Satwa Liar Bebas Diperjualbelikan, WWF Pertanyakan Pengawasan BKSDA Riau
Senin, 18 April 2016 - 21:23:32 WIB
PEKANBARU, Suluhriau- Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mengkritik kinerja balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Riau yang dinilai lemah mengawasi praktik jual beli satwa langka.
Bahkan satwa liar itu sudah masuk dalam tahap jual beli untuk dikonsumsi. Menurut Humas WWF Samsidar, praktik jual beli satwa langka di Riau katanya semakin marak, selain dikonsumsi juga ada diperjualkan lintas negara.
Anehnya kata Samsidar, BKSDA terkesan tidak mengetahui adanya satwa langka yang dijualbelikan di Pasar Palapa Pekanbaru.
Penjualan satwa liar untuk dikonsumsi tersebut, diketahui setelah ditangkapnya 3 pedagang yang memperjualbelikan satwa langka di pasar Palapa atas laporan Civil Society Organization (CSO) Scorpion monitoring ke Polda Riau.
Syamsidar menambahkan, hasil investigasi yang dilakukan pihaknya bersama sejumlah lsma lainya, pasokan satwa langka berasal dari kawasan taman nasional Rimbang Baling yang berada di Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar.
Selain itu, ada juga informasi soal perdagangan satwa langka online di Pekanbaru, namun pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan selanjutlan dilaporkan ke pihak berwajib.
Syamsira mengatakan, kebanyakan satwa langka tersebut dijual dan dibeli sesuai kebutuhan masing-masing, harganya disesuaikan dan beragam sesuai dengan kelangkaan satwa, bahkan ada juga yang digunakan untuk kegiatan yang sifatnya klenik dan mistis, seperti harga Siamang sekitar Rp 2 juta per ekor dan kukang Rp 300 ribu, (slt)
Komentar Anda :