SULUHRIAU- Perundingan langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan setelah hampir 21 jam negosiasi, menurut laporan media Iran pada Minggu dini hari.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pembicaraan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan akibat “tuntutan berlebihan dari AS” yang menghambat tercapainya kerangka bersama.
Menurut laporan tersebut, delegasi Iran berulang kali mengajukan inisiatif dan proposal baru untuk mendorong kesepakatan, namun tidak membuahkan hasil.
Tasnim menyebut “sikap tuntutan berlebihan dari pihak Amerika” menjadi penghalang utama kemajuan dalam perundingan.
Media tersebut juga melaporkan bahwa Pakistan berupaya mengatur putaran lanjutan pembicaraan serta pertukaran draf kesepakatan sejak Minggu pagi, namun negosiasi tetap berakhir tanpa hasil.
Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan Teheran menolak tuntutan AS terkait Selat Hormuz, program nuklir damai Iran, serta pemindahan material nuklir dari dalam negeri.
Menurut laporan itu, Washington berupaya melalui jalur diplomasi untuk mencapai hal-hal yang tidak berhasil dicapai melalui perang.
Fars juga menyebut delegasi AS tampak mencari alasan untuk meninggalkan meja perundingan dan tidak menunjukkan keinginan mengurangi tuntutan meski terjadi kebuntuan selama konflik.
Hingga kini belum ada jadwal maupun lokasi yang diumumkan untuk putaran perundingan berikutnya.
Pembicaraan di Islamabad dinilai sebagai negosiasi langsung paling signifikan antara Iran dan Amerika Serikat sejak 1979, yang berlangsung di tengah gencatan senjata dua pekan yang masih rapuh.
Wakil Presiden AS Donald Trump mengatakan, Iran menolak tuntutan AS, salah satunya mengenai penyetopan seluruh program nuklir Teheran.
"Pertanyaannya adalah, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun dari sekarang, tetapi untuk jangka panjang? Kita belum melihat itu. (Tapi) kita berharap akan melihatnya," kata Vance.
Vance berujar hasil negosiasi ini merupakan "kabar buruk" bagi Iran.
Iran Tak Berencana Lanjut Negosiasi dengan AS
Sementara itu, Pemerintah Iran dikabarkan tak berencana melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) usai putaran pertama perundingan berjalan mandek dan tak menemukan kata sepakat antara keduanya.
Seorang sumber yang dekat dengan tim negosiasi mengatakan kepada kantor berita Iran, Fars, bahwa Teheran bersikeras ingin AS menyetujui semua tuntutan mereka.
"(Iran saat ini) tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya," kata sumber tersebut kepada Fars selaku kantor berita yang berafiliasi dengan pemerintah, Minggu (12/4/2026).
"Iran tidak terburu-buru, dan sampai AS menyetujui kesepakatan yang wajar, tidak akan ada perubahan status Selat Hormuz," seperti dikutip CNN dan Anadolu Agendcy Minggu. (***)
Editor: Khairul
Komentar Anda :