Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Ekbis
Rupiah Makin Anjlok keRp 17.905, Ini Biang Keroknya Menurut Pengamat
Rabu, 03 Juni 2026 - 12:30:34 WIB

SULUHRIAU- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS makin anjlok. Di pasar spot, hingga pukul 10.38 Wib, rupiah anjlok hingga menembus level Rp 17.905 per dolar AS.


Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat posisi dolar AS.


"Hari ini rupiah kembali mengalami pelemahan akibat menguatnya minyak mentah dunia, WTI di 94,58 (dolar AS per barel), kemudian Brent crude oil pun mengalami penguatan di 96,72," kata Ibrahim dalam keterangannya, Rabu, (3/6/2026).


Selain itu, kebuntuan dalam perundingan antara AS dan Iran turut meningkatkan ketidakpastian di pasar global. 


Ketegangan antara Iran dan Israel juga memperburuk sentimen pasar. Ibrahim menilai, kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi.


Kenaikan harga energi diakuinya juga berpotensi mempertahankan tekanan inflasi AS, dan membuat bank sentral AS alias The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi. Bahkan masih berpeluang menaikkan suku bunga sekali lagi pada tahun ini.


"Kita lihat bahwa salah satu pejabat dari bank sentral AS, Hammack, yang dia mengatakan bahwa mungkin perlu bertindak segera jika tren inflasi tidak meredah. Artinya apa? Bahwa ini yang mengindikasikan bahwa kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga satu kali dalam tahun 2026," ujar Ibrahim.


Kemudian dari sisi domestik, Ibrahim menilai tingginya harga minyak meningkatkan kebutuhan dolar AS untuk impor energi. Selain itu, kebutuhan valas untuk pembayaran dividen dan kewajiban utang yang jatuh tempo juga menambah tekanan terhadap rupiah.


Dia juga menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat mengalihkan simpanan ke instrumen berbasis valas yang turut meningkatkan permintaan dolar AS di dalam negeri.


Untuk meredam tekanan terhadap rupiah, Ibrahim memandang pemerintah perlu menjaga stabilitas ekonomi domestik dan daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan.


Pemerintah menurutnya perlu memastikan ketersediaan pasokan barang, terutama barang impor yang terdampak kenaikan nilai tukar, serta memperkuat program bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran.


Selain itu, lanjut Ibrahim, pemerintah juga perlu memperkuat sektor riil dengan mendorong industrialisasi, pengembangan ekonomi biru, serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional.


"Kita harus tahu bahwa pemerintah harus mendorong industrialisasi dan ekonomi biru. Ini yang sangat sulit sekali sampai sekarang. Kenapa? Kita lihat bahwa pembentukan pertumbuhan ekonomi itu 50 persen dari daya beli masyarakat," ujarnya. (viva, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat