Minggu, 11 Oktober 2026 Jelang Demo Besar, Pemimpin Partai Kecoak Ditangkap Polisi | Banjir Kembali Terjang Kota Padang Sabtu Sore, Perumahan Lumin Park Jadi Titik Terparah | Mancing di Tanjung Senekip, Tiga Remaja Jatuh ke Laut, Dua Meninggal Dunia, Satu Selamat | Simpan Sabu di Atas Kasur, Warga Bandar Picak Diciduk Polsek XIII Koto Kampar | Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar | Simpan Sabu di Semak Dekat Rumah, Warga Koto Kampar Hulu
 
 
☰ Internasional
Jelang Demo Besar, Pemimpin Partai Kecoak Ditangkap Polisi
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 22:01:43 WIB
Partai Kecoak Janta (CJP) mengambil pendekatan yang nyeleneh terhadap politik. (Foto: Situs Partai Kecoak Janta)

SULUHRIAU, New Delhi - Kepolisian India menangkap pemimpin gerakan populer Partai Janta Kecoak (CJP) pada Sabtu (10/10/2026) waktu setempat. 


Penangkapan dilakukan menjelang unjuk rasa besar-besaran untuk memprotes Komisi Pemilihan Umum India (ECI).


Abhijeet Dipke yang merupakan pemimpin CJP dan dua tokoh pemimpin lainnya dari gerakan tersebut ditangkap sebelum turun dari pesawat di New Delhi. Kota tersebut menjadi lokasi unjuk rasa besar-besaran yang digagas gerakan yang dipimpin kaum muda tersebut.


Unjuk rasa itu merupakan puncak dari mobilisasi kubu oposisi selama berminggu-minggu menyusul tuduhan adanya pelanggaran dalam revisi daftar pemilih nasional yang dilakukan oleh ECI.


Partai-partai oposisi dan para pengkritik menyatakan bahwa revisi itu dapat menghilangkan hak pilih jutaan pemilih di India, dan menguntungkan Partai Bharatiya Janata atau BJP. Partai nasionalis Hindu yang kini berkuasa dan dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.


ECI telah menepis tuduhan soal keganjilan dalam revisi insentif khusus, dengan menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menghapus data pemilih ganda dan pemilih yang tidak memenuhi syarat.


Ini resmi, kita hidup di bawah kediktatoran mutlak yang dipimpin oleh Modi, kata Arvind Kejriwal dari partai oposisi Partai Aam Aadmi dalam pernyataannya.


Menangkap kecoak tepat saat mereka turun dari pesawat, menunjukkan tingkat ketakutan yang belum pernah terjadi sebelumnya, cetusnya.


New Delhi berada dalam cengkeraman pengamanan ketat sejak Jumat 9 Oktober, dengan puluhan ribu personel kepolisian dan paramiliter dikerahkan untuk menghadang orang-orang yang hendak menuju lokasi utama unjuk rasa.


Otoritas setempat menutup puluhan stasiun metro, membatalkan sejumlah layanan kereta api menuju ke New Delhi, dan memutus akses internet seluler untuk sementara waktu di area sekitar lokasi unjuk rasa.


Tayangan televisi setempat pada Sabtu 10 Oktober menunjukkan personel kepolisian sedang mengejar sejumlah demonstran dan membawa mereka secara paksa ke dalam kendaraan di area pusat kota New Delhi.


Sejauh ini, menurut laporan media lokal, lebih dari 200 demonstran telah ditangkap.


Unjuk rasa ini secara luas dipandang sebagai pengulangan dari mobilisasi massa CJP pada Juli lalu, yang berujung mundurnya Menteri Pendidikan akibat skandal ujian. Kali ini, mereka menuntut Ketua ECI Gyanesh Kumar untuk mundur dari jabatannya. (dtc, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Jelang Demo Besar, Pemimpin Partai Kecoak Ditangkap Polisi
  • Banjir Kembali Terjang Kota Padang Sabtu Sore, Perumahan Lumin Park Jadi Titik Terparah
  • Mancing di Tanjung Senekip, Tiga Remaja Jatuh ke Laut, Dua Meninggal Dunia, Satu Selamat
  • Simpan Sabu di Atas Kasur, Warga Bandar Picak Diciduk Polsek XIII Koto Kampar
  • Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Jelang Demo Besar, Pemimpin Partai Kecoak Ditangkap Polisi
    02 Banjir Kembali Terjang Kota Padang Sabtu Sore, Perumahan Lumin Park Jadi Titik Terparah
    03 Mancing di Tanjung Senekip, Tiga Remaja Jatuh ke Laut, Dua Meninggal Dunia, Satu Selamat
    04 Simpan Sabu di Atas Kasur, Warga Bandar Picak Diciduk Polsek XIII Koto Kampar
    05 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
    06 Simpan Sabu di Semak Dekat Rumah, Warga Koto Kampar Hulu
    07 Pegadaian Ajak Siswa Kenali Keragaman Geologi Lewat Geopark Silokek ke Anak SD
    08 Pawai Ta'aruf MTQ ke-55 Kampar di Gunung Sahilan Ditiadakan, Bupati Ingatkan Gunakan Masker
    09 Universitas Pahlawan Resmikan Kebun Raya, Hadirkan Ahli dari 5 Negara
    10 Bawa Balita, Speedboat Penyelundup Migran Ditangkap di Bintan Kepri
    11 Simpan Sabu di Bagasi Motor, Warga Subarak Gunung Sahilan Ditangkap Polisi
    12 Pengukuran Maturitas KI 2026 Dimulai, Kanwil Kemenkum Riau Siap Berbenah
    13 Kebakaran di Teras Lantai 6 Gedung Kejati Riau, Karpet dan Pipa Hangus
    14 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Nanas Kualu Kampar Jadi Produk Unggulan Daerah
    15 Kakanwil Kemenkum Riau Audiensi dengan Ketua Pengadilan Tinggi Riau
    16 Pamit Tugas ke Sumut, Rudy Pakpahan Paparkan Inovasi HARMONITAS ke Plt Gubernur Riau
    17 Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, 3.000 Masker Gratis Dibagikan KSABP untuk Pengendara
    18 Guru Ngaji 61 Tahun di Kampar Ditangkap, Diduga Cabuli 4 Anak di Bawah Umur
    19 Berdayakan Perempuan, Ibu- Ibu di Tapung Dilatih Buat Sabun Cuci Tangan
    20 Serahkan Hasil Analisis 17 Perda, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pembenahan Regulasi Daerah
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Kebutuhan Penambahan Subjek Tarif Layanan RSUD Indrasari Rengat
    22 Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 215,5 Mikrogram
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat