Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Petani Inhil Menjerit, Harga Kelapa Anjlok 70 Persen, Anggota DPRD Riau: Pemrov Perlu Buat Patokan Harga
Selasa, 28 Juli 2026 - 13:08:40 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Harga kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir Inhil anjlok drastis. 


Komoditas andalan masyarakat pesisir Riau itu kini hanya dihargai Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram. Padahal sebelumnya harga normal berada di kisaran Rp7.000 per kilogram.


Kondisi ini memicu keprihatinan DPRD Provinsi Riau. Anggota Komisi dari Dapil Inhil, Andi Darma Taufik, mendesak Pemerintah Provinsi Riau bersama perusahaan pembeli segera menetapkan standar harga kelapa yang objektif dan adil.


"Penurunan harga kelapa di Inhil ini luar biasa. Dari Rp7.000 sekarang tinggal Rp1.800 per kilogram. Ini sangat mengganggu roda ekonomi masyarakat," kata Andi Darma Taufik kepada wartawan di Pekanbaru, Senin 27 Juli 2026.


Politisi PDI Perjuangan itu mengaku mendapat banyak keluhan langsung dari petani. Mereka resah karena harga terus ditekan sementara biaya produksi tidak turun.


Menurutnya, kelapa adalah tulang punggung ekonomi keluarga di Inhil. Sebagian besar warga menggantungkan hidup dari hasil kebun kelapa. Jika harga terus merosot, daya beli masyarakat akan lumpuh dan berdampak pada sektor lain.


Andi meminta Pemprov Riau tidak tinggal diam. Ia menilai intervensi pemerintah sangat mendesak untuk menyelamatkan harga dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.


Selain pemerintah, perusahaan besar yang menjadi pembeli utama juga diminta ikut bertanggung jawab. Andi mendorong adanya sinergi antara Pemprov dan korporasi dalam menentukan harga beli di tingkat petani.


"Biaya produksi kelapa cukup tinggi. Karena itu kami minta Pemprov bersama perusahaan pembeli duduk bersama, agar ada harga yang berpihak ke petani dan masyarakat tidak waswas," jelasnya.


Selama ini petani berada pada posisi lemah. Mereka tidak memiliki acuan harga dasar sehingga hanya bisa menerima keputusan sepihak dari perusahaan. Penurunan pun terjadi terus menerus, bisa puluhan hingga ratusan rupiah setiap hari.


Tanpa adanya patokan harga, posisi tawar petani semakin tergerus. Padahal Inhil merupakan salah satu sentra produksi kelapa terbesar di Riau dan penyumbang devisa melalui ekspor turunan kelapa.


Andi berharap pemerintah segera turun tangan dengan kebijakan konkret. Penetapan harga objektif dinilai menjadi solusi awal agar petani tidak terus dirugikan dan perekonomian pesisir Riau tetap terjaga. (src, mdc)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat