Sabtu, 26 September 2026 Delegasi RI Walkout Saat Netanyahu Pidato, Ketua BKSAP Syahrul Aidi Sebut Diplomasi di Jalur Tepat | Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Karet Bivak di Samping Ibunya Fatmawati | Perkuat Iman dan Pengabdian, Polres Kampar Ikut Binrohtal Nasional Bersama Kapolri dan Gus Baha | Polres Kampar Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Kampar Utara, Sita Sabu 19 Gram dan Ekstasi | 16 Bulan Buron, Otak Pelarian 11 Tahanan Polres Kampar Ditangkap di Tapung | Tata Kelola Sentra KI Jadi Bahasan, Kemenkum Riau Tampung 9 Rekomendasi Perguruan Tinggi
 
 
☰ Nasional
Delegasi RI Walkout Saat Netanyahu Pidato, Ketua BKSAP Syahrul Aidi Sebut Diplomasi di Jalur Tepat
Sabtu, 26 September 2026 - 19:24:37 WIB
Syahrul Aidi Maazat

SULUHRIAU, Jakarta - Aksi walkout delegasi Indonesia saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hendak berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-81 dinilai sebagai sikap yang tepat.


Penilaian itu disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI dari Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat, Jumat (25/9/2026). 


Menurut Syahrul, langkah meninggalkan ruang sidang di Markas PBB New York pada Kamis 24 September waktu setempat merupakan bagian dari diplomasi yang sejalan dengan konstitusi.


Aksi walkout delegasi Indonesia adalah sikap yang tepat. Ini bentuk diplomasi yang menjalankan amanat UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, ujar Syahrul di Jakarta.


Ia menegaskan, sikap Indonesia menunjukkan konsistensi dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.


Syahrul juga mengapresiasi delegasi Indonesia yang bergerak bersama puluhan delegasi negara lain yang kompak walkout sebagai bentuk protes atas kebijakan Israel.


Langkah delegasi Indonesia patut diapresiasi. Walkout ini mengirim pesan bahwa Indonesia tetap berdiri bersama rakyat Palestina. Solidaritas seperti ini penting dijaga dan diperluas, katanya.


Namun menurutnya, aksi tersebut tidak boleh berhenti sebagai simbol semata.


Momentum solidaritas yang muncul di sidang PBB harus diterjemahkan menjadi langkah diplomatik yang lebih konkret untuk menghentikan penderitaan rakyat Palestina.


Solidaritas politik harus bergerak menuju tindakan nyata. Tekanan diplomatik perlu dijaga, perlindungan warga sipil dipastikan, akses kemanusiaan diperluas dan Palestina yang merdeka dan berdaulat didorong, tegasnya.


Ia menilai banyaknya delegasi yang meninggalkan ruang sidang menunjukkan besarnya perhatian dunia terhadap situasi di Palestina.


Karena itu, forum multilateral seperti PBB harus memastikan hukum internasional dan prinsip kemanusiaan ditegakkan secara konsisten tanpa standar ganda.


Sebagai Ketua BKSAP, Syahrul mendorong agar solidaritas terhadap Palestina diperkuat melalui jalur diplomasi antarparlemen.


Indonesia memiliki sejarah panjang mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap itu harus terus dijaga melalui diplomasi pemerintah maupun parlemen, ujarnya.


Tujuan akhirnya, kata Syahrul, adalah terpenuhinya hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan hidup dalam negara yang merdeka dan berdaulat. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Delegasi RI Walkout Saat Netanyahu Pidato, Ketua BKSAP Syahrul Aidi Sebut Diplomasi di Jalur Tepat
  • Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Karet Bivak di Samping Ibunya Fatmawati
  • Perkuat Iman dan Pengabdian, Polres Kampar Ikut Binrohtal Nasional Bersama Kapolri dan Gus Baha
  • Polres Kampar Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Kampar Utara, Sita Sabu 19 Gram dan Ekstasi
  • 16 Bulan Buron, Otak Pelarian 11 Tahanan Polres Kampar Ditangkap di Tapung
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Delegasi RI Walkout Saat Netanyahu Pidato, Ketua BKSAP Syahrul Aidi Sebut Diplomasi di Jalur Tepat
    02 Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Karet Bivak di Samping Ibunya Fatmawati
    03 Perkuat Iman dan Pengabdian, Polres Kampar Ikut Binrohtal Nasional Bersama Kapolri dan Gus Baha
    04 Polres Kampar Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Kampar Utara, Sita Sabu 19 Gram dan Ekstasi
    05 16 Bulan Buron, Otak Pelarian 11 Tahanan Polres Kampar Ditangkap di Tapung
    06 Tata Kelola Sentra KI Jadi Bahasan, Kemenkum Riau Tampung 9 Rekomendasi Perguruan Tinggi
    07 Gandeng UNRI, Kemenkum Riau Latih ASN Bikin Peraturan Anti Multitafsir
    08 Pembinaan Perancang Aturan Diperkuat, Kemenkum Riau Dukung Sistem Elektronik
    09 Buka 457 Aduan Publik, Kemenkum Klaim 11 Juta Layanan AHU Hampir Tuntas
    10 PSB Batu Bersurat Sabet Juara ''Gala Desa 2026'' dalam Adu Pinalti Vs Tim Kobar Desa Koto Tuo
    11 Beban BPJS Pemko Naik Jadi 80 Persen, Walikota Pekanbaru Gandeng Rumah Sakit dan Pengusaha
    12 Polisi Amankan 483 Keping Kayu Seberat 10 Ton Diduga Ilegal di Jalan Lintas Sinaboi-Dumai
    13 Oknum Anggota DPRD Kampar dari Saksi Jadi Tersangka Kasus Buka Kebun Sawit Ilegal
    14 Samsung Galaxy S26 Ultra Sudah Ada, Bos Meta Zuckerberg Malah Masih Gunakan Galaxy S24 Ultra
    15 Pudarnya Kearifan Lokal
    16 Bangkai Paus Sepanjang 8 Meter dengan Berat 4 Ton Ditemukan di Mangrove Sungai Bahale Inhil
    17 Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Pemprov Dorong Hilirisasi dan Investasi
    18 Kawal Capaian B09, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Anev Kinerja Bersama Sekjen Kementerian Hukum
    19 Kanwil Kemenkum Riau Gelar Wawancara Analisis dan Evaluasi 17 Perda di Enam Pemda
    20 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis BSK, Dari Naturalisasi Hingga Perkawinan Campur
    21 Sempat Saling Dorong, Sidak Ombudsman di Lapas Cibinong Temukan Kluster Mewah Penghuni Binaan
    22 Berikan Sekolah Layak untuk Anak, Polsek Tapung Renovasi Kelas Jauh SDN 007 Sungai Agung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat