Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Nasional
Febri Diansyah, Aktivis Paling Berpengaruh Jadi Jubir KPK
Selasa, 06 Desember 2016 - 10:54:06 WIB
Febri Diansyah dan Johan Budi

JAKARTA, Suluhriau- Ruang kerja juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lantai 3 belum pernah lagi dipakai sejak ditinggalkan Johan Budi Sapto Pribowo, 17 Oktober 2014.

Saat itu, Johan dilantik secara resmi menjadi Deputi Pencegahan, meski pekerjaan sebagai juru bicara masih dia lakoni.

Hari ini KPK telah melantik Febri Diansyah sebagai pengganti Johan. Sebuah proses panjang lantaran posisi strategis itu dibiarkan kosong selama lebih dari dua tahun.

Sebagai lembaga yang pernah memberikan penghargaan kepada Febri, Charta Politika menanggapi positif pelantikan Febri. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, penghargaan Charta Politika Award III salah satunya diberikan kepada Febri dengan kategori pengamat/atitivis paling berpengaruh tahun 2011.

"Febri adalah tokoh paling berpengaruh di bidang media massa. Dia berada di urutan pertama hasil analisis media monitoring kami," kata Yunarto kepada dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (6/12/2016).

Dalam Award itu, nama Febri mencuat di urutan teratas mengalahkan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dan Ray Rangkuti. Bagi Charta Politika, sangat mengejutkan bahwa aktivis antikorupsi bisa mengalahkan pengamat politik yang sebenarnya memiliki sebaran isu yang lebih banyak.

"Tetapi pelantikan Febri sebagai Juru Bicara KPK tidak mengagetkan karena tingkat kematangan berpikir dan artikulasi Febri sangat baik meskipun usianya masih muda," tutur Yunarto.

Butuh waktu lebih dari dua tahun untuk KPK sebelum melantik Febri, kata Yunarto, terjadi lantaran situasi lembaga pimpinan Agus Raharjo itu mengalami masa-masa sulit. Pengunduran diri Johan 23 Desember 2015 membuat KPK yang selama ini bergantung pada dirinya agak sulit menentukan pilihan.

Apalagi, Johan adalah Jubir pertama KPK. Namun pemilihan Febri dianggap tepat lantaran dianggap memiliki kesamaan dengan Johan.

"Apalagi sebelumnya, KPK punya Jubir sekaliber Johan Budi yang disenangi media, memiliki trust publik. Kalau penggantinya kelasnya kalah di bawah Johan, otomatis berpengaruh ke branding KPK, apalagi publik enggak hapal nama-nama pimpinan," ujarnya.

Yunarto berpendapat, setelah ditempa tiga tahun di KPK-sejak bergabung di lembaga antikorupsi itu tahun 2013-pemilihan Febri menggantikan Johan diperkirakan mendapat sorotan positif. Hal ini karena Febri telah dikenal luas oleh publik dan memiliki rekam jejak yang baik.

Dalam Charta Politika Awards 2012, lembaga riset itu memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dianggap berpengaruh. Mereka digolongkan dalam enam kategori, pimpinan kementerian/lembaga pemerintah, kategori politikus partai koalisi pemerintah, politikus partai oposan, kepala daerah,  pengamat/aktivis, dan lifetime achievement.


Sumber:  CNN Indonesia.com





 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat