SULUHRIAU, Kuala Lumpur - Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, wafat pada Senin (28/9/2026) di Kuala Lumpur dalam usia 100 tahun.
Kantor Sekretariat Mahathir Mohamad dalam keterangan resmi menyebutkan pemakaman akan dilangsungkan Senin pukul 16.30 di Putrajaya.
Kepergian Siti Hasmah mengundang duka mendalam dari berbagai tokoh nasional Malaysia.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa. Pemerintah Malaysia akan menggelar pemakaman kenegaraan dan penghormatan penuh bagi almarhumah.
Bangsa Malaysia akan terus mengenang sosok Ibu Negara dan jasa-jasanya bagi Malaysia, demikian keterangan resmi PM Anwar yang pernah menjadi Wakil PM pada era pertama kepemimpinan Mahathir tahun 1990-an.
Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong Sultan Ibrahim Sultan Iskandar dan Permaisuri Raja Zarith Sofiah juga menyampaikan duka bagi Mahathir dan keluarga.
Baginda Yang Mulia menyampaikan doa bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi kekuatan dan ketabahan di tengah duka, demikian keterangan di media sosial Sultan Ibrahim.
Istri PM Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail, mengenang Siti Hasmah sebagai sosok yang tenang, teguh dan penuh belas kasih.
Tun Siti Hasmah tidak hanya orang terhormat, tetapi menjadi teladan bagi saya untuk bertindak yang santun dan bijaksana. Orang akan mudah jatuh hati pada beliau, kata Wan Azizah.
Secara pribadi Wan Azizah berteman baik dengan Siti Hasmah, namun hubungan keduanya sempat merenggang akibat perseteruan politik Mahathir dan Anwar pada September 1998.
Rekonsiliasi terjadi pada November 2016. Kala itu Siti Hasmah dan Wan Azizah saling berpelukan dan menangis, ketika kubu Mahathir dan Anwar sepakat berkoalisi menghadapi Najib Razak dalam pilihan raya 2018.
Mahathir Mohamad dikenal sebagai Bapak Modernisasi Malaysia saat menjabat sebagai PM keempat tahun 1981 hingga 2003. Di bawah kepemimpinannya Malaysia mengalami percepatan industrialisasi dan menjadi salah satu Macan Asia.
Mahathir kembali menjadi PM tertua pada 2018 setelah mengalahkan Najib yang terjerat skandal korupsi 1MDB. Namun kepemimpinan periode keduanya hanya berlangsung dua tahun karena koalisi bubar akibat friksi internal pada 2020.
Pasangan Mahathir dan Siti Hasmah tercatat sebagai pasangan menikah tertua dalam sejarah. Mereka dikaruniai tujuh anak, di antaranya pebisnis Mokhzani Mahathir, aktivis sosial Marina Mahathir dan politisi Mukhriz Mahathir yang pernah menjadi Menteri Besar Kedah.
Siti Hasmah lahir di Klang, Selangor, 12 Juli 1926. Ia menempuh pendidikan medis di King Edward VII College di Singapura, kini Fakultas Kedokteran National University of Singapore, hingga lulus tahun 1955.
Ia dikenal sebagai sosok populer dan jauh dari kontroversi. Rendah hati dan memiliki selera humor, pribadinya berbeda dari Mahathir yang dikenal lugas tanpa basa-basi.
Siti Hasmah adalah perempuan pertama yang diangkat menjadi dokter umum di Kedah, kampung halaman Mahathir. Ia mendorong pelayanan kesehatan ibu dan keluarga berencana saat berkarya di masyarakat.
Ia juga memimpin berbagai organisasi seperti Perkumpulan Pandu Perempuan Malaysia yang aktif dalam kesejahteraan keluarga, pemberdayaan perempuan dan pencegahan narkoba.
Mahathir menyebut Siti Hasmah sebagai tulang punggung keberhasilannya dalam memimpin Malaysia. Ia mengagumi tekad istrinya menempuh pendidikan medis yang jarang diraih perempuan Melayu pada masa itu.
Itu membuktikan kuatnya pribadi Siti Hasmah, kata Mahathir dalam wawancara untuk CNN pada 2018 seperti dilansir kompas id. (src)