SULUHRIAU, Pekanbaru- Badan Penanggulangan dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau bersiap menggelar rapat koordinasi besar. Sasarannya seluruh bidang Damkar kabupaten dan kota se-Riau.
Rakor ini bukan seremoni biasa. Tujuannya satu, memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di daerah.
Kepala Pelaksana BPBDPK Riau, Edy Afrizal, menegaskan pentingnya pertemuan ini. Ia menyebut pemerintah daerah adalah garda terdepan.
"Mereka yang paling tahu kondisi wilayah. Pemetaan bencana ada di tangan kabupaten dan kota," kata Edy di Pekanbaru, Selasa 18 Agustus 2026.
Peran provinsi, lanjutnya, adalah mendukung dan memfasilitasi. Karena itu koordinasi harus kuat agar penanganan bisa cepat dan tepat.
"Saya minta semua Kabid Damkar di daerah hadir. Kita perkuat konsolidasi. Dengan begitu kita bisa bergerak cepat saat terjadi bencana," tegasnya.
Penguatan tidak hanya di koordinasi. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BPBDPK Riau, Mulyadi, menyoroti peningkatan kapasitas personel.
Selain pemberdayaan masyarakat, kompetensi teknis petugas juga harus naik kelas. Sarana dan prasarana Damkar pun perlu ditingkatkan secara bertahap.
"Kita butuh peralatan yang memadai. Itu penunjang utama efektivitas penanganan kebakaran dan kondisi darurat," jelas Mulyadi.
BPBDPK Riau juga menyiapkan program pencegahan. Salah satunya Damkar Goes to School.
Program ini akan menyasar sekolah-sekolah di kabupaten dan kota. Tujuannya memberi edukasi kepada pelajar. Mulai dari cara mencegah kebakaran, penyelamatan diri, hingga tindakan awal saat api muncul.
Di sisi lain, peran Relawan Pemadam Kebakaran atau Redkar juga akan terus diperkuat. Mereka diharapkan jadi agen perubahan di tengah masyarakat. Fokusnya pada pencegahan sejak dini.
Dengan menyatukan provinsi, kabupaten, kota, petugas, relawan, dan masyarakat, BPBDPK optimistis. Penanganan kebakaran bisa lebih cepat dan efektif.
Rakor yang akan digelar ini diharapkan jadi ruang nyata. Bukan hanya berkoordinasi, tapi juga menyamakan strategi. Agar sistem penanggulangan kebakaran di Riau semakin responsif. (kim)
Komentar Anda :