Minggu, 16 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Internasional
Pilu!, Hari Pertama Ramadan 1447 H di Gaza, 'Dingin' dan 'Sulit'
Kamis, 19 Februari 2026 - 07:11:33 WIB

SULUHRIAU- Di Gaza Palestina, hari pertama Ramadan 1447 H  jatuh pada hari ini, Rabu 18 Februari 2026. 


Kalau dalam kondisi normal, Ramadan menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan teman untuk berbuka puasa dengan penuh kehangatan. Bagi umat Islam umumnya, ini juga waktu untuk memperbanyak ibadah, memperdalam refleksi keagamaan, dan berbagi dengan sesama.


Namun keadaan di Gaza jauh dari kata normal. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan Gaza, serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, serta menyebabkan kehancuran besar dan memaksa sebagian besar penduduk wilayah itu mengungsi. 


Serangan tersebut dilancarkan setelah kelompok militan yang dipimpin Hamas menewaskan sekitar 1.200 orang yang sebagian besar warga sipildan menyandera 251 lainnya dalam serangan pada 7 Oktober 2023.


Saat warga Gaza mendatangi pasar pekan ini, sebagian mengeluhkan kondisi ekonomi yang makin mempersulit suasana Ramadan.


“Uang sudah tidak ada di tangan masyarakat. Pekerjaan juga tidak ada. Memang ini Ramadan, tapi Ramadan juga butuh biaya,” kata Waleed Zaqzouq, warga Kota Gaza seperti diwartakan AP News, dikutip Rabu 18 Februari 2026.


Ia berharap para pedagang bisa mempertimbangkan kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat.


“Sebelum perang, orang-orang hidup dengan layak. Sekarang semuanya berubah total. Orang-orang benar-benar terpukul dan kelelahan,” ujarnya.


Gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 10 Oktober lalu berupaya menghentikan lebih dari dua tahun perang antara Israel dan Hamas. Meski pertempuran besar telah mereda, namun hampir setiap hari masih terjadi tembakan Israel di Gaza.


Pasukan Israel beberapa kali melancarkan serangan udara dan kerap menembaki warga Palestina di dekat zona yang dikuasai militer, dan menewaskan lebih dari 600 orang, menurut pejabat kesehatan Gaza.
 
Kementerian Kesehatan, yang berada di bawah pemerintahan yang dipimpin Hamas, mencatat data korban secara rinci dan dinilai cukup dapat dipercaya oleh badan-badan PBB serta pakar independen. Namun, data itu tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.


Di sisi lain, kelompok militan juga melakukan serangan tembak terhadap tentara Israel. Israel menyatakan serangannya merupakan respons atas aksi tersebut dan pelanggaran lainnya. Empat tentara Israel dilaporkan tewas.



Musim dingin di Gaza semakin menyoroti beratnya kondisi para pengungsi dan besarnya kebutuhan wilayah itu. 


Cuaca yang sangat dingin menyebabkan kematian anak-anak di Gaza, sementara hujan deras membanjiri kamp-kamp pengungsian dan merobohkan bangunan yang sudah rusak parah.


“Banyak yang berubah antara Ramadan kali ini dan Ramadan sebelum perang. Dulu suasananya jauh lebih meriah. Jalan-jalan dipenuhi lampu dan hiasan. Anak-anak kami bahagia,” kata Raed Koheel, warga Kota Gaza.


Meski begitu, di tengah segala kesulitan, sebagian warga di Jalur Gaza tetap berusaha menghadirkan sedikit nuansa Ramadan.


Di tengah puing dan bangunan yang runtuh di Khan Younis, seorang kaligrafer dan seniman bernama Hani Dahman mencelupkan kuasnya ke cat lalu menuliskan “Selamat Datang Ramadan” dalam bahasa Arab, disaksikan anak-anak yang berdiri di sekitarnya.


“Kami di kamp Khan Younis berusaha menghadirkan kebahagiaan di hati anak-anak, perempuan, laki-laki, dan seluruh keluarga. Kami ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa kami adalah orang-orang yang mencintai kehidupan,” kata Dahman.


Rangkaian hiasan Ramadan pun digantung di antara reruntuhan. Mohammed Taniri menyaksikan hiasan itu perlahan terpasang.


“Ketika ada hiasan sederhana tapi indah seperti ini, anak-anak jadi senang. Di tengah semua kesulitan, mereka tetap berusaha menciptakan suasana yang indah,” katanya. (viva)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat