Tim Sapu Bersih Tinjau Pasar
Harga Telur dan Ayam di Pekanbaru Turun, Pemko Pastikan Stok Pangan Aman
Rabu, 10 Juni 2026 - 20:27:59 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan ketersediaan dan harga komoditas pangan strategis di Pasar Pagi Arengka masih stabil pada Rabu (10/6/2026).
Monitoring yang dilakukan Tim Sapu Bersih Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan bahkan mencatat penurunan harga pada beberapa komoditas.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru Adrizal mengatakan, tidak ada komoditas yang mengalami kelangkaan maupun lonjakan harga signifikan.
“Tidak ada yang melonjak signifikan, bahkan pada beberapa komoditas mengalami penurunan. Penurunan cukup tinggi terjadi pada harga telur ayam dan daging ayam,” katanya.
Harga telur ayam saat ini berada di kisaran Rp44.000 hingga Rp48.000 per papan. Telur grade A dijual Rp48.000, grade B Rp46.000, dan grade C Rp44.000 per papan.
Harga ayam potong juga turun dari Rp29.000 menjadi Rp26.000 per kilogram. Ayam berukuran jumbo bahkan bisa didapat seharga Rp25.000 per kilogram.
Harga cabai merah ikut melandai. Setelah sempat menyentuh Rp60.000 per kilogram saat Iduladha, kini cabai merah bukit berada di Rp50.000 per kilogram dan cabai merah medan Rp40.000-Rp45.000 per kilogram.
Satu-satunya komoditas yang naik tajam adalah bawang putih, dari Rp30.000-Rp35.000 menjadi Rp39.000-Rp40.000 per kilogram. Adrizal menduga kenaikan dipengaruhi nilai tukar rupiah karena mayoritas bawang putih masih impor.
Sementara itu, harga beras, gula, dan minyak goreng terpantau stabil. Pemerintah masih menggelontorkan beras SPHP di pasar-pasar. Untuk Minyakita, stok yang tersedia saat ini mayoritas ukuran 2 liter, sementara pasokan ukuran 1 liter memadai namun cepat habis karena permintaan tinggi.
Adrizal menegaskan monitoring bersama Tim Saber Harga Pangan yang melibatkan Polresta, Kejari, TNI, Disperindag, dan Dinas Pertanian bertujuan memastikan tidak ada pihak yang mempermainkan harga.
“Kami mengimbau masyarakat berbelanja seperlunya dan tidak terpengaruh provokasi tentang lonjakan harga sehingga melakukan panic buying,” ujarnya. (src)
Komentar Anda :