Rabu, 30 September 2026 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti | Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi | Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai | RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
 
 
☰ Natuna
Bangkitkan Nafas Budaya Natuna
BPK Wilayah IV Gelar Workshop Tari Mendu, Lang-Lang Buana dan Tari Topeng
Minggu, 10 Agustus 2025 - 12:29:49 WIB

SULUHRIAU, Natuna- Derasnya hujan disertai angin kencang, mengguyur  Kota Ranai, suara gong dan gendang dari Museum Sriserindit terdengar memecah udara. 

Nada-nada itu memanggil kembali ingatan pada masa ketika tari-tarian tradisional bukan hanya pertunjukan, melainkan bagian dari napas kehidupan masyarakat pesisir.

Pada Minggu, 10 Agustus 2025, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV membuka sebuah lokakarya tiga hari, untuk mempelajari dan mempraktikkan tiga kesenian khas Natuna, yakni Tari Mendu, Lang-Lang Buana, dan Tari Topeng.

Kegiatan ini melibatkan 150 pelajar dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi, termasuk siswa SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 2 Bunguran Timur, SMA 1 Bunguran Timur Laut, MAN Ranai, SMK Pariwisata, hingga mahasiswa STAI Natuna.

Natuna, wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) berada di Ujung Utara Indonesia, menyimpan kekayaan budaya yang sebagian besar belum dikenal luas.

Tari Mendu, sebuah seni teater tradisional yang memadukan tarian, nyanyian, dan dialog, sudah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Lang-Lang Buana – Tari tradisi  juga telah masuk WBTB, hanya ditemukan di Natuna, menjadi identitas kuat masyarakatnya.

Berbeda dengan tari topeng tarian ini banyak juga ditemukan di Jawa atau Bali, kesenian ini justru digunakan sebagai media penyembuhan bagi orang sakit. 

Gerakannya terbagi menjadi tiga pola:l, tari tangan, tari kain, dan tari piring, dibawakan oleh lima hingga enam penari diiringi musik dari limpung, gong, dan gendang. 

Uniknya, tari ini hanya ada di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut, dan belum banyak dikenal masyarakat Kepulauan Riau.

“Ketiga tarian ini adalah harta karun hampir punah dimakan zaman,” ujar Andiyansyah, staf perencanaan BPK Wilayah IV, dalam konferensi pers usai pembukaan. “Kewajiban kitalah untuk menjaga dan menghidupkannya kembali.”

Lokakarya ini bukan sekadar pelatihan teknis. Ia menjadi sebuah ajakan, terutama bagi generasi muda, untuk ikut merawat akar budaya mereka sendiri di tengah gempuran tarian modern begitu cepat menyebar melalui media sosial.

Andiyansyah menyebut kegiatan ini sebagai kenduri budaya, perayaan yang menghubungkan kembali masyarakat dengan warisan leluhur mereka. 

Hasil latihan para peserta rencananya akan ditampilkan di Kecamatan Pulau Tiga pada 13–15 Agustus mendatang. Tak menutup kemungkinan, Pulau Tiga kelak akan dijadikan desa budaya.

“Selain melatih, kami juga melakukan investasi kebudayaan. Karena melestarikan budaya bukan hanya soal menghafal gerak tari, tapi menumbuhkan kebanggaan dan rasa memiliki,” tegasnya.

Di era globalisasi, budaya tradisional sering terpinggirkan oleh tren hiburan modern. Namun, bagi daerah seperti Natuna, tarian-tarian ini bukan sekadar pertunjukan seni, ia adalah penanda identitas, penutur sejarah, dan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Melalui lokakarya ini, BPK Wilayah IV bukan hanya mengajarkan langkah tari, tetapi juga menyemai kesadaran bahwa di setiap gerak tangan dan denting gong, tersimpan kisah dan nilai  tak ternilai harganya.

Ketika Pulau Tiga kelak menyambut para penari muda dengan tarian Mendu, Lang-Lang Buana, dan Tari Topeng, bukan hanya seni dipertontonkan, melainkan jiwa sebuah daerah  kembali hidup di hadapan dunia.

Sementara Kadisdikbud Natuna Hendra Kusuma memberikan apresiasi kepada BPK IV karena memberikan kesempatan kepada para generasi muda untuk melakukan pelatihan pelestarian  budaya lokal.

Perlu saya sampaikan dengan majunya teknologi ada dampak positif dan negatifnya. Karena lewat teknologi budaya asing masuk. Sehingga budaya kita mulai tertinggal.

Ia mengatakan jika Natuna butuh Dinas Kebudayaan. Namun karena efesiensi anggaran maka saya tak berani mengajukan.

"Mari kita lestarikan budaya kita lewat lokakarya hari ini," ucapnya.
Karena adek-adeklah yang menjadi generasi penerus maestro hari ini.

Hadir dalam kegiatan itu Rektor STAI, Umar Natuna, serta para Maestro dan undangan lainnya. (zul)




 
Berita Lainnya :
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  • Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
  • Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
  • Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    02 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    03 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    04 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    05 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    06 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    07 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    08 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    09 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    10 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    11 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    12 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    13 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    14 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    15 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    16 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    17 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    18 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    19 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
    20 Evaluasi Kebijakan Indikasi Geografis, Kanwil Kemenkum Riau Ikuti Diskusi Strategis Nasional
    21 Catat Jadwalnya, Pasar Murah Pemprov Riau Digelar di 6 Kelurahan Pekanbaru
    22 Isu West Papua Diungkit di Sidang PBB ke- 81, Ketua BKSAP DPR RI Kecam PM Solomon
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat