Jet Tempur F-15 AS Jatuh Ditembak Iran, Pilot Belum Ditemukan, Iran Beri Hadiah Rp1,2 M yang Menemukan
SULUHRIAU- Pesawat tempur Amerika Serikat F-15 ditembak jatuh militer Iran, Jumat (3/4) kemarin di wilayah barat daya.
Tak cuma jet tempur itu, Iran juga menembak pesawat A-10 Warthog di hari yang sama.
Berikut fakta-fakta insiden yang memukul AS dan dibanggakan Iran itu.
Dilansir dari Aljazeera, jet tempur yang jatuh itu terkonfirmasi F-15E Strike Eagle. Model ini pertama kali dikirim pada 1988.
F-15E Strike Eagle juga punya peran ganda. Selain bisa dipakai untuk pertempuran udara, pesawat ini juga bisa dipakai untuk misi serangan ke darat.
Pesawat ini diawaki oleh dua orang yang terdiri dari pilot dan perwira persenjataan. Dalam kasus ditembaknya pesawat ini di Iran, satu awak dikabarkan belum ditemukan.
AS saat ini masih berusaha mencari keberadaan tentaranya itu. Sementara Iran menjanjikan hadiah hingga Rp1,2 Miliar bagi yang bisa menemukan.
Saat pertama kali dirilis, pesawat tempur ini berharga US$31 juta atau sekitar Rp526,83 miliar.
Namun model terbaru pesawat ini sekitar US$100 juta atau setara dengan Rp1,7 T.
Sementara itu, militer Amerika Serikat masih mencari satu pilot jet tempur F-15 yang jatuh ditembak Iran tersebut.
Berdasarkan keterangan sejumlah sumber, satu dari dua kru pesawat F-15E Strike Eagle berhasil diselamatkan dan saat ini tengah mendapatkan perawatan medis di bawah pengawasan militer AS.
Sementara itu, satu kru lainnya hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Rekaman video yang telah diverifikasi geolokasinya menunjukkan sejumlah pesawat militer terbang rendah di atas wilayah Provinsi Khuzestan, Iran, sebagai bagian dari upaya pencarian tersebut.
Melansir CNN, insiden ini menjadi pertama kalinya pesawat berawak milik AS ditembak jatuh di atas wilayah Iran sejak perang berlangsung.
Sebelumnya, pada awal perang, tiga jet tempur F-15 juga sempat jatuh, tetapi disebabkan oleh insiden tembakan dari pihak sendiri (friendly fire) oleh sistem pertahanan udara Kuwait.
Selain insiden F-15, pada hari yang sama sebuah pesawat militer AS jenis A-10 Thunderbolt II juga dilaporkan terkena serangan.
Disisi lain, warga Iran diimbau untuk ikut mencari pilot Amerika Serikat (AS) yang pesawat tempurnya ditembak jatuh oleh militer Iran.
Warga bahkan dijanjikan hadiah jika berhasil menangkap dan menyerahkan pilot tersebut.
Melalui siaran televisi, seorang pembawa berita Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) mengatakan, jika pilot yang ditangkap dalam keadaan hidup, orang tersebut akan diberi hadiah.
"Jika Anda menangkap dan menyerahkan pilot atau para pilot musuh dalam keadaan hidup kepada aparat penegak hukum dan militer, Anda akan menerima hadiah dan penghargaan yang bernilai," kata pembawa berita tersebut, dilansir dari CNN pada Sabtu (4/4/2026).
Kantor berita semi-resmi ISNA melaporkan, Gubernur Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad di Iran menjanjikan imbalan sebesar 10 miliar toman atau sekitar US$76 ribu (sekitar Rp1,29 miliar).
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya militer Iran pada Jumat (3/4/2026) mengatakan, sistem pertahanan udara mereka menghancurkan satu jet tempur F-15 milik AS.
Tak lama kemudian, militer Iran menyatakan telah menembak pesawat A-10 milik AS yang kemudian jatuh ke Teluk.
Dalam laporan Al Jazeera, yang mengutip The New York Times, pilot A-10 disebut selamat. Sementara itu, nasib salah satu kru F-15 masih belum diketahui.
Sejumlah media AS melaporkan satu anggota kru F-15 telah ditemukan dan diselamatkan, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.
Seorang pejabat AS menyebut pilot A-10 sempat menerbangkan pesawat keluar dari wilayah Iran sebelum akhirnya melontarkan diri dan berhasil diselamatkan.
Sementara itu, militer Iran mengklaim pesawat A-10 tersebut jatuh di Teluk Persia setelah diserang sistem pertahanan udara mereka di dekat Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memastikan jatuhnya jet tempur AS yang ditembak Iran tidak akan berdampak pada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran.
Dalam wawancara dengan NBC News, Trump enggan membahas rincian operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung pasca-insiden tersebut. Menurut dia, itu adalah hal militer yang sensitif.
Menurut NBC News, yang mewawancarai Trump secara singkat melalui sambungan telepon, orang nomor satu di AS itu menyampaikan rasa frustrasinya terhadap pemberitaan media mengenai situasi tersebut, yang berkaitan dengan upaya mencari anggota kru setelah pesawat itu ditembak jatuh.
Ketika ditanya apakah perkembangan ini akan memengaruhi upaya diplomatik dengan Iran, Trump menepis hal tersebut.
"Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang dalam perang," kata Trump.
Editor: Khairul
Komentar Anda :