Iran Mulai Gelar Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Absen karena Alasan Keamanan
SULUHRIAU– Iran mulai memasuki rangkaian prosesi penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Upacara kenegaraan dan keagamaan digelar secara bertahap di sejumlah kota, namun perhatian publik justru tertuju pada absennya putra mendiang, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Berdasarkan keterangan sejumlah pejabat Iran, Mojtaba Khamenei dipastikan tidak menghadiri prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026.
Sebelumnya, pemerintah Iran juga menggelar upacara penghormatan terakhir di Teheran pada Sabtu (4/7/2026), yang akan dilanjutkan dengan seremoni di Kota Qom pada 7 Juli.
Ketidakhadiran Mojtaba memicu berbagai spekulasi. Namun, pejabat senior Iran, Ayatollah Hakim Elahi, menegaskan keputusan tersebut diambil semata-mata karena pertimbangan keamanan.
Menurutnya, situasi keamanan yang masih belum sepenuhnya kondusif membuat kemunculan Mojtaba di hadapan publik dinilai berisiko tinggi.
"Mojtaba tidak menghadiri prosesi karena alasan keamanan. Ada kekhawatiran ia kembali menjadi target serangan Israel," ujar Ayatollah Hakim Elahi, seperti dikutip NDTV.
Ia menjelaskan, ancaman terhadap keselamatan Mojtaba bukan hanya membahayakan dirinya secara pribadi, tetapi juga berpotensi mengancam jutaan pelayat yang diperkirakan memadati lokasi upacara.
Karena itu, pemerintah dan aparat keamanan memilih membatasi seluruh aktivitas publik yang melibatkan anggota keluarga inti demi menghindari kemungkinan terjadinya insiden yang tidak diinginkan.
Sebelumnya, media IranWire juga melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei tidak terlihat dalam prosesi pemakaman istrinya, Zahra Hadad Adel, yang berlangsung pada Rabu (1/7/2026).
Zahra Hadad Adel disebut menjadi salah satu korban yang meninggal dunia bersama Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara yang dilaporkan terjadi di Teheran pada 28 Februari lalu.
Berdasarkan foto-foto yang beredar di media Iran, Mojtaba juga tidak tampak menghadiri upacara tersebut. Prosesi pemakaman saat itu digelar di lingkungan Sekolah Farhang dan dihadiri sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei sebelum wafat.
Sekolah Farhang sendiri merupakan jaringan pendidikan yang didirikan oleh Gholam-Ali Hadad-Adel. Zahra Hadad Adel diketahui berprofesi sebagai tenaga pendidik di salah satu cabang sekolah tersebut di Teheran.
Selain aktif sebagai guru, Zahra juga memiliki latar belakang akademik di bidang ilmu komunikasi dengan konsentrasi jurnalistik dari Universitas Allameh Tabataba'i.
Di tengah duka nasional yang masih menyelimuti Iran, absennya Mojtaba Khamenei dalam berbagai prosesi penghormatan terakhir menjadi perhatian publik internasional. Pemerintah Iran menegaskan bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada pertimbangan keamanan di tengah situasi yang masih dinamis. (Ant, kjr)
Komentar Anda :