Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Peristiwa
Cahaya Misterius di Langit Lampung hingga Banten Bikin Heboh, Muncul Juga Spekulasi Rudal, Ini Kata Ahli
Minggu, 05 April 2026 - 08:59:11 WIB
Fenomena cahaya misterius yang melintas di langit wilayah Lampung- Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam, mendadak menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. (tangkapan video)

SULUHRIAU - Fenomena cahaya misterius yang melintas di langit wilayah Lampung hingga Banten pada Sabtu (4/4/2026) malam mendadak menjadi perbincangan luas di tengah masyarakat. 


Banyak warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut mengaku terkejut, bahkan sebagian sempat mengira benda bercahaya itu adalah meteor jatuh atau benda asing lain yang tidak dikenal. 


Rekaman video dan foto pun dengan cepat menyebar di media sosial, memperlihatkan garis cahaya terang yang melintas disertai pecahan-pecahan kecil di langit malam.


Peristiwa ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan terpantau di beberapa wilayah berbeda seperti Lampung, Serang, Karangantu, hingga Cilegon.


Kesaksian warga yang beragam semakin memperkuat bahwa fenomena tersebut terlihat cukup jelas dan berlangsung dalam waktu singkat, namun cukup untuk menimbulkan rasa penasaran dan kekhawatiran.


Fenomena Terlihat di Banyak Wilayah


Kemunculan cahaya misterius ini menjadi perhatian karena terlihat oleh warga di berbagai lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan. 


Di wilayah Lampung, sejumlah warga melaporkan adanya benda bercahaya yang melintas dengan cepat di langit malam, meninggalkan jejak terang yang tidak biasa. Fenomena ini tampak berbeda dibandingkan dengan bintang jatuh biasa yang umumnya hanya terlihat sekejap tanpa pecahan cahaya yang mencolok.


Sementara itu di wilayah Banten, khususnya di daerah Kasemen, Perum Grandsutera Serang, dan Karangantu, warga juga melaporkan kejadian serupa. 


Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa cahaya tersebut terlihat seperti meteor yang pecah menjadi beberapa bagian, sementara yang lain bahkan sempat mengira itu adalah rudal karena bentuk dan kecepatannya.


Salah satu warga di Kasemen mengungkapkan kebingungannya saat melihat fenomena tersebut. “Seperti meteor jatuh dengan beberapa serpihan cahaya,” ujarnya.


Sementara warga lain di Perum Grandsutera Serang menambahkan, “Gak tahu ini apaan ya di atas langit?” yang menunjukkan bahwa fenomena ini benar-benar di luar kebiasaan yang mereka lihat sehari-hari.


Kesaksian lain dari wilayah Karangantu bahkan menyebutkan adanya objek besar yang melintas tidak lama setelah cahaya tersebut muncul. Hal ini semakin menambah spekulasi di kalangan masyarakat mengenai asal-usul benda tersebut.


Penjelasan Ahli: Diduga Sampah Antariksa


Menanggapi fenomena yang viral tersebut, ahli astronomi dari Institut Teknologi Sumatera memberikan penjelasan ilmiah terkait kejadian tersebut. Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), Dr. Annisa Novia Indra Putri, menegaskan bahwa benda bercahaya itu bukanlah meteor ataupun komet seperti yang banyak diduga oleh masyarakat.


“Kalau untuk fenomena langit di Lampung yang sedang heboh saat ini, bukan dari komet tapi kemungkinan besar adalah sampah antariksa dari rocket body, tubuh roket dari Cina,” ujarnya. 


Pernyataan ini memberikan perspektif baru bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari aktivitas manusia di luar angkasa, bukan fenomena alam murni.


Menurutnya, hasil analisis tim menunjukkan bahwa karakteristik gerakan dan pecahan cahaya yang terlihat tidak sesuai dengan ciri-ciri meteor. “Kami menganalisis itu bukan dari komet, karena dari gerakan ataupun lintasan bahkan dari pecahan yang ada di video tersebut itu bukan ciri-ciri dari komet,” jelasnya. 


Ia juga menambahkan bahwa hujan meteor biasanya memiliki pola waktu tertentu yang bisa diprediksi, sehingga kemunculan fenomena ini di luar periode tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa itu adalah sampah antariksa yang memasuki atmosfer bumi. 


Fenomena Langit dan Persepsi Masyarakat Fenomena seperti ini kerap memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan langsung. 


Tidak sedikit yang mengaitkannya dengan hal-hal luar biasa, mulai dari meteor jatuh hingga dugaan benda asing seperti rudal atau objek tak dikenal. Namun, menurut para ahli, kejadian masuknya sampah antariksa ke atmosfer bumi sebenarnya bukan hal yang langka. 


Benda-benda tersebut dapat terbakar saat memasuki lapisan atmosfer, sehingga menghasilkan cahaya terang yang terlihat dari permukaan bumi. 


Dalam beberapa kasus, pecahan-pecahan kecil juga dapat terlihat, seperti yang terjadi pada fenomena kali ini. Perbedaan persepsi antara masyarakat umum dan penjelasan ilmiah menjadi hal yang wajar, terutama ketika informasi awal masih terbatas. 


Oleh karena itu, kehadiran penjelasan dari para ahli menjadi penting untuk memberikan pemahaman yang lebih akurat dan menghindari kesimpangsiuran informasi. (pikiran rakyat, src)


 




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat