Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
JK: Pemilu 2019 Merupakan yang Terumit di Seluruh Dunia
Selasa, 23 Januari 2018 - 20:38:47 WIB

SULUHRIAU, Jakarta- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Pemilu 2019 merupakan yang terumit di seluruh dunia mengingat pemilihan presiden akan disatukan dengan pemilihan legislatif.

Untuk itu, Wapres meminta TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan.

"Kalau kita lihat di dunia ini, tahun yang akan datang tahun 2019 di mana pileg bersamaan dengan pilpres disatukan, itu adalah pemilu terumit di dunia ini," kata Wakil Presiden dalam pembekalan rapat pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Selasa (23/1/2018).

Untuk itu, Wapres meminta kepada jajaran TNI-Polri meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dalam pembekalan tersebut, hadir Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Carnavian dan juga Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Tampak pula Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang usai memberikan pemaparan.

Wapres menyampaikan pemilu mendatang berbeda tantangannya dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Indonesia telah mengadakan 11 kali pemilu legislatif sejak berdiri. Di mulai 1955 yang dinilai sebagai pemilu yang demokratis dan aman. Tujuh kali di masa Orde Baru dan tiga kali di Masa Reformasi. Tiga kali pemilihan presiden secara langsung sejak 2004, dan ribuan kali pemilihan umum kepala daerah. Ke semuanya, menurut Wapres terselenggara dengan relatif aman.

Sementara dari masa ke masa, memilki tantangan tersendiri. Menurut dia, kini masyarakat tidak seideologi tempo dulu dalam menyalurkan suaranya. Masyarakat kini lebih emosional kedaerahan, praktis, memilih orang bukan ideologi. Ia mencontohkan dalam pemilihan presiden 2014 dirinya terpilih hingga 97 persen di tanah kelahirannya, Bone, begitu pula di Solo, di tempat tinggal Presiden Jokowi.

Begitu pula, kini kampanye juga berbeda. Bila sebelumnya kampanye massif dengan pengerahan massa dalam waktu singkat, kini kampanye lebih panjang dan lebih banyak mengerahkan 'pasukan siber'. Tentunya di dalam kampanye siber seringkali didapati kampanye hitam dan kampanye negatif, katanya.

Di dalam pilkada, menurut Wapres, ketegangan emosi lebih kental terasa karena masyarakat lebih memilih orang dibanding partainya. Meskipun pilkada didukung oleh partai politik, namun persaingan antar kandidat lebih kental. "Yang ingin saya sampaikan bahwa terjadinya emosional lingkungan, emosional keluarga, emosional tim sukses, emosional asal," katanya.

Untuk itu, dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan jajaran TNI-Polri terus meningkatkan kewaspadaan untuk dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan Pemilu. Wapres mengatakan, netralitas aparat TNI dan Polri dan perilaku adil pelaksana Pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu penting untuk mengatasi ketegangan emosional yang terjadi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.

"Harapan kita adalah bagaimana menurunkan emosional perorangan, cuma satu keadilan pelaksanaan oleh KPU dan Bawaslu yang adil dan juga tentu pengamanan oleh polisi dan Tentata yang sangat netral, itu dibutuhkan itu, karena tanpa netralitas TNI-Polri akan menimbulkan ketidakseimbangan di lapangan," kata Wapres.

Sumber : Antara, Republika.co.id | Editor: Jandri





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat