SULUHRIAU, Sumbar — Banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam.
Bencana yang dikenal dengan istilah galodo itu menyapu permukiman dan pusat pemerintahan.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Solok per Selasa 22 September 2026, sedikitnya 70 unit rumah dan 11 kantor pemerintahan terdampak.
Empat warga dilaporkan mengalami luka-luka.
"Untuk sementara tercatat empat warga mengalami luka-luka. Pendataan terhadap korban dan kerugian material masih terus kami lakukan. Saat ini ada sekitar 70 rumah dan 11 kantor pemerintah yang terdampak," tulis BPBD Solok.
Banjir bandang tidak hanya merendam rumah warga.
Kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok juga ikut terdampak cukup parah.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut beberapa kantor yang terdampak antara lain Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Bapelitbang, hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
"Sejumlah fasilitas pemerintahan mengalami dampak cukup berat, termasuk kantor PUPR, Dinas Kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang dan kawasan DPRD," ungkap Jon.
Derasnya aliran air membuat sejumlah ruangan di kawasan perkantoran terendam.
Arus bahkan membawa peralatan kantor keluar dari ruang penyimpanan.
"Air masuk dengan cukup deras ke kawasan perkantoran. Akibatnya, sejumlah peralatan dan perlengkapan kantor ikut terbawa arus hingga keluar dari ruangan," jelasnya.
Tidak hanya fasilitas pemerintahan, sejumlah rumah warga di sekitar kompleks perkantoran Bupati Solok juga terdampak.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan rumah dan fasilitas lain yang mengalami kerusakan.
Untuk mengantisipasi warga yang tidak bisa kembali ke rumah, pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian sementara.
"Kami sedang mempersiapkan posko pengungsian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau tidak memungkinkan untuk ditempati," kata Jon.
Hingga Selasa siang, proses penanganan masih berlangsung.
Petugas gabungan melakukan pembersihan material banjir, pendataan dampak, serta memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap banjir susulan, terutama jika hujan intensitas tinggi kembali mengguyur.
Dampak lain, banjir bandang membawa material lumpur, batu, dan material lainnya hingga menutup badan jalan Solok-Padang.
Akses kendaraan di jalur utama itu untuk sementara dihentikan demi keselamatan.
Kasat Lantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung mengimbau masyarakat memilih jalur alternatif.
"Jalur Solok-Padang sementara belum dapat dilalui karena tertutup material yang dibawa banjir. Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang," ujar Akbar.
Kepolisian meminta pengendara tidak menerobos jalur yang masih tertutup.
"Kami meminta pengendara tidak memaksakan melintas di lokasi terdampak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas sampai proses pembersihan selesai," katanya.
Akses Solok-Padang akan kembali dibuka setelah kondisi dinilai aman untuk dilalui. (src)
Komentar Anda :