Jum'at, 01 Maret 2024
Buruh Sawit di Danau Lancang Bunuh Diri dengan Menusuk Ulu Hati, Ditemukan Pisau Menancap di Dada | Dilepas Pj Sekda, Pawai Taaruf MTQ Ke-53 Tingkat Kabupaten Kampar Diramaikan Ribuan Masyarakat | Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024 Sedang Berlangsung di 11 Kabupaten Kota di Riau | Di Dapil V Pekanbaru, PKB Rebut Kursi Hanura dengan Selisih Suara Sangat Tipis, Ini Komposisinya | Kemenag Umumkan Rencana 40 Jenis Layanan KUA untuk Semua Agama, Berikut Daftarnya | Sah, SF Hariyanto Dilantik Sebagai Pj Gubernur Riau
 
Nasional
Kantor Digeledah KPK, Fredrich: Tidak Ada Rahasia, Jadi Tidak Takut

Nasional - - Kamis, 11/01/2018 - 20:44:00 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Fredrich Yunadi mengaku tak khawatir dengan penggeledahan yang dilakukan tim penyidik KPK. Fredrich menegaskan, tidak ada rahasia yang disembunyikan di kantornya.

"Karena mereka itu (KPK) semuanya sudah sesuai dengan hukum yang berlaku, ya oleh anak buah saya dipersilakan. Penggeledahan silakan saja karena kita tidak ada rahasia apa pun kok, jadi kita tidak takut dilakukan penggeledahan apa pun, silakan," kata Fredrich kepada wartawan di kantornya Jl Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Mantan pengacara Setya Novanto ini menyebut penggeledahan KPK tindakan wajar. Sebab KPK membawa surat izin penggeledahan dari pengadilan.

"Ya dalam penggeledahan memang diambil seperti surat kuasanya Pak SN pada saya, karena Pak SN surat kuasanya pada kantor saya kan nggak cuma satu, kan ada 7 surat kuasa yang di mana itu berbeda," sambungnya.

Sebelumnya Ketua tim kuasa Fredrich, Sapriyanto Refa, mengatakan dalam penggeledahan, KPK menyita dokumen yang berhubungan dengan tindak pidana yang dilakukan Fredrich. Ada 27 item yang disita KPK, termasuk 3 handphone milik karyawan.

Penggeledahan ini terkait dengan kasus perintangan penyidikan dengan tersangka Fredrich dan dokter Bimanesh Sutarjo. Keduanya dijerat pasal 21 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah menjadi UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1.

Kedua tersangka diduga memanipulasi data rekam medis Novanto yang saat itu dirawat di RS Medika Permata Hijau karena mobil yang ditumpangi kecelakaan.

Sumber: detik.com | Editor: Jandri





 
 
 
Home | Daerah | Nasional | Internasional | Hukrim | Gaya Hidup | Politik | Sport | Pendidikan | Metropolis | Sosial Budaya | Kesehatan | Ekbis
Religi | Kupas Berita |Tokoh | Profil | Opini | Perda | DPRD Kota Pekanbaru | Tanjung Pinang-Kepri | Indeks
Pedoman Media Siber | Kode Etik Internal Perusahaan Pers |Redaksi
Copyright 2012-2021 SULUH RIAU , All Rights Reserved