Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Ekbis
Blokade Selat Hormuz, Harga Plastik Melonjak Karena Bahan Baku Nafta Terbatas
Senin, 06 April 2026 - 21:58:31 WIB

SULUHRIAU - Banyak masyarakat terutama konsumen hingga pedagang yang mengeluhkan tentang kenaikan harga plastik saat ini. 


Tak terkecuali di Pekanbaru,  pedagang mengeluhkan, harga plastik naik hingga 50 persen. Ini akibat dampak perang di Timur Tengah yang membuat bahan baku sulit diperoleh. 


Harga kantong plastik ukuran 1 kg yang sebelumnya sekitar Rp28.000 kini naik menjadi Rp50.000–Rp55.000 per pack. Kenaikan juga terjadi pada kertas nasi coklat dari Rp25.000 menjadi Rp33.000 per pack.


Harga kantong plastik jenis AA, PP, PF, dan HD meroket dari Rp28-30 ribu per kilogram menjadi Rp50 ribu di beberapa pedagang..Kantong plastik PE juga naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per kemasan. Banyak pedagang mengeluhkan harga plastik yang melonjak 50-100 persen.


Kondisi ini membuat pedagang mengeluhkan harga plastik yang melonjak 50-100 persen. Pedagangpun mulai membatasi penggunaan kantong plastik dan beralih ke alternatif seperti kardus bekas. 


Keterbatasan bahan baku plastik Nafta


Sejumlah negara, termasuk Indonesia mengalami keterbatasan pasokan Nafta sehingga mengerek harga plastik.


Pada awal April 2026, Menteri Pedagangan RI Budi Santoso mengakui bahwa bahan baku plastik dari Timur Tengah memang mengalami hambatan.


"Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan, misalnya dari negara Afrika, India, dan Amerika," kata Budi di Kantor Staf Kepresidenan, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada (1/4/2026).


Mengingat 60 persen kebutuhan nasional bergantung pada Timur Tengah, pemerintah sedang berusaha mencari alternatif lain.


Meskipun langkah pengalihan ini telah dilakukan, Budi mengakui bahwa proses perpindahan sumber pasokan tersebut membutuhkan waktu karena terjadi secara mendadak di tengah situasi perang.


Blokade Selat Hormuz serta peningkatan eskalasi perang antara Iran dan Israel membuat pasokan Nafta ke Asia Tenggara terganggu.


Apa itu Nafta?


Sebagai informasi, Nafta (Naphtha) adalah cairan hidrokarbon yang didapat dari proses penyulingan minyak mentah. 


Jika bensin digunakan untuk menggerakkan mesin mobil, maka Nafta adalah "bahan bakar" utama bagi industri petrokimia.


Tanpa Nafta, hampir seluruh rantai produksi barang modern (mulai dari bodi ponsel hingga kemasan makanan) bakal terganggu.


Perlu beberapa proses tertentu terkait pengolahan plastik. Minyak mentah dipanaskan di kilang. Nafta adalah salah satu komponen yang keluar pada suhu tertentu.


Selanjutnya adalah proses Steam Cracking. Ini adalah tahap paling krusial.


Nafta dipanaskan dengan uap air pada suhu sangat tinggi (di atas 800 derajat Celsius). Proses ini "memecah" molekul hidrokarbon besar menjadi molekul yang lebih kecil.


Hasil dari pemecahan tersebut menghasilkan gas seperti Etilena, Propilena, dan Butadiena. Gas-gas inilah yang menjadi blok bangunan dasar plastik.


Molekul-molekul kecil (monomer) tadi digabungkan menjadi rantai panjang yang disebut Polimer (dalam bentuk biji plastik atau resin).


Nafta merupakan sumber bahan baku utama dalam produksi beberapa jenis plastik yang mencakup HDPE (High-Density Polyethylene), LDPE (Low-Density Polyethylene), PP (Polypropylene), dan PET (Polyethylene Terephthalate).


Editor: Khairul


 




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat