Senin, 26 Oktober 2026 Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Damkar, Ingatkan Perkuat Layanan Darurat | Berujung Saling Dorong, Demo di Kantor Gubri Ricuh, Satu Mahasiswa UIR Tumbang dan Dievakuasi | Ratusan Mahasiswa Unri Geruduk DPRD Riau, Desak Bongkar Dalang Karhutla | SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital | Wako Agung Nugroho Lantik 17 Pejabat Pemko Pekanbaru, 4 Eselon II Bergeser, Berikut Nama dan Jabatan | Pasokan Gas Berkurang, PLN Siapkan Pemadaman Bergilir di Riau
 
 
☰ Sosial Budaya
SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital
Senin, 26 Oktober 2026 - 19:58:18 WIB

SULUHRIAU, Jakarta - Arus informasi palsu yang kian deras di ruang digital membuat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) memperkuat sinergi.


Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara SMSI dan RRI di Ruang Rapat Direktur Utama RRI, Jakarta, Senin (26/10/2026). 


Kerja sama ini difokuskan pada penanggulangan hoaks sekaligus peningkatan kompetensi insan media.


Ketua Umum SMSI Firdaus mengatakan, kerja sama tersebut merupakan gagasan bersama antara dirinya dan Direktur Utama RRI untuk menjawab persoalan hoaks yang semakin kompleks.


Kolaborasi ini merupakan manifestasi dari gagasan Dirut RRI dan Ketum SMSI untuk melawan hoaks, kata Firdaus.


Menurut dia, kolaborasi SMSI dan RRI akan diwujudkan melalui sejumlah program, antara lain Training of Trainers (ToT), Uji Kompetensi Wartawan (UKW), serta penyebaran informasi pembangunan.


Firdaus menyebut SMSI saat ini menaungi ribuan media siber, termasuk media startup atau media rintisan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.


Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk membantu menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat.


Media startup atau media rintisan yang tergabung dalam SMSI sebanyak 3.181 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung program penyebaran informasi pembangunan, ujarnya.


Dia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya mengintegrasikan RRI dan TVRI sebagai platform media publik yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk dalam konteks memperkuat penyebaran informasi pembangunan.


SMSI juga mendukung pengintegrasian RRI dan TVRI menjadi platform global sebagai kekuatan pemerintah, kata Firdaus.


Firdaus menambahkan, persoalan hoaks tidak cukup dihadapi hanya dengan membantah informasi palsu setelah beredar.


Dibutuhkan ekosistem media yang memiliki kompetensi, profesionalitas, serta kemampuan melakukan verifikasi informasi.


Karena itu, peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu prioritas kerja sama SMSI-RRI.


Ia berharap kolaborasi tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pers yang semakin berkualitas.


Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI Hendrasmo mengatakan, kerja sama dengan SMSI merupakan bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan ekosistem informasi digital.


Hari ini kita kedatangan tokoh pers dan kita hadir dalam proyek yang lebih besar, yaitu bersama-sama menanggulangi hoaks, kata Hendrasmo.


Hendrasmo menjelaskan, tantangan informasi saat ini tidak hanya menyangkut media besar.


Media kecil dan media rintisan juga memiliki peran penting dalam membentuk ekosistem informasi publik.


Karena itu, RRI dan SMSI akan mendorong peningkatan kompetensi sekaligus membangun kolaborasi agar media mampu menghasilkan konten yang lebih berkualitas dan membantu masyarakat menghadapi banjir informasi di ruang digital.


Ketua Dewan Pers Prof Dr Komaruddin Hidayat yang hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti perubahan besar dalam pola masyarakat memperoleh informasi.


Menurutnya, pada masa lalu informasi melalui tulisan memiliki proses produksi yang relatif panjang dan melewati tahapan seleksi.


Media massa juga memiliki identitas, alamat, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap informasi yang diterbitkan.


Namun, perkembangan teknologi digital membuat situasi berubah drastis.


Media sosial kini menjadi ruang publik yang sangat besar, tempat siapa pun dapat memproduksi dan menyebarkan informasi.


Dulu informasi dikuasai oleh media massa, terakreditasi, terseleksi dan terverifikasi. Sekarang media sosial memenuhi ruang publik, ujarnya.


Komaruddin mengingatkan, derasnya arus informasi tidak selalu berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas pengetahuan masyarakat.


Di ruang digital, informasi yang benar bercampur dengan informasi yang belum terverifikasi, sensasi, bahkan penipuan.


Menurut dia, salah satu persoalan terbesar adalah algoritma platform digital yang secara perlahan membentuk pola konsumsi informasi masyarakat.


Apa yang sering dilihat, disukai, atau dicari seseorang akan menjadi bahan bagi algoritma untuk menyajikan informasi berikutnya.


Algoritma itu sebelumnya menjajah tanpa paksaan, mengendalikan tanpa paksaan, kata Komaruddin.


Dia menyebut data sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem digital.


Kebiasaan pengguna dalam menggunakan telepon pintar meninggalkan jejak data yang kemudian dapat digunakan untuk membentuk profil dan memberikan rekomendasi konten.


Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat menciptakan ruang informasi yang semakin personal.


Orang bisa menerima informasi yang sesuai dengan kesukaannya secara terus-menerus, sementara informasi yang berbeda semakin jarang ditemui.


Komaruddin menilai kondisi itu menjadi tantangan serius bagi masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, media, maupun pemerintah.


Kemampuan memeriksa dan mempertanyakan informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terbawa arus emosi yang dibangun melalui konten digital.


Yang serius sekali adalah kita tidak dilatih untuk mengecek informasi, katanya.


Dia juga mengingatkan, media sosial memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan emosi publik.


Dalam berbagai peristiwa di dunia, platform digital telah menunjukkan kemampuannya menggerakkan massa dan membentuk opini publik dalam waktu sangat singkat.


Karena itu, kerja sama antara lembaga publik seperti RRI dengan organisasi perusahaan media seperti SMSI menjadi penting untuk membangun ekosistem informasi yang lebih sehat.


Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi berlanjut dalam program konkret untuk meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat verifikasi informasi, serta menghadirkan informasi pembangunan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.


Acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, Anggota Dewas LPP RRI Enderiman Butar Butar, Direktur PP LPP RRI Mistam, Dewan Penasehat SMSI Pusat Prof Dr Taufiqurochman, Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Theodorus Dar Edi Yoga, serta Wakil Ketua Umum SMSI Bidang Usaha Media Siber dan Pengembangan Teknologi Digital Ilona Juwita.


Hadir pula Kepala Stasiun RRI Jakarta Ir M Bugi Hidayat, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi RRI Ade Irosadi, serta Kepala Pusat Pemberitaan RRI Yuliana Marta Doky. (rls)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Damkar, Ingatkan Perkuat Layanan Darurat
  • Berujung Saling Dorong, Demo di Kantor Gubri Ricuh, Satu Mahasiswa UIR Tumbang dan Dievakuasi
  • Ratusan Mahasiswa Unri Geruduk DPRD Riau, Desak Bongkar Dalang Karhutla
  • SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital
  • Wako Agung Nugroho Lantik 17 Pejabat Pemko Pekanbaru, 4 Eselon II Bergeser, Berikut Nama dan Jabatan
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue Damkar, Ingatkan Perkuat Layanan Darurat
    02 Berujung Saling Dorong, Demo di Kantor Gubri Ricuh, Satu Mahasiswa UIR Tumbang dan Dievakuasi
    03 Ratusan Mahasiswa Unri Geruduk DPRD Riau, Desak Bongkar Dalang Karhutla
    04 SMSI dan RRI Teken MoU, Bersinergi Lawan Hoaks di Ruang Digital
    05 Wako Agung Nugroho Lantik 17 Pejabat Pemko Pekanbaru, 4 Eselon II Bergeser, Berikut Nama dan Jabatan
    06 Pasokan Gas Berkurang, PLN Siapkan Pemadaman Bergilir di Riau
    07 Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Hari Ini, Bidik 10 Pelanggaran Lalin, Personel Diminta Hindari Pungli
    08 Bukan Sekadar Tanam Pohon, Kapolres Kampar Titip Pesan Lingkungan kepada Pelajar
    09 Jangan Abai! Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai Senin 26 Oktober, Ini 10 Sasarannya
    10 SK Diperpanjang, Gaji PPPK Paruh Waktu Kampar Mulai Cair Senin 26 Oktober
    11 Pabrik Lee Biscuits Tutup Akhir Oktober Ini Setelah 92 Tahun Berjalan, Biskuit Marie Hadapi Babak Baru
    12 Kapolri Suyudi Dorong Larangan Total Vape, Soroti Ancaman Pintu Masuk Narkotika Cair
    13 Sejumlah Titik di Pangeran Hidayat Disisir Polisi, 18 Paket Sabu dan 4 Pria Positif Narkoba Diamankan
    14 Air Sungai Batang Bio Keruh, Polsek Kampar Kiri Gerebek PETI di Tanjung Permai, 5 Rakit Dibakar
    15 Gubuk di Kebun Sawit di Desa Silam Kuok Dirazia Polisi, Orang Tak Ada Tapi Ditemukan Bong dan Pipet
    16 Pacu Sampan Buluh Cina Jadi Ikon Wisata Kampar, Dongkrak Ekonomi Warga
    17 Terungkap di Sidang, Zulkarnain Serahkan 8.000 Dolar Singapura kepada Suhardiman di Bandara
    18 Sembunyikan Sabu di Sumur Bor, Pria di Tapung Hilir Dibekuk Polisi
    19 Pisah Sambut Kakanwil Kemenkum Riau, Edison Manik Tekankan Program Berkesinambungan
    20 Polsek Tambang Bekuk Pengedar Sabu 2,42 Gram di Desa Kualu
    21 Polisi Gerebek Lokasi Penyimpanan Solar Subsidi di Tapung, 14 Jerigen Diamankan
    22 Delapan Petinggi PT SPRH Ditahan Kejati Riau, Komisaris Utama Sempat Pingsan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat