Dorong Ruang Publik Lewat 5 Klaster DP3APM Pekanbaru Gandeng FW-KLA Wujudkan Kota Layak Anak
SULUHRIAU, Pekanbaru– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Pekanbaru mengajak media memperkuat peran dalam menyuarakan program Kota Layak Anak (KLA)
Ajakan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Forum Wartawan Kota Layak Anak (FW-KLA) di Aula DP3APM, Gedung Kompleks Perkantoran Walikota Tenayan Raya, Rabu (22/4/2026).
Kepala DP3APM Pekanbaru Erna Juita menegaskan, mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak butuh kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, media punya peran strategis dalam mengedukasi masyarakat lewat pemberitaan yang tepat dan berimbang.
“Keterlibatan semua pihak sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas perkembangan anak, baik melalui kegiatan edukatif maupun permainan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” kata Erna.
Ia juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap kegiatan anak. Tujuannya agar kegiatan tak hanya menghibur, tapi juga membentuk karakter dan moral sejak dini.

Erna mencontohkan, konsep pemenuhan hak anak kini sudah mulai diterapkan di ruang publik seperti hotel, perkantoran, dan pusat perbelanjaan modern yang menyediakan fasilitas ramah anak berupa ruang bermain.
“Ke depan, kita ingin konsep ini bisa dikembangkan lebih luas, tidak hanya di hotel, tetapi juga di berbagai tempat umum lainnya melalui kerjasama yang terintegrasi,” ujarnya.
Dalam paparannya, Erna menjelaskan program Kota Layak Anak mengacu pada lima klaster utama.
* Klaster pertama, adalah hak sipil dan kebebasan yang menjamin anak memiliki identitas serta hak untuk berpendapat.
* Klaster kedua, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, menekankan peran keluarga dalam tumbuh kembang anak.
* Klaster ketiga, mencakup kesehatan dasar dan kesejahteraan, termasuk pemenuhan gizi dan layanan kesehatan.
* Klaster keempat, adalah pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya untuk mendukung perkembangan intelektual dan kreativitas anak.
* Klaster kelima, perlindungan khusus, fokus pada perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi.

Dengan lima klaster itu, pemerintah berharap seluruh pihak memahami dan berkontribusi sesuai peran masing-masing.
Melalui rapat kerja ini, DP3APM menargetkan sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat semakin kuat. Tujuannya jelas: menjadikan Pekanbaru kota yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. (Adv)
Komentar Anda :