Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Peristiwa
Pemprov Riau Sampaikan ke Warga Terdampak TNTN, Data Kunci Utama Wujudkan Solusi
Senin, 21 Juli 2025 - 19:04:36 WIB

SULUHRIAU, Pekanbaru- Belasan perakilan masyarakat terdampak dari penertiban kawasan Taman Nasional Tesso Nilo diterima Pemrov Riau dalam sebuah pertemuan di sela-sela ribuan warga unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau (Gubri) Senin, (21/7/2025) di ruang rapat gubri.

Saat itu perwakilan warga disambut  Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, Bupati Pelalawan Zukri Misran, Dirintel Polda Riau dan Kepala Satpol PP Riau. 

Sementara itu, dari massa hadir  koordinator Wandri Simbolon, bersama 18 perwakilan dari tiap-tiap desa yang terdampak potensi relokasi, memastikan suara akar rumput tersampaikan langsung kepada pejabat terkait.

Pertemuan dialogis ini berlangsung di ruang rapat Gubernur Riau. Pertemuan ini menjadi ajang bagi pemerintah untuk mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat terkait permasalahan lahan dan relokasi. Dalam diskusi, Syahrial Abdi hadir mewakili Gubernur Riau.

Pada kesempatan itu, tampak hadir Bupati Pelalawan Zukri Misran, Dirintel Polda Riau, dan Kepala Satpol PP Riau. Sementara itu, massa aksi dikoordinir oleh Wandri Simbolon, bersama 18 perwakilan dari tiap-tiap desa yang terdampak potensi relokasi, memastikan suara akar rumput tersampaikan langsung kepada pejabat terkait.

Syahrial Abdi menjelaskan bahwa pemerintah telah merumuskan empat langkah strategis untuk menyelesaikan permasalahan lahan dan potensi relokasi yang dihadapi warga. Ia menekankan bahwa pendataan adalah kunci utama dalam penyelesaian permasalahan bagi warga Toro Jaya, Pelalawan.

“Langkah pertama adalah pendataan dan inventarisasi. Ini penting agar kita punya data yang akurat untuk menentukan solusi. Pendataan ini sudah dimulai sejak 20 Juli dan dijadwalkan selesai pada 27 Juli. Kita punya waktu satu minggu lagi untuk menuntaskan tahap ini,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa tanpa rampungnya proses pendataan ini, pemerintah tidak dapat melangkah ke tahap berikutnya, termasuk menyampaikan hasil temuan kepada pemerintah pusat.

“Artinya, kalau data belum selesai, janji-janji solusi tidak bisa diwujudkan. Maka kita harus fokus menyelesaikan langkah pertama ini,” jelas Syahrial.

Menurutnya, berbagai kekhawatiran yang disampaikan warga, mulai dari isu relokasi, pendidikan anak-anak, hingga kepemilikan lahan, telah menjadi pembahasan lintas instansi. Bahkan, Syahrial menyebut bahwa permasalahan kawasan TNTN ini telah menarik perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia.

“Pak Presiden sudah memanggil Gubernur, Bupati, hingga pejabat terkait untuk segera mencari solusi atas persoalan kawasan TNTN ini,” ungkapnya.

Syahrial Abdi juga menegaskan bahwa relokasi yang dibahas bukanlah bentuk pengusiran sepihak. “Jangan salah paham, relokasi mandiri bukan berarti menyuruh bapak ibu keluar begitu saja. Tapi kita ingin mencarikan solusi yang tetap menjamin keberlangsungan hidup warga, pendidikan anak-anak, dan keamanan bersama,” jelasnya.

Ia turut mengapresiasi keberanian dan ketulusan hati warga yang hadir, terutama para ibu-ibu yang telah lebih dulu menyampaikan aspirasi mereka. "Saya percaya ibu-ibu menyuarakan hati nurani. Ini bukan sekadar unjuk rasa, tapi jeritan hidup yang harus kita dengarkan,” ujar Syahrial.

Mengakhiri pernyataannya, Syahrial meminta semua pihak untuk tetap menjaga ketertiban dan mendukung penuh proses pendataan. Hal ini dianggap sebagai fondasi penting menuju penyelesaian yang adil bagi semua.

"Yakinlah, pemerintah tidak tinggal diam. Kami sedang bekerja mencari solusi terbaik yang tidak menyakiti siapa pun, dan tetap menjamin keadilan serta masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga Toro Jaya,” pungkasnya.

Demak Siahaan, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan dengan tegas bahwa lahan yang mereka tempati bukanlah hasil perambahan hutan.

"Kami tidak merambah, kami beli lahan itu. Tolong jangan tuduh kami perambah. Kami hanya ingin hidup tenang dan minta solusi yang adil dari pemerintah. Sudah sebulan lebih kami menunggu, tapi belum juga ada kepastian,” keluhnya.

Senada dengan Demak, Syaiful Harahap turut menyampaikan bahwa ia semakin tertekan secara mental memikirkan nasib keluarganya. 

"Kalau kami direlokasi, ke mana kami harus pergi Pak?, Anak saya bilang tidak mau berhenti kuliah. Saya gila memikirkan ini tiap malam. Kami tidak tahu kalau itu kawasan TNTN. Kalau benar ilegal, mengapa bisa keluar surat tanah,” ujarnya. (mcr, sr5)




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat