Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ DPRD Provinsi Riau
Rakor Bersama KPK, DPRD Riau Fokus Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Kelembagaan
Rabu, 04 Maret 2026 - 15:20:31 WIB
Ketua DPRD Riau Kaderismato saat memberikan cendramata kepada Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo.

SULUHRIAU,  Pekanbaru– Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi terus menjadi perhatian DPRD Provinsi Riau. 


Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi Wilayah Riau yang digelar bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Ruang Rapat Medium DPRD Provinsi Riau, Rabu (4/3/2026).


Kegiatan ini diikuti unsur pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Riau bersama jajaran Sekretariat DPRD Riau.



Hadir dalam rakor ini Ketua DPRD Riau Kaderismato dan tiga wakil ketua DPRD Riau. Sedangkan dari pihak KPK hadir Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I, Brigjen Pol. Agung Yudha Wibowo dan tim.


sebagai bagian dari langkah memperkuat integritas kelembagaan, meningkatkan transparansi, serta memperkokoh sistem pengawasan dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.


Rakor tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia mengenai pelaksanaan program pencegahan korupsi di daerah. 


Melalui forum ini, KPK bersama DPRD Riau membangun sinergi untuk memperkuat langkah-langkah preventif agar praktik korupsi dapat dicegah sejak dini melalui penguatan sistem dan tata kelola pemerintahan.



Dalam pemaparannya, tim KPK menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penindakan hukum, tetapi juga harus diawali dengan membangun budaya integritas di setiap lembaga negara, termasuk lembaga legislatif.


Karena itu, seluruh unsur DPRD didorong untuk terus mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan tugas kedewanan.



Forum tersebut juga membahas sejumlah area yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap praktik korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. 


Mulai dari proses pembahasan anggaran, penyusunan regulasi, pengawasan program pemerintah, hingga tata kelola administrasi kelembagaan menjadi bagian yang mendapat perhatian khusus.


Melalui identifikasi titik-titik rawan tersebut, DPRD Riau diharapkan mampu memperkuat sistem pengendalian internal sehingga potensi penyimpangan dapat diminimalkan sebelum berkembang menjadi pelanggaran hukum.



Selain menjadi forum koordinasi, rakor juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai strategi membangun sistem pencegahan korupsi yang lebih efektif di lingkungan pemerintahan daerah.


Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan manajemen risiko, penguatan pengawasan internal, peningkatan transparansi dalam proses pengambilan keputusan, serta pengelolaan administrasi yang akuntabel.



KPK juga mengingatkan bahwa keberhasilan pencegahan korupsi sangat bergantung pada komitmen seluruh unsur penyelenggara negara dalam menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi etika jabatan.


Dalam konteks DPRD, komitmen tersebut menjadi penting mengingat lembaga legislatif memiliki peran strategis sebagai pembentuk peraturan daerah, penyusun kebijakan anggaran bersama pemerintah daerah, sekaligus pelaksana fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.



Karena itu, penguatan integritas para anggota dewan beserta seluruh aparatur pendukung dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, bersih, dan dipercaya masyarakat.


Rakor juga menjadi momentum untuk menyelaraskan berbagai kebijakan pencegahan korupsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 


Sinkronisasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem kerja yang lebih transparan, efisien, serta mampu menutup celah terjadinya penyalahgunaan kewenangan.


Di sisi lain, kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen DPRD Provinsi Riau dalam mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi melalui pendekatan pencegahan yang berkelanjutan.



Penguatan sistem pengawasan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan tata kelola yang akuntabel, serta peneguhan budaya integritas menjadi bagian penting yang terus didorong dalam lingkungan DPRD.


Melalui rakor bersama KPK RI tersebut, DPRD Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus membangun lembaga legislatif yang profesional, transparan, dan akuntabel. 


Komitmen itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan rakyat, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Provinsi Riau. (Gal) 


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat