Minggu, 11 Oktober 2026 Jelang Demo Besar, Pemimpin Partai Kecoak Ditangkap Polisi | Banjir Kembali Terjang Kota Padang Sabtu Sore, Perumahan Lumin Park Jadi Titik Terparah | Mancing di Tanjung Senekip, Tiga Remaja Jatuh ke Laut, Dua Meninggal Dunia, Satu Selamat | Simpan Sabu di Atas Kasur, Warga Bandar Picak Diciduk Polsek XIII Koto Kampar | Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar | Simpan Sabu di Semak Dekat Rumah, Warga Koto Kampar Hulu
 
 
☰ Peristiwa
Karhutla di Rimbo Panjang Masuk Hari ke 11, Angin Jadi Kendala Pemadaman Total
Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:45:23 WIB

SULUHRIAU, Kampar— Sudah 11 hari api di Rimbo Panjang belum benar-benar padam. Selasa (25/8/2026) pukul 08.30 WIB, operasi pemadaman kembali digeber di Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Titik koordinatnya 0.426282, 101.318764.


Lahan yang terbakar sekitar 13 hektare. Medannya berat. Tanah gambut dalam tertutup semak rapat. Api sering bersembunyi di bawah permukaan dan bisa menyala lagi kapan saja.


Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung operasi. Kekuatan dibagi menjadi 10 regu. Masing-masing regu ditugaskan di 10 titik kritis.


Total 283 personel gabungan diterjunkan. Rinciannya, Polri 153 orang, Brimob 45 orang, TNI 30 orang, BPBD 18 orang, Manggala Agni 18 orang. 


Dukungan juga datang dari swasta. PT SBAL 9 orang, PT Tasma Puja 4 orang, dan PT Rama Jaya Pramukti 6 orang. Mereka membawa alat dan kendaraan sendiri.


Peralatan disesuaikan dengan kondisi gambut. Brimob membawa pompa ministriker, nosel, selang, mesin Robin. Polres Kampar mengerahkan 7 unit ministriker dan 1 unit Robin. 


TNI menyiapkan tangki air. BPBD membawa mesin pompa bertekanan. Manggala Agni datang dengan peralatan khusus gambut. Perusahaan swasta menurunkan mobil damkar dan pompa jinjing.


Tantangan terbesar bukan hanya api. Arah angin kencang membuat penyemprotan sulit diarahkan ke pusat api. Angin juga berpotensi menyebarkan percikan dan asap ke titik baru.


Karena itu strateginya diubah. Selain memadamkan api yang terlihat, tim membuat blokade di lahan yang belum terbakar. Tujuannya mencegah penjalaran. Penyiraman menyeluruh juga dilakukan untuk pendinginan.


Garis polisi dipasang di sekeliling lokasi. Ini untuk keamanan dan mengatur lalu lintas warga yang melintas.


Menjelang pukul 12.00 WIB api sudah bisa dikendalikan. Tapi asap tipis masih mengepul dari lapisan bawah gambut. Itu tanda masih ada panas di dalam tanah.


Operasi pendinginan pun diperpanjang. Tim tidak akan mundur sebelum dipastikan benar-benar aman.


Kepada seluruh personel, Kapolres Boby menekankan keselamatan. 


"Saya tegaskan, keselamatan dan kesehatan Personil adalah prioritas utama. Medan gambut dan angin kencang adalah musuh berat, namun semangat kebersamaan kita tak tergoyahkan. Bekerjalah dengan hati-hati, saling menjaga rekan sejawat, dan gunakan perlengkapan pelindung diri dengan benar," ujarnya.


Ia juga mengimbau warga Kampar, khususnya di Tambang, untuk tetap waspada. Hindari aktivitas yang memicu api. Jika berada dekat lokasi, gunakan masker.


"Kami akan terus berjuang hingga api benar-benar padam dan wilayah kembali aman," tegas Boby.


Identitas pemilik lahan masih ditelusuri. Sementara itu, fokus utama tetap satu: memadamkan total dan mencegah kebakaran susulan. (hpk)


 




 
Berita Lainnya :
  • Jelang Demo Besar, Pemimpin Partai Kecoak Ditangkap Polisi
  • Banjir Kembali Terjang Kota Padang Sabtu Sore, Perumahan Lumin Park Jadi Titik Terparah
  • Mancing di Tanjung Senekip, Tiga Remaja Jatuh ke Laut, Dua Meninggal Dunia, Satu Selamat
  • Simpan Sabu di Atas Kasur, Warga Bandar Picak Diciduk Polsek XIII Koto Kampar
  • Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Jelang Demo Besar, Pemimpin Partai Kecoak Ditangkap Polisi
    02 Banjir Kembali Terjang Kota Padang Sabtu Sore, Perumahan Lumin Park Jadi Titik Terparah
    03 Mancing di Tanjung Senekip, Tiga Remaja Jatuh ke Laut, Dua Meninggal Dunia, Satu Selamat
    04 Simpan Sabu di Atas Kasur, Warga Bandar Picak Diciduk Polsek XIII Koto Kampar
    05 Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Evaluasi Dampak Kebijakan Indikasi Geografis di Sumbar
    06 Simpan Sabu di Semak Dekat Rumah, Warga Koto Kampar Hulu
    07 Pegadaian Ajak Siswa Kenali Keragaman Geologi Lewat Geopark Silokek ke Anak SD
    08 Pawai Ta'aruf MTQ ke-55 Kampar di Gunung Sahilan Ditiadakan, Bupati Ingatkan Gunakan Masker
    09 Universitas Pahlawan Resmikan Kebun Raya, Hadirkan Ahli dari 5 Negara
    10 Bawa Balita, Speedboat Penyelundup Migran Ditangkap di Bintan Kepri
    11 Simpan Sabu di Bagasi Motor, Warga Subarak Gunung Sahilan Ditangkap Polisi
    12 Pengukuran Maturitas KI 2026 Dimulai, Kanwil Kemenkum Riau Siap Berbenah
    13 Kebakaran di Teras Lantai 6 Gedung Kejati Riau, Karpet dan Pipa Hangus
    14 Kanwil Kemenkum Riau Dorong Nanas Kualu Kampar Jadi Produk Unggulan Daerah
    15 Kakanwil Kemenkum Riau Audiensi dengan Ketua Pengadilan Tinggi Riau
    16 Pamit Tugas ke Sumut, Rudy Pakpahan Paparkan Inovasi HARMONITAS ke Plt Gubernur Riau
    17 Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, 3.000 Masker Gratis Dibagikan KSABP untuk Pengendara
    18 Guru Ngaji 61 Tahun di Kampar Ditangkap, Diduga Cabuli 4 Anak di Bawah Umur
    19 Berdayakan Perempuan, Ibu- Ibu di Tapung Dilatih Buat Sabun Cuci Tangan
    20 Serahkan Hasil Analisis 17 Perda, Kanwil Kemenkum Riau Dorong Pembenahan Regulasi Daerah
    21 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Kebutuhan Penambahan Subjek Tarif Layanan RSUD Indrasari Rengat
    22 Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat, PM2.5 Tembus 215,5 Mikrogram
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat