Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
Detik-detik Hengkangnya Satgas PKH di Kawasan Tesso Nilo Karena Ditekan Ribuan Massa
Jumat, 18 Juli 2025 - 13:34:40 WIB

SULUHRIAU, Pelalawan- Belasan Satuan Tugas Penanganan Konflik Hutan (Satgas PKH) terdiri dari anggota TNI yang mengawal kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Kabupaten Pelalawan, Riau harus angkat kaki dari kawasan itu karena tekanan massa.

Suasana menegangkan saat satgas bersiap-siap masuk ke mobil untuk keluar dari kawasan hutan tersebut, Kamis (17/7/2025).

Ribuan warga memadati jalan perkebunan sawit di Bukit Kesuma untuk mengawal langsung iring-iringan kendaraan yang membawa Satgas PKH keluar dari kawasan itu.

Satgas PKH ini sejak beberapa bulan terakhir menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan kawasan TNTN yang terus mengalami perambahan.

Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya dalam upaya memulihkan kawasan itu dari jarahan pihak-pihak tertentu.

Namun, tidak mudah mengembalikan kawasan itu sebagaimana yang diharapkan. Keberadaan satgas PKH juga memicu pro dan kontra di tengah masyarakat yang selama ini bermukim dalam kawasan tersebut.

Dari video beredar ke publik, tampak ribuan warga berkerumun dan melontarkan kata bernada penolakan kepada Satgas PKH.

“Jangan balik lagi. Langsung ke rumah aja," ujar warga terdengar di video beredar. 

Kalimat keluar dari mulut warga yang menyaksikan keberangkatan Satgas PKH. 

Informasi yang dirangkum, kejadian itu bermula ketika Satgas PKH melakukan penertiban terhadap kebun sawit ilegal diduga milik RS di dalam kawasan TNTN.

Aksi penertiban sempat mendapat penolakan dari sekelompok orang yang mengaku warga dan mengatasanamakan membela masyarakat.

Namun, saat itu warga yang menghadang itu sempat mundur karena kalah jumlah petugas, kelompok itu kembali dengan dukungan massa yang lebih besar.

Informasi menyebutkan, setelah mundur, diduga ada dalang yang disebut-sebut  si "Naga Mata Satu" menggelar orasi provokatif menggunakan pengeras suara di sebuah pasar, menyerukan agar warga 'mengusir' Satgas PKH dari kampung mereka.

Seruan itu memantik emosi massa yang kemudian berbalik menghadang Satgas PKH hingga petugas terpaksa meninggalkan lokasi.

Ironisnya, sebagian besar massa yang terlibat diduga bukan penduduk asli Dusun VI Medang Raya Lestari, melainkan orang-orang yang diduga sengaja didatangkan dan diarahkan oleh tiga tokoh yang tidak terima lahan sawit mereka di kawasan TNTN ditertibkan. 

Situasi ini memicu kekhawatiran soal keterlibatan aktor luar yang menunggangi konflik demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Juru Bicara Lembaga Adat Negeri (LAN) Muhammadun menyesalkan insiden tersebut. Ia menegaskan pentingnya negara bersikap tegas.

“Negara boleh mengalah, tapi jangan kalah oleh pembangkang dan perambah hutan TNTN,” ujarnya, dilansir wartarakyatonline, Jumat, (18/7/2025).

Kondisi di TNTN pun masih rawan memicu bentrokan lanjutan jika langkah pengamanan yang terukur tidak segera dilakukan. 

Tekanan warga ini menjadi simbol kuat perlawanan terhadap program relokasi yang masih ditolak oleh sebagian besar masyarakat setempat.

Kepulangan Satgas PKH disambut lega oleh warga, namun di sisi lain, ini menandakan bahwa konflik belum benar-benar berakhir. 

Hingga saat ini, ribuan warga masih bertahan di kawasan TNTN dan menolak meninggalkan lahan teesebut. 

Hingga berita ini sirilis, belum ada keterangan resmi penegak hukum terkait penghadangan Satgas PKH di kawasan itu. (***)

Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat