Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Anak Gajah ''Laila'' di Sebanga Dinyatakan Mati Akibat Infeksi Virus EEHV
Senin, 15 Desember 2025 - 20:59:20 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru - Tanda tanya pemerhati Konservasi di Provinsi Riau, terkait penyebab Kematian anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama "Laila" di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, akhirnya terjawab yakni disebabkan infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).


Penyebabnya didapat setelah hasil pemeriksaan laboratorium Medica Satwa Laboratoris di Bogor terhadap sampel jaringan dan organ yang diserahkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, rampung dilakukan.


Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil uji laboratorium menunjukkan Laila positif terinfeksi virus Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV) yang menyerang organ hati (hepar). 


“Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, penyebab kematian Laila adalah infeksi virus EEHV,” kata Supartono di Pekanbaru, Senin (15/12/2025).


EEHV, jelas Supartono, merupakan virus herpes yang secara khusus menyerang gajah, terutama anak gajah, dengan tingkat kematian yang tinggi. 


“Penyakit ini dikenal berkembang sangat cepat dan sulit ditangani, serta hanya menular antar gajah,” jelas Supartono.


Ia menegaskan hasil pemeriksaan ini menjadi dasar evaluasi dan langkah pencegahan ke depan guna melindungi gajah-gajah lain di kawasan konservasi, khususnya anak gajah yang rentan terhadap infeksi mematikan tersebut.


Laila, anak gajah betina berusia 1 tahun 6 bulan, merupakan hasil kelahiran alami pada 6 April 2024 dari induk bernama Puja dan pejantan Sarma. Sejak lahir, Laila berada dalam pemantauan ketat tim medis dan mahout di PKG Sebanga.


Supartono menjelaskan, kondisi kesehatan Laila mulai menurun pada 20 November 2025. Saat itu, Laila terlihat kurang aktif meski nafsu makan dan minum masih normal. 


Mengatasi hal tersebut, tim medis BBKSDA Riau segera melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan awal berupa cairan infus, obat-obatan, serta pemantauan intensif setiap dua jam.


“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan suhu tubuh masih dalam batas normal. Namun, kondisi terus kami pantau secara ketat,” ujarnya.


Pada malam 21 November 2025 hingga pukul 22.00 WIB, Laila masih terpantau makan, minum, dan menyusu. Namun sekitar pukul 00.30 WIB, Laila terdengar menjerit. Meski sempat berdiri dan kembali menyusu setelah penanganan, kondisi kritis berlanjut hingga dini hari.


“Sekitar pukul 05.30 WIB pada 22 November 2025, Laila dinyatakan mati dalam kondisi terbaring,” kata Supartono.


Untuk memastikan penyebab kematian, tim dokter hewan BBKSDA Riau segera melakukan nekropsi dan mengambil sampel jaringan serta organ vital. Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk analisis lanjutan hingga akhirnya diketahui Laila terinfeksi virus EEHV. (mcr)


 




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat