Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
JK: Pemilu 2019 Merupakan yang Terumit di Seluruh Dunia
Selasa, 23 Januari 2018 - 20:38:47 WIB

SULUHRIAU, Jakarta- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Pemilu 2019 merupakan yang terumit di seluruh dunia mengingat pemilihan presiden akan disatukan dengan pemilihan legislatif.

Untuk itu, Wapres meminta TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan.

"Kalau kita lihat di dunia ini, tahun yang akan datang tahun 2019 di mana pileg bersamaan dengan pilpres disatukan, itu adalah pemilu terumit di dunia ini," kata Wakil Presiden dalam pembekalan rapat pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (23/1/2018).

Untuk itu, Wapres meminta kepada jajaran TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam pembekalan tersebut, hadir Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Carnavian dan juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tampak pula Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang usai memberikan pemaparan.

Wapres menyampaikan pemilu mendatang berbeda tantangannya dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Indonesia telah mengadakan 11 kali pemilu legislatif sejak berdiri. Di mulai 1955 yang dinilai sebagai pemilu yang demokratis dan aman. Tujuh kali di masa Orde Baru dan tiga kali di Masa Reformasi. Tiga kali pemilihan presiden secara langsung sejak 2004, dan ribuan kali pemilihan umum kepala daerah. Ke semuanya, menurut Wapres terselenggara dengan relatif aman.

Sementara dari masa ke masa, memilki tantangan tersendiri. Menurut dia, kini masyarakat tidak seideologi tempo dulu dalam menyalurkan suaranya. Masyarakat kini lebih emosional kedaerahan, praktis, memilih orang bukan ideologi. Ia mencontohkan dalam pemilihan presiden 2014 dirinya terpilih hingga 97 persen di tanah kelahirannya, Bone, begitu pula di Solo, di tempat tinggal Presiden Jokowi.

Begitu pula, kini kampanye juga berbeda. Bila sebelumnya kampanye massif dengan pengerahan massa dalam waktu singkat, kini kampanye lebih panjang dan lebih banyak mengerahkan 'pasukan siber'. Tentunya di dalam kampanye siber seringkali didapati kampanye hitam dan kampanye negatif, katanya.

Di dalam pilkada, menurut Wapres, ketegangan emosi lebih kental terasa karena masyarakat lebih memilih orang dibanding partainya. Meskipun pilkada didukung oleh partai politik, namun persaingan antar kandidat lebih kental. "Yang ingin saya sampaikan bahwa terjadinya emosional lingkungan, emosional keluarga, emosional tim sukses, emosional asal," katanya.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan jajaran TNI-Polri terus meningkatkan kewaspadaan untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan Pemilu. Wapres mengatakan, netralitas aparat TNI dan Polri dan perilaku adil pelaksana Pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu penting untuk mengatasi ketegangan emosional yang terjadi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.

"Harapan kita adalah bagaimana menurunkan emosional perorangan, cuma satu keadilan pelaksanaan oleh KPU dan Bawaslu yang adil dan juga tentu pengamanan oleh polisi dan Tentata yang sangat netral, itu dibutuhkan itu, karena tanpa netralitas TNI-Polri akan menimbulkan ketidakseimbangan di lapangan," kata Wapres.

Sumber : Antara, Republika.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat