tadashi Maeda bersedia untuk menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya. Usai pertemuan itu, Jusuf Kunto dari pihak pemuda mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno-Hatta.

Ahmad Soebardjo pun memberikan jaminan kepada kelompok pemuda bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Kemudian, mereka kembali ke rumah Maeda untuk menyusun teks proklmasi.

Para penyusun teks proklamasi itu adalah Soekarno, Hatta, dan Ahmad Soebarjo. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik pada pagi harinya. Perdebatan terjadi tak hanya soal penyusunan teks proklamasi. Namun, lokasi pembacaan teks proklamasi itu pun menuai perdebatan antara kelompok tua dan muda.

Sukarni yang merupakan perwakilan dari kelompok pemuda ingin proklamasi dilakukan di lapangan IKADA namun Bung Karno tegas menolak usulan tersebut.

Bung Karno ingin pembacaan proklamasi dilakukan di kediamannya agar tak menimbulkan bentrok antara tentara Jepang dan rakyat. Akhirnya pembacaan proklamasi diputuskan digelar di kediaman Bung Karno, Jalan Pengangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Wakil Wali Jota Jakarta Soewirjo, memerintahkan kepada Wilopo untuk mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk upacara seperti mikrofon dan beberapa pengeras suara. Sedangkan Sudiro memerintahkan kepada S. Suhud untuk mempersiapkan satu tiang bendera.

Bendera yang dijahit dengan tangan oleh Fatmawati Soekarno juga sudah disiapkan. Saat itu, Soekarno terserang sakit malaria. Apalagi Bung Besar baru tidur setelah selesai merumuskan teks proklamasi.

Menjelang pukul 10.00 WIB, Bung Hatta menemui Bung Karno di kamarnya. Keduanya kompak mengunakan pakaian serba putih sebelum membacakan teks proklamasi tersebut.

Acara pembacaan teks proklamasi dimulai pada pukul 10:00 WIB dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati sebelumnya dikibarkan dan disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, dan Moewardi sebagai pimpinan Barisan Pelopor.

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun dirinya menolak lantaran seharusnya pengerekan bendera dilakukan oleh seorang prajurit. Ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut.

Upacara berlangsung khidmat. Kemudian tanpa dikomandoi, para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya saat sang saka Merah Putih dikibarkan.

Setelah upacara selesai berlangsung, sekira 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S. Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari IKADA ke Pegangsaan. Mereka meminta Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan untuk mengesahkan dan menetapkan UUD 1945 sebagai dasar negara.

Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Jumat 17 Agustus 1945 pukul 05.00 WIB dini hari, para tokoh bangsa baru selesai menyusun teks proklamsi di kediaman Laksamana Maeda.

Rumah Bung Karno pun tampak sibuk menjelang pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. Rakyat telah berkumpul untuk mengikuti detik-detik pembacaan proklamasi. (*Dari beberapa sumber)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat