Mahasiswa Desak DPRD Riau Buka Dialog, Aksi Diwarnai Ketegangan di Tengah Gerimis
SULUHRIAU, Pekanbaru – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Riau, Rabu (17/6/2026).
Aksi yang awalnya berlangsung tertib berubah tegang ketika massa berupaya masuk ke area gedung dewan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sejak siang, mahasiswa bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai persoalan nasional, mulai dari kondisi perekonomian hingga sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Namun hingga aksi berlangsung, tidak satu pun anggota DPRD Riau terlihat menemui massa untuk berdialog.
Ketiadaan wakil rakyat tersebut memicu kekecewaan para demonstran. Massa kemudian bergerak mendekati pintu masuk gedung dan mendesak agar DPRD membuka ruang komunikasi secara langsung.
Di tengah hujan gerimis yang mengguyur kawasan Jalan Sudirman, mahasiswa tetap bertahan. Suara orasi terus menggema, diselingi seruan agar lembaga legislatif daerah tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang mereka angkat.
Situasi yang semakin dinamis membuat aparat kepolisian memperketat pengamanan. Barikade pagar hidup dibentuk di depan pintu masuk gedung guna menghalau massa yang berusaha memasuki area kantor DPRD.
Beberapa kali terjadi aksi saling dorong saat mahasiswa mencoba mendekati gerbang utama. Barisan polisi wanita (Polwan) yang berada di lapisan depan sempat terdorong mundur sebelum akhirnya mendapat bantuan personel pengamanan lainnya.
Untuk mengantisipasi eskalasi situasi, kepolisian menyiagakan pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) lengkap dengan perlengkapan pengamanan seperti tameng dan tongkat.
Puluhan personel ditempatkan di dalam area gedung sebagai langkah antisipatif apabila kondisi berkembang lebih lanjut.
Meski sempat terjadi ketegangan, situasi secara umum masih terkendali. Aparat keamanan dan massa aksi tetap berada pada posisi masing-masing tanpa adanya bentrokan yang berarti.
Mahasiswa menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah menyampaikan aspirasi dan memperoleh ruang dialog dengan para anggota dewan.
Karena itu, mereka terus bertahan di lokasi sembari menunggu kehadiran perwakilan DPRD Riau.
Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung. Massa tetap menyuarakan tuntutan mereka dari atas mobil komando, sementara Gedung DPRD Riau masih tertutup tanpa adanya perwakilan legislatif yang menemui demonstran.
Ketidakhadiran anggota dewan dalam aksi tersebut justru menjadi sorotan utama mahasiswa. Bagi mereka, yang dipertaruhkan bukan sekadar tuntutan yang dibawa ke jalan, melainkan sejauh mana ruang komunikasi antara rakyat dan wakilnya masih terbuka ketika suara kritik disampaikan secara langsung.
Beberapa isu menjadi sorotan utama mahasiswa. Bagi mereka, yang dipertaruhkan bukan sekadar tuntutan yang dibawa ke jalan, melainkan sejauh mana ruang komunikasi antara rakyat dan wakilnya masih terbuka ketika suara kritik disampaikan secara langsung.
Akhirnya mahasiswa sempat dijumpai Ketua DPRD Riau Kadarisman. Lalu aspirasi disampaikan dan anggota dewan akan menyampaika aspirasi disampaikan seperti soal makan bergizi gratis (MBG) dan isu militerisme.
"Kami dengar aspirasi dan akan kami sampaikan ke pusat," kata Kadarisman. (src)
Komentar Anda :