Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Nasional
Termasuk Pengamanan di Perairan Sulu
Jokowi dan Duterte Hasilkan Tiga Kesepakatan
Sabtu, 10 September 2016 - 13:57:32 WIB

JAKARTA, Suluhriau- Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina menyepakati tiga hal setelah melakukan pertemuan bilateral selama kurang lebih dua jam Jumat, (9/9/2016).

Kesepakatan itu di antaranya menyelesaikan perkara calon jemaah haji Indonesia yang menunaikan ibadah haji menggunakan paspor Filipina.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Duterte terhadap 177 orang calon haji kita yang bermasalah dan 168 sudah diselesaikan. Masih ada sembilan orang di Manila, kami minta juga dibantu agar perkaranya bisa cepat selesai," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jumat.

Pada Agustus lalu, terungkap bahwa sebanyak 177 Warga Negara Indonesia berangkat menunaikan ibadah haji menggunakan kuota haji Filipina. Selain itu, mereka juga menggunakan paspor Filipina secara ilegal. Menurut Kementerian Hukum dan HAM, sebanyak 700 WNI yang sudah mengambil jatah haji warga Filipina.

Kesepakatan kedua antara Jokowi dan Duterte yaitu terkait pengamanan di perairan Sulu, Filipina Selatan. Pembicaraan ini berkaitan dengan maraknya penyanderaan terhadap WNI di sekitar perairan Sulu yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Jokowi mengatakan Duterte sepakat untuk meningkatkan keamanan di perairan Sulu yang kerap dilintasi kapal untuk mengirim batubara dari Indonesia ke Filipina.

Rencananya, kata Jokowi, peningkatan keamanan juga akan diwujudkan melalui patroli bersama. Hal itu sudah lama disepakati lewat perjanjian trilateral antara Indonesia, Filipina dan Malaysia di Yogyakarta beberapa bulan lalu, serta pertemuan di Bali perihal penanggulangan terorisme.

"Kami harapkan ke depan sudah tidak ada masalah keamanan lagi di Laut Sulu. Dan kami akan bersama-sama berpatroli untuk menjamin keamanan di laut itu," kata Presiden Duterte.

Kesepakatan ketiga, Presiden Duterte mengatakan negaranya dan Indonesia sepakat untuk bekerja sama menanggulangi terorisme, penyebaran paham ekstrim, serta penyelundupan obat-obatan di Indonesia dan Filipina.

"Kami sepakat bekerja sama untuk mencegah, menangkap, dan mengadili para pelaku teror di lingkungan kita. Kami juga berbagi keresahan yang sama soal penyebaran obat-obatan terlarang dan dampaknya pada masyarakat kita," terang Duterte.

Isu terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, tidak disinggung sama sekali dalam pertemuan bilateral ini. Padahal, hal itu termasuk salah satu yang ditunggu-tunggu oleh Kejaksaan Agung. Sebab, Kejaksaan Agung tak bisa mengeksekusi terpidana kasus narkotika tahun 2010 itu apabila proses hukum Mary Jane di Filipina tidak usai. "Tidak ada pembahasan soal itu sama sekali," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

Sumber: tempo.co | Editor: Jandri



 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat