Sempat Memanas, Pendemo Desak DPRD Riau Bentuk Pansus Telusuri Raibnya APBD Pemrov Rp1,7 Triliun
Rabu, 27 Agustus 2025 - 18:53:41 WIB
SULUHRIAU, Pekanbaru- Demo ribuan massa yang tegabung dengan Cipayung Plus dan GMNI Riau di gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Rabu (27/8/2025), sempat memanas, massa melempari petugas polisi.
Pendemo mendesak DPRD Riau segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) kemana menelusuri dugaan raibnya APBD 2024 sebesar Rp1,7 triliun sehingga terjadi devisit anggaran tahun ini.
Massa juga mengancam akan menuntut secara hukum DPP partai yang anggotanya duduk di DPRD Riau apabila DPRD tidak membentuk Pansus dimaksud.
Massa membawa sejumlah spanduk bergambar sejumlah pejabat Riau yang mereka kritik. Massa menegaskan membawa kemarahan rakyat Riau karena devisit anggaran. Harus ada yang bertanggungjawab.
DPRD Riau harus menindaklanjuti temuan BPK RI Perwakilan Riau tersebut. "DPRD Riau harus mewakili suara rakyat. Tapi anggota dewan asik duduk di balik ruang AC. Devisit Alanggaran ini harus ada yang bertanggungjawab," katanya.
Pendemo juga menduga ada kongkalingkong antara eksekutif dan legislatif. Maka pansus katanya salah satu jalan untuk mengetahui siapa mafia-mafia anggaran di Riau ini.
Banyak hak-hak rakyat sulit diwujudkan karena devisit anggaran. Dalam beroperasi massa mengatakan DPRD bermain di hak budgetingnya itu.
"Seharusnya DPRD Riau mengontrol penggunaan dana APBD. Untuk APBD mereka manfaatkan untuk keliling Indonesia. Anggota DPRD yang terlibat agar diusut. Kalau DPRD Riau berselingkuh dengan Pemerintah, habis uang rakyat ini," ujar Ketua GMNI Riau Teguh Azmi.
Dikatakan, akibat devisit anggaran, mahasiswa tak dapat beasiswa, jalan rusak berlubang-lubang dan pembangunan tersendat.
Di tengah orasi itu, massa berusaha menggoyang-goyangkan barikade kawat berduri yang dipasang polisi di pintu masuk DPRD Riau di Jalan Sudirman Pekanbaru tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebagian barikade kawat berduri sudah mulai dipijak sehingga penyet oleh demonstran. Sebagian demonstran terpancing marah dan memulai melempar gelas air mineral ke arah aparat.
Pelemparan botol air mineral ke arah aparat gelombang kedua pun terjadi. Sehingga pihak Kepolisian menggunakan kendaraan pengeras suara meminta demonstran tertib jangan main lempar-lemparan.
Saat situasi memanas, Wakil Ketua DPRD Riau dari Fraksi Gerindra, H Budiman Lubis keluar dari gedung DPRD Riau dan menemui massa demonstran.
Di tengah massa yang marah, massa menyampaikan pernyataan sikap dan ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Riau itu H Budiman Lubis.
Massa menuntut agar semua anggota DPRD Riau menandatangani pernyataan sikap itu sebagai janji DPRD Riau agar dilaksanakan. Setelah kesepakatan, sekitar lima utusan demonstran diajak masuk ke dalam gedung DPRD untuk berdialog.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau itu H Budiman Lubis menyikapi tuntan demontran ini mengatakan, ini akan menjadi perhatian bersama, terutama pimpinan, fraksi dan anggota DPRD Riau semuanya.
Dengan kondisi seperti ini kata Budiman, tidak akan ada yang ditutup-tutupi. Jika memang memenuhi syarat, maka akan dibentuk Pansus.
Sebagai tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa tersebut, pihaknya akan segera melakukan rapat bersama pimpinan DPRD Riau dan dilanjutkan dengan rapat bersama fraksi. (sr5)
Komentar Anda :