Senin, 28 September 2026 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon | Status BMN di Tualang Dipertanyakan, Androy Ade Rianda Desak DJKN Beri Kepastian | Doddy dan Hafis Juara Executive di Herman Pelani Badminton Friendly Match 2026 | Gerebek Kampung Terendam Rumbai, Polresta Pekanbaru Tangkap 4 Pengedar Sabu dan Amankan Happy Five | Kanwil Kemenkum Riau Pastikan SKD Calon Taruna Poltekpin Transparan dan Akuntabel | Simpan Sabu di Kotak Rokok dan di Atas Lemari, Warga Koto Damai Ditangkap Polisi
 
 
☰ Nasional
Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
Minggu, 27 September 2026 - 21:10:33 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Dr Syahrul Aidi Maazat

SULUHRIAU, Jakarta - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Dr Syahrul Aidi Maazat mengecam langkah Perdana Menteri Kepulauan Solomon Matthew Cooper Wale yang kembali mengangkat isu West Papua di Sidang Umum PBB ke-81.


Syahrul menilai pengangkatan isu Papua di forum internasional tanpa konteks utuh berpotensi mengganggu hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik.


Selain itu, langkah tersebut mengabaikan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara.


"Kami mengecam pengangkatan isu West Papua secara sepihak di forum PBB. Persoalan Papua adalah bagian dari kedaulatan Indonesia dan tidak semestinya terus dijadikan komoditas politik di forum internasional, "tegas Syahrul, Minggu (27/9/2026). 


Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS itu menegaskan Indonesia terbuka terhadap kritik dan dialog soal pembangunan, hak asasi manusia dan kesejahteraan masyarakat Papua.


Namun, pembahasan harus berbasis fakta, data yang terverifikasi serta menghormati hukum nasional dan internasional.


Jika ada persoalan HAM atau pembangunan di Papua, mari kita bahas dengan data dan mekanisme dialog yang konstruktif. Jangan membangun narasi sepihak yang berpotensi mendeligitimasi Indonesia, ujarnya.


Anggota DPR RI dapil Riau itu juga meminta pemerintah memperkuat diplomasi di kawasan Pasifik.


Menurutnya Indonesia tidak boleh diam ketika ruang informasi tentang Papua dikuasai narasi sepihak dari pihak lain.


Indonesia tidak boleh diam. Diplomasi harus hadir lebih aktif. Jangan sampai ruang informasi tentang Papua dikuasai oleh narasi sepihak pihak lain, pungkasnya.


BKSAP DPR RI menegaskan komitmen memperkuat diplomasi parlemen dengan negara-negara Pasifik.


Langkah itu dilakukan untuk menjaga kepentingan nasional, kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Mengutip beberapa sumber, isu West Papua adalah polemik politik, sejarah, dan hak asasi manusia (HAM) terkait status wilayah Papua di dalam kedaulatan RI, serta tuntutan kemerdekaan dari sebagian kelompok.


Masalah ini berakar dari sengketa wilayah Irian Barat antara Indonesia dan Belanda pada tahun 1950–1962 hingga Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969 yang mengesahkan bergabungnya Papua ke Indonesia, namun dipertanyakan oleh kelompok separatis. (rls, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
  • Status BMN di Tualang Dipertanyakan, Androy Ade Rianda Desak DJKN Beri Kepastian
  • Doddy dan Hafis Juara Executive di Herman Pelani Badminton Friendly Match 2026
  • Gerebek Kampung Terendam Rumbai, Polresta Pekanbaru Tangkap 4 Pengedar Sabu dan Amankan Happy Five
  • Kanwil Kemenkum Riau Pastikan SKD Calon Taruna Poltekpin Transparan dan Akuntabel
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
    02 Status BMN di Tualang Dipertanyakan, Androy Ade Rianda Desak DJKN Beri Kepastian
    03 Doddy dan Hafis Juara Executive di Herman Pelani Badminton Friendly Match 2026
    04 Gerebek Kampung Terendam Rumbai, Polresta Pekanbaru Tangkap 4 Pengedar Sabu dan Amankan Happy Five
    05 Kanwil Kemenkum Riau Pastikan SKD Calon Taruna Poltekpin Transparan dan Akuntabel
    06 Simpan Sabu di Kotak Rokok dan di Atas Lemari, Warga Koto Damai Ditangkap Polisi
    07 Hubungkan Tiga Kabupaten, Jalan Sungai Pagar-Rantau Kasih Dibangun 1,5 Km Pakai DBH Sawit
    08 SDN 012 Rantau Kasih Berdinding Papan Dapat Papan Dapat Bantuan Rp1,9 Miliar
    09 Delegasi RI Walkout Saat Netanyahu Pidato, Ketua BKSAP Syahrul Aidi Sebut Diplomasi di Jalur Tepat
    10 Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Karet Bivak di Samping Ibunya Fatmawati
    11 Perkuat Iman dan Pengabdian, Polres Kampar Ikut Binrohtal Nasional Bersama Kapolri dan Gus Baha
    12 Polres Kampar Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Kampar Utara, Sita Sabu 19 Gram dan Ekstasi
    13 16 Bulan Buron, Otak Pelarian 11 Tahanan Polres Kampar Ditangkap di Tapung
    14 Tata Kelola Sentra KI Jadi Bahasan, Kemenkum Riau Tampung 9 Rekomendasi Perguruan Tinggi
    15 Gandeng UNRI, Kemenkum Riau Latih ASN Bikin Peraturan Anti Multitafsir
    16 Pembinaan Perancang Aturan Diperkuat, Kemenkum Riau Dukung Sistem Elektronik
    17 Buka 457 Aduan Publik, Kemenkum Klaim 11 Juta Layanan AHU Hampir Tuntas
    18 PSB Batu Bersurat Sabet Juara ''Gala Desa 2026'' dalam Adu Pinalti Vs Tim Kobar Desa Koto Tuo
    19 Beban BPJS Pemko Naik Jadi 80 Persen, Walikota Pekanbaru Gandeng Rumah Sakit dan Pengusaha
    20 Polisi Amankan 483 Keping Kayu Seberat 10 Ton Diduga Ilegal di Jalan Lintas Sinaboi-Dumai
    21 Oknum Anggota DPRD Kampar dari Saksi Jadi Tersangka Kasus Buka Kebun Sawit Ilegal
    22 Samsung Galaxy S26 Ultra Sudah Ada, Bos Meta Zuckerberg Malah Masih Gunakan Galaxy S24 Ultra
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat