Senin, 21 September 2026 Upacara Harhubnas di Kampar, Bupati Tekankan Keselamatan Bukan Seremonial | Asap Selimuti Riau, BMKG Catat 22 Hotspot dan Udara Kabur Hari Ini | Bupati Kampar Absen Langsung di Lapangan, TPP ASN Bolos Apel Bakal Dipotong | Riau Rangking 8 MTQ Nasional 2026, Kaltim Juara Umum | Diserahkan Bupati, Peserta Gowes Silaturrahmi 2026 Kampar dari Payakumbuh Raih Hadiah Motor | Berenang di Kolam Bekas Galian Green City, Pemuda Bukit Barisan Tenggelam
 
 
☰ Hukrim
Buka Kebun Ilegal di Kawasan Hutan, Buronan Karhutla Siak Ditangkap
Minggu, 20 September 2026 - 16:56:09 WIB

SULUHRIAU, Siak— Polres Siak menangkap buronan kasus kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Tualang.


Tersangka Y alias IM 48 tahun diduga membakar lahan gambut untuk membuka kebun kelapa sawit ilegal di dalam kawasan hutan.


Ia ditangkap Kamis (17/9/2026) setelah ditetapkan tersangka pada 8 September 2026.


Kasus bermula dari kebakaran lahan gambut di Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, pada 7 Agustus 2026. Lokasi berada di areal konsesi PT Arara Abadi Distrik Rasau Kuning.


Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, kebakaran pertama kali terdeteksi tim patroli perusahaan melalui pemantauan drone.


Petugas kemudian bergerak melakukan pemadaman.


Hasil penyidikan mengungkap tersangka sengaja membuat tiga titik pembakaran untuk membersihkan lahan yang akan ditanami sawit.


Api kemudian tidak terkendali dan meluas membakar sekitar 1,3 hektare dari total dua hektare lahan yang dikuasainya.


"Tersangka mengakui membuat tiga titik pembakaran untuk membersihkan lahan sebelum ditanami kelapa sawit. Namun api meluas dan tidak dapat dikendalikan hingga membakar sekitar 1,3 hektare lahan gambut," kata Sepuh, Sabtu 19 September 2026.


Saat petugas berupaya membuat sekat bakar menggunakan alat berat, tersangka justru menghalangi.


Tersangka yang berada di pondok sekitar 100 meter dari titik api mendatangi petugas sambil membawa dodos alat panen sawit. Ia melarang penggunaan alat berat karena khawatir tanaman sawit miliknya rusak.


"Ketika petugas berupaya membuat sekat bakar, tersangka justru menghalangi karena tidak ingin tanaman sawitnya rusak. Padahal sekat bakar diperlukan untuk membatasi penyebaran api," ujar Sepuh.


Akibatnya petugas tidak bisa menggunakan alat berat dan harus mengandalkan mesin pemadam.


Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah puluhan personel perusahaan, petugas keamanan, dan tim reaksi cepat dikerahkan.


Penyidikan juga mengungkap lahan yang dikuasai tersangka berada di kawasan hutan dalam areal konsesi perusahaan. Di lokasi ditemukan tanaman kelapa sawit yang sudah ditanam dan bibit yang siap ditanam.


Polisi mengamankan barang bukti berupa cangkul, mesin chainsaw, dua parang, dodos, bibit sawit, botol berisi pertalite, biosolar dan oli, serta tiga potong kayu bekas terbakar.


Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menegaskan penegakan hukum karhutla tidak hanya menyasar pembakar, tetapi juga dugaan penguasaan kawasan hutan secara ilegal.


"Penanganan karhutla tidak berhenti pada siapa yang menyalakan api. Penyidik juga mendalami aktivitas pemanfaatan lahan, termasuk dugaan kegiatan perkebunan ilegal di dalam kawasan hutan. Setiap pihak yang terbukti melanggar hukum akan dimintai pertanggungjawaban," ujar Akmadi.


Tindakan menghalangi pemadaman juga menjadi perhatian serius karena menghambat upaya mencegah meluasnya api.


"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jangan sampai kepentingan membuka perkebunan justru menimbulkan kebakaran yang merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat luas," tegasnya. (bbg)


 




 
Berita Lainnya :
  • Upacara Harhubnas di Kampar, Bupati Tekankan Keselamatan Bukan Seremonial
  • Asap Selimuti Riau, BMKG Catat 22 Hotspot dan Udara Kabur Hari Ini
  • Bupati Kampar Absen Langsung di Lapangan, TPP ASN Bolos Apel Bakal Dipotong
  • Riau Rangking 8 MTQ Nasional 2026, Kaltim Juara Umum
  • Diserahkan Bupati, Peserta Gowes Silaturrahmi 2026 Kampar dari Payakumbuh Raih Hadiah Motor
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Upacara Harhubnas di Kampar, Bupati Tekankan Keselamatan Bukan Seremonial
    02 Asap Selimuti Riau, BMKG Catat 22 Hotspot dan Udara Kabur Hari Ini
    03 Bupati Kampar Absen Langsung di Lapangan, TPP ASN Bolos Apel Bakal Dipotong
    04 Riau Rangking 8 MTQ Nasional 2026, Kaltim Juara Umum
    05 Diserahkan Bupati, Peserta Gowes Silaturrahmi 2026 Kampar dari Payakumbuh Raih Hadiah Motor
    06 Berenang di Kolam Bekas Galian Green City, Pemuda Bukit Barisan Tenggelam
    07 Jarwansah: Lelaki Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
    08 Dari Muara Takus ke Malaysia, Batik Kampar Curi Perhatian di Ajang Internasional
    09 Buka Kebun Ilegal di Kawasan Hutan, Buronan Karhutla Siak Ditangkap
    10 Kapolres Kampar Pimpin Sertijab Kasat Binmas Sekaligus Enam Kapolsek
    11 Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur, Polres Kampar Tangkap Remaja 17 Tahun
    12 Hujan Tak Surutkan Semangat, 3.000 Guru MDTA dan 340 Siswa Hadiri Porsadin VI
    13 Pertama dari Riau, Syair Perang Siak Masuk Daftar Warisan Dokumenter Nasional
    14 Sengketa Kopi Liberika Meranti Berakhir Damai, Kemenkum Riau Kawal Perdamaian IG
    15 Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Pemahaman Pelindungan Rahasia Dagang
    16 Kanwil Kemenkum Riau Hadiri Pelantikan 107 Advokat PERADI Pekanbaru
    17 Kanwil Kemenkum Riau Harmonisasi Tiga Rancangan Aturan Penting Kabupaten Rohil
    18 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Dialog Penyelesaian Persoalan Hukum Masyarakat
    19 Jejak Dua Mobil Mewah dalam Perkara Suap Sekda Kuansing Zulkarnain Dibuka di Sidang Perdana
    20 Kejar Adipura 2026, DLHK Pekanbaru Perang Lawan TPS Liar dan Gandeng PT ICE Kelola Sampah TPA Muara Fajar
    21 ISPA Meledak di Riau, Hanya Dalam Dua Pekan 1. 370 Kasus, Masker Gratis dan Tenda Darurat Disiapkan
    22 5 Jam Terobos Bukit Batu, Kapolres Kampar Pimpin Langsung Padamkan 7 Titik Api di Sungai Sarik-Balung
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat