Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Pendidikan
AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA dan Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan
Kamis, 19 Februari 2026 - 10:38:14 WIB

 


SULUHRIAU- Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sekaligus Founder Rumah Perubahan Prof Rhenald Kasali menyebut artificial intelligence (AI) telah menghancurkan monopoli pengetahuan yang selama ini dipegang dosen. 


Bahkan kerap viral di media sosial, candaan sebagian generasi muda yang menganggap kuliah adalah scam (penipuan).


Pernyataan itu disampaikan di hadapan ratusan pimpinan perguruan tinggi dalam Executive Workshop SEVIMA bertajuk “Lead The Future: Memimpin Orkestrasi Kampus Berdampak dengan Artificial Intelligence (AI) dan Kurikulum Outcome Based Education (OBE).” Bagi Prof. Rhenald Kasali, ini adalah wake-up call (panggilan) bagi kampus untuk segera berubah.


“Sekarang, dosen bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan. GenZ sudah punya orang cerdas kepercayaan di sini. Dia lebih percaya yang disini. 


AI bisa menjelaskan lintas disiplin. Jadi kalau kita tidak melakukan apapun, AI sudah siap menghancurkan monopoli pengetahuan dari dosen,” ujar Rhenald dalam Executive Workshop SEVIMA,  Rabu (18/2/2026) di Rumah Perubahan, Jakarta.


Untuk berubah, pendidikan yang dulunya adalah proses menyalurkan ilmu dari dosen kepada mahasiswa, harus diubah. Yaitu untuk mengonstruksi manusia, membentuk dan mengembangkan potensi individu sesuai dengan keunikan masing-masing.


Untuk mendiskusikan problematika ini, hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Dr. Henri Togar H. T., M.A.


Guru Besar Universitas Indonesia dan penggagas Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali, Ph.D., serta para pakar sebagai narasumber. Acara ini juga dibuka secara hybrid oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gubernur DKI Jakarta, Menteri Agama, dan berbagai pejabat tinggi lainnya diikuti oleh ratusan rektor dari seluruh Indonesia. 


Berikut tiga tips bagi perguruan tinggi untuk segera berubah di era perkembangan AI:


1. Petakan Dulu Masalah Dasar Pendidikan


CEO SEVIMA Sugianto Halim, M.M.T. mengatakan pendidikan tinggi di Indonesia membutuhkan transformasi mendesak. Sebagai catatan, data yang menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan yakni Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia stagnan di angka 32,89 persen selama hampir delapan tahun. Artinya hanya 32 dari 100 anak usia kuliah yang mengenyam pendidikan tinggi.


Padahal target RPJPN menuju Indonesia Emas 2045 mematok 60 persen, sebuah lompatan yang menuntut pertumbuhan eksponensial. Kesenjangan antar wilayah memperparah situasi, dimana APK Yogyakarta di 74 persen dan Papua Pegunungan hanya 13 persen, sementara 9,9 juta anak muda berstatus NEET (tidak kuliah, tidak bekerja, tidak mengikuti pelatihan). 


Namun, ada juga peluang. Berdasarkan survei yang dilakukan SEVIMA terhadap lebih dari 300+ pimpinan dan civitas perguruan tinggi di Indonesia, ditemukan fakta bahwa 68,1 persen institusi berencana memprioritas teknologi generative AI ke dalam sistem mereka dalam tiga tahun ke depan. Ini bukan angka kecil. Ini adalah sinyal kuat bahwa arah transformasi digital di dunia pendidikan tinggi sudah mulai bergeser dari digitalisasi administratif menuju pemanfaatan teknologi cerdas berbasis AI.


Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Togar H. T., M.A. menegaskan OBE sebagai instrumen strategis agar AI tidak sekadar menjadi gimmick. Menurutnya teknologi harus mendukung pencapaian kompetensi lulusan melalui tiga tahap, yakni perencanaan (memetakan capaian pembelajaran), pelaksanaan (pembelajaran interaktif-adaptif), dan evaluasi (penilaian objektif berbasis bukti).


Urgensinya, kebutuhan tenaga kerja sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) diperkirakan 2 juta orang saat ini dan diproyeksikan melonjak hingga 9 juta pada 2030 dengan permintaan kuat di bidang AI.


Sementara dari 244 PTS di bawah binaannya, prodi yang secara eksplisit fokus pada kecerdasan buatan baru ada di 2 kampus dan belum menghasilkan lulusan. Tantangan implementasi pun tidak ringan, perkembangan AI yang bergerak dalam hitungan hari berbenturan dengan proses kurikulum yang memakan waktu panjang, kesiapan dosen yang harus melampaui teori ke penerapan nyata, serta ancaman terhadap integritas akademik di era mahasiswa yang terbiasa menggunakan AI untuk mengerjakan tugas. 


"Teknologi seharusnya membantu manusia berkembang, bukan menggantikan peran manusia secara mentah," tegas Henri.


2. Adaptif dan Kejar Kemampuan AI Seperti Gen Z


Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hj. Himmatul Aliyah, M.Si. menyoroti bahwa kekhawatiran terhadap AI bukan hanya terjadi di Indonesia saja. Ia mengingatkan bahwa ketakutan serupa pernah muncul saat kalkulator hadir dan guru khawatir kehilangan kemampuan mengajar analitik.


Namun Himmatul menegaskan tantangan terbesar ada di sisi kompetensi pendidik, dosen dan guru dinilai secara platform dan kompetensi AI masih kurang, sementara mahasiswa Generasi Z yang sudah terbiasa dengan ChatGPT sejak bangku SD justru minim pemahaman etika. "Ini lembah yang sangat dalam, dan di situlah peran SEVIMA maupun swasta lainnya, termasuk pemerintah, harus hadir," tegasnya.


3. Integrasikan AI dalam pembelajaran


Sejalan dengan yang disampaikan Prof Rhenald Kasali agar AI diposisikan sebagai instrumen dan agen aktif dalam pembelajaran, bukan hanya sekadar alat bantu, SEVIMA meluncurkan Edlink Dosen Pro AI, sistem berbasis kecerdasan buatan hasil hilirisasi riset yang didanai Hibah Riset Prioritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui skema Ajakan Industri.


Produk ini mampu mengkonversi presentasi PowerPoint atau bahan ajar menjadi video pembelajaran secara otomatis, menyusun draft RPS terstruktur sesuai framework OBE, serta menghasilkan bank soal yang terpetakan ke taksonomi Bloom dan selaras dengan CPL.


Fitur ini dirancang meringankan beban administratif dosen sekaligus mengakselerasi implementasi kurikulum OBE di level institusi. Pada kesempatan yang sama turut diluncurkan ekosistem AI SEVIMA yang mencakup AI Kurikulum OBE, AI Prediksi Kelulusan, AI Computer-Based Test, AI Content Generator, hingga Presensi berbasis AI DeepFace, rangkaian teknologi yang mendampingi perguruan tinggi dari desain kurikulum hingga evaluasi dan tata kelola.


“Kami ingin dosen tidak lagi terbebani pekerjaan administratif yang repetitif. Biarkan AI yang mengerjakan itu, sehingga dosen dapat lebih fokus pada inovasi dan pendampingan mahasiswa,” tambah Halim.


Forum ini bukan yang pertama kali diselenggarakan. Sejak 2023, SEVIMA secara konsisten menggelar forum serupa di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, dan sejumlah kota lainnya, menjadikannya agenda rutin yang dinantikan pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia. Setiap penyelenggaraan mengangkat tema yang relevan dengan tantangan terkini pendidikan tinggi, mulai dari digitalisasi kampus, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), hingga implementasi


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat