Minggu, 16 Agustus 2026 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh | Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati | Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
 
 
☰ Natuna
Bangkitkan Nafas Budaya Natuna
BPK Wilayah IV Gelar Workshop Tari Mendu, Lang-Lang Buana dan Tari Topeng
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:29:49 WIB

SULUHRIAU, Natuna- Derasnya hujan disertai angin kencang, mengguyur  Kota Ranai, suara gong dan gendang dari Museum Sriserindit terdengar memecah udara. 

Nada-nada itu memanggil kembali ingatan pada masa ketika tari-tarian tradisional bukan hanya pertunjukan, melainkan bagian dari napas kehidupan masyarakat pesisir.

Pada Minggu, 10 Agustus 2025, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV membuka sebuah lokakarya tiga hari, untuk mempelajari dan mempraktikkan tiga kesenian khas Natuna, yakni Tari Mendu, Lang-Lang Buana, dan Tari Topeng.

Kegiatan ini melibatkan 150 pelajar dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi, termasuk siswa SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 2 Bunguran Timur, SMA 1 Bunguran Timur Laut, MAN Ranai, SMK Pariwisata, hingga mahasiswa STAI Natuna.

Natuna, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) berada di Ujung Utara Indonesia, menyimpan kekayaan budaya yang sebagian besar belum dikenal luas.

Tari Mendu, sebuah seni teater tradisional yang memadukan tarian, nyanyian, dan dialog, sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Lang-Lang Buana – Tari tradisi  juga telah masuk WBTB, hanya ditemukan di Natuna, menjadi identitas kuat masyarakatnya.

Berbeda dengan tari topeng tarian ini banyak juga ditemukan di Jawa atau Bali, kesenian ini justru digunakan sebagai media penyembuhan bagi orang sakit. 

Gerakannya terbagi menjadi tiga pola:l, tari tangan, tari kain, dan tari piring, dibawakan oleh lima hingga enam penari diiringi musik dari limpung, gong, dan gendang. 

Uniknya, tari ini hanya ada di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, dan belum banyak dikenal masyarakat Kepulauan Riau.

“Ketiga tarian ini adalah harta karun hampir punah dimakan zaman,” ujar Andiyansyah, staf perencanaan BPK Wilayah IV, dalam konferensi pers usai pembukaan. “Kewajiban kitalah untuk menjaga dan menghidupkannya kembali.”

Lokakarya ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ia menjadi sebuah ajakan, terutama bagi generasi muda, untuk ikut merawat akar budaya mereka sendiri di tengah gempuran tarian modern begitu cepat menyebar melalui media sosial.

Andiyansyah menyebut kegiatan ini sebagai kenduri budaya, perayaan yang menghubungkan kembali masyarakat dengan warisan leluhur mereka. 

Hasil latihan para peserta rencananya akan ditampilkan di Kecamatan Pulau Tiga pada 13–15 Agustus mendatang. Tak menutup kemungkinan, Pulau Tiga kelak akan dijadikan desa budaya.

“Selain melatih, kami juga melakukan investasi kebudayaan. Karena melestarikan budaya bukan hanya soal menghafal gerak tari, tapi menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki,” tegasnya.

Di era globalisasi, budaya tradisional sering terpinggirkan oleh tren hiburan modern. Namun, bagi daerah seperti Natuna, tarian-tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, ia adalah penanda identitas, penutur sejarah, dan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Melalui lokakarya ini, BPK Wilayah IV bukan hanya mengajarkan langkah tari, tetapi juga menyemai kesadaran bahwa di setiap gerak tangan dan denting gong, tersimpan kisah dan nilai  tak ternilai harganya.

Ketika Pulau Tiga kelak menyambut para penari muda dengan tarian Mendu, Lang-Lang Buana, dan Tari Topeng, bukan hanya seni dipertontonkan, melainkan jiwa sebuah daerah  kembali hidup di hadapan dunia.

Sementara Kadisdikbud Natuna Hendra Kusuma memberikan apresiasi kepada BPK IV karena memberikan kesempatan kepada para generasi muda untuk melakukan pelatihan pelestarian  budaya lokal.

Perlu saya sampaikan dengan majunya teknologi ada dampak positif dan negatifnya. Karena lewat teknologi budaya asing masuk. Sehingga budaya kita mulai tertinggal.

Ia mengatakan jika Natuna butuh Dinas Kebudayaan. Namun karena efesiensi anggaran maka saya tak berani mengajukan.

"Mari kita lestarikan budaya kita lewat lokakarya hari ini," ucapnya.
Karena adek-adeklah yang menjadi generasi penerus maestro hari ini.

Hadir dalam kegiatan itu Rektor STAI, Umar Natuna, serta para Maestro dan undangan lainnya. (zul)




 
Berita Lainnya :
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  • Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
  • Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    02 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    03 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    04 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    05 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    06 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    07 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    08 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    09 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    10 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    11 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    12 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    13 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    14 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    15 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    16 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    17 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    18 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    19 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    20 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
    21 Sembunyikan Sabu di Kaleng Rokok, Oknum Mahasiswa dan Kurir di Kampar Diciduk Polisi
    22 Sambut HUT Riau ke-69 dan HUT RI ke-81, Diskominfotik Riau Gelar Berbagai Lomba
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat