Minggu, 08 November 2026 Doli Kurnia Bantah Isu Munaslub Golkar, Sebut Ada Upaya Memperkeruh Internal Partai | Aksinya Terekam CCTV, Spesialis Bongkar Rumah Ditangkap Polsek Tapung | Pahami KUHP dan KUHAP Baru, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Perancang Nasional | Siapkan Peacemaker Training 2026, Kemenkum Riau Dorong Kades dan Lurah Jadi Juru Damai | Info Narkoba Viral di Medsos, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Amankan Dua Orang Positif Sabu | Kemenkum Riau Teken Addendum Bankum Periode II, Gandeng 22 LBH untuk Warga Miskin
 
 
☰ Metropolis
Penegakan Hukum Lebih Mendesak dari Tambah Kuota
Antrean Solar Mengular di SPBU, DPRD Riau Dorong Satgas Khusus Bongkar Kebocoran BBM Subsidi
Rabu, 23 September 2026 - 19:34:10 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru– Antrean panjang truk dan kendaraan logistik di SPBU masih terlihat hampir setiap hari di Riau. Solar subsidi yang seharusnya mudah didapat, justru langka.


Persoalan itu memicu langkah tegas di DPRD Riau. Rabu (23/9/2026), Komisi IV DPRD Riau menggelar rapat koordinasi dengan banyak pihak.


Hasilnya, muncul desakan membentuk Satuan Tugas khusus untuk mengusut kebocoran distribusi solar subsidi.


Rapat dihadiri Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan, Ketua Komisi IV Ma'mun Solikhin, serta perwakilan GMKR, GEMA, LMB, Hiswana Migas Riau, hingga unsur TNI dan Kepolisian.


Desakan pembentukan Satgas bukan tanpa alasan. Dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan solar subsidi dinilai sudah mengganggu aktivitas harian masyarakat. Penegakan hukum dianggap lebih mendesak ketimbang sekadar menambah kuota.


Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan memastikan usulan ini akan segera ditindaklanjuti.


Secepat mungkin akan disurati Pak Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan dinas terkait untuk pembentukan itu. Tentu nanti melibatkan diskusi dengan Forkopimda dan instansi terkait, kata Parisman usai rapat.


Senada, Ketua Komisi IV Ma'mun Solikhin berharap Satgas bisa terbentuk dalam waktu singkat. Menurutnya, kelangkaan solar sudah terlalu lama berlarut dan belum terurai.


Kalau kita berharap memang semakin cepat semakin bagus, karena kelangkaan ini kita rasakan sehari-hari, ujar Ma'mun.


Ia menegaskan masalah ini tidak bisa diselesaikan jika instansi berjalan sendiri-sendiri. Harus ada koordinasi dari hulu sampai hilir. Dari pengiriman, pengawasan SPBU, sampai pemakaian di lapangan.


Ada beberapa kejanggalan yang disorot DPRD. Pertama soal disparitas harga yang jomplang antara solar subsidi dengan BBM nonsubsidi seperti Dexlite. Kondisi ini memicu pergeseran dan godaan penyalahgunaan.


Kedua soal sistem barcode. DPRD mempertanyakan mengapa mobil-mobil mewah seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner masih bisa lolos menggunakan barcode solar subsidi.


Yang kita heran mengapa mobil-mobil bagus lolos di barcode-nya juga, ucap Ma'mun.


Ketiga, indikasi pemakaian solar subsidi oleh industri besar. DPRD mendapat laporan di lapangan, solar subsidi dipakai untuk alat berat, mesin pabrik, hingga modus pelangsiran memakai kendaraan yang dimodifikasi.


Isu itu bahkan menyeret dugaan adanya oknum yang membekingi.


Berita-berita dari bawah ini bahwa ini dibacking aparat dan sebagainya. Makanya kita undang tadi dari Polda sampai TNI, semua matra kita undang, tutur Ma'mun.


Soal wacana penambahan kuota, DPRD Riau tegas menolak sebelum audit dilakukan. Tambah kuota dianggap percuma jika kebocoran belum ditutup.


Teman-teman yang lain, ini tidak perlu, karena sudah cukup sebenarnya. Cuma ada penyelewengan itu, ungkapnya.


Jika titik penyelewengan ditemukan dan ditertibkan, kuota yang ada diyakini sudah cukup untuk kebutuhan masyarakat.


Kalau ketemu penyelewengannya kemudian ternyata kuotanya tidak perlu ditambah pun bisa teratasi, nah itu kan lebih bagus, lanjutnya.


Pengawasan SPBU juga jadi catatan. Kendala jaringan sistem digital dan CCTV yang tidak berfungsi di wilayah terpencil membuat kontrol lemah.


Namun Ma'mun mengingatkan, tanggung jawab tidak boleh berhenti di pintu SPBU. Pengawasan harus melebar hingga pemanfaatan di luar SPBU.


Kalau SPBU, ini tanggung jawabnya mulai dari titik nol. Setelah keluar ke mana-mana, dia tidak punya tanggung jawab, pungkasnya.


Melalui Satgas gabungan yang melibatkan provinsi, kabupaten kota, dan aparat penegak hukum, DPRD berharap peta kerawanan bisa dipetakan. Termasuk penindakan terhadap oknum yang mengambil hak masyarakat. (src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Doli Kurnia Bantah Isu Munaslub Golkar, Sebut Ada Upaya Memperkeruh Internal Partai
  • Aksinya Terekam CCTV, Spesialis Bongkar Rumah Ditangkap Polsek Tapung
  • Pahami KUHP dan KUHAP Baru, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Perancang Nasional
  • Siapkan Peacemaker Training 2026, Kemenkum Riau Dorong Kades dan Lurah Jadi Juru Damai
  • Info Narkoba Viral di Medsos, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Amankan Dua Orang Positif Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Doli Kurnia Bantah Isu Munaslub Golkar, Sebut Ada Upaya Memperkeruh Internal Partai
    02 Aksinya Terekam CCTV, Spesialis Bongkar Rumah Ditangkap Polsek Tapung
    03 Pahami KUHP dan KUHAP Baru, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Forum Perancang Nasional
    04 Siapkan Peacemaker Training 2026, Kemenkum Riau Dorong Kades dan Lurah Jadi Juru Damai
    05 Info Narkoba Viral di Medsos, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Amankan Dua Orang Positif Sabu
    06 Kemenkum Riau Teken Addendum Bankum Periode II, Gandeng 22 LBH untuk Warga Miskin
    07 Kemenkum Riau Bedah Pembinaan Jabatan Perancang Terkait Terbitnya PermenPANRB 19 Tahun 2026
    08 Pemerintah Siapkan Seleksi CPNS 2026, Pendaftaran Dibuka November
    09 Kabar Baik!, Pemerintah Putuskan PPPK Paruh Waktu Lintas Profesi Diangkat Penuh Waktu Mulai 2027
    10 Luka Bakar di Kaki Bocah 4 Tahun Bongkar Dugaan Pencabulan, Pria 25 Tahun Ditangkap
    11 Tangkap Kurir Ganja, Polisi Ungkap Bandar dengan 1,2 Kg Ganja dan Sabu di Desa Tanjung
    12 Grebek Rumah di Kota Bangun, 11 Paket Sabu Disimpan di Plafon Disita, Satu Orang Ditangkap
    13 PETI di Dusun Napan Kampar Kiri Ditertibkan, Polisi Kampar Bakar Rakit Alat Tambang
    14 Operasi Sarang Narkoba di Pekanbaru, 18 Bandar hingga Kurir Dibekuk
    15 Penggerebekan di Pekanbaru Ungkap 53 Pot Diduga Ganja dan Paket Siap Edar, Dua Pria Diamankan
    16 Ungkap Alasan Mengapa Tak Buka Ijazah Sejak Awal, Jokowi: Tak Yakin Persoalan Berakhir
    17 Kasus Penyadapan Prabowo, Irjen Slamet Uliandi Ditetapkan Mabes Polri Jadi Tersangka Keempat
    18 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Sinergi dengan Ditjen AHU melalui Pemetaan Kebutuhan Kerjasama
    19 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual dan Optimalisasi Royalti Musik
    20 Pegadaian Kanwil II Pekanbaru Perkuat Ekosistem Bank Sampah melalui Konsolidasi FORSEPSI
    21 Agung Rombak Lagi Pejabat Eselon II Pekanbaru, 8 Jabatan Strategis Diisi, Ini nama dan Jabatanya
    22 Dinilai Rusak Lingkungan, Polsek Kampar Kiri Tertibkan PETI di Sungai Sarik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat