Kamis, 01 Oktober 2026 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian | Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri | Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
 
 
☰ Peristiwa
Detik-detik Hengkangnya Satgas PKH di Kawasan Tesso Nilo Karena Ditekan Ribuan Massa
Jumat, 18 Juli 2025 - 13:34:40 WIB

SULUHRIAU, Pelalawan- Belasan Satuan Tugas Penanganan Konflik Hutan (Satgas PKH) terdiri dari anggota TNI yang mengawal kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Kabupaten Pelalawan, Riau harus angkat kaki dari kawasan itu karena tekanan massa.

Suasana menegangkan saat satgas bersiap-siap masuk ke mobil untuk keluar dari kawasan hutan tersebut, Kamis (17/7/2025).

Ribuan warga memadati jalan perkebunan sawit di Bukit Kesuma untuk mengawal langsung iring-iringan kendaraan yang membawa Satgas PKH keluar dari kawasan itu.

Satgas PKH ini sejak beberapa bulan terakhir menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan kawasan TNTN yang terus mengalami perambahan.

Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya dalam upaya memulihkan kawasan itu dari jarahan pihak-pihak tertentu.

Namun, tidak mudah mengembalikan kawasan itu sebagaimana yang diharapkan. Keberadaan satgas PKH juga memicu pro dan kontra di tengah masyarakat yang selama ini bermukim dalam kawasan tersebut.

Dari video beredar ke publik, tampak ribuan warga berkerumun dan melontarkan kata bernada penolakan kepada Satgas PKH.

“Jangan balik lagi. Langsung ke rumah aja," ujar warga terdengar di video beredar. 

Kalimat keluar dari mulut warga yang menyaksikan keberangkatan Satgas PKH. 

Informasi yang dirangkum, kejadian itu bermula ketika Satgas PKH melakukan penertiban terhadap kebun sawit ilegal diduga milik RS di dalam kawasan TNTN.

Aksi penertiban sempat mendapat penolakan dari sekelompok orang yang mengaku warga dan mengatasanamakan membela masyarakat.

Namun, saat itu warga yang menghadang itu sempat mundur karena kalah jumlah petugas, kelompok itu kembali dengan dukungan massa yang lebih besar.

Informasi menyebutkan, setelah mundur, diduga ada dalang yang disebut-sebut  si "Naga Mata Satu" menggelar orasi provokatif menggunakan pengeras suara di sebuah pasar, menyerukan agar warga 'mengusir' Satgas PKH dari kampung mereka.

Seruan itu memantik emosi massa yang kemudian berbalik menghadang Satgas PKH hingga petugas terpaksa meninggalkan lokasi.

Ironisnya, sebagian besar massa yang terlibat diduga bukan penduduk asli Dusun VI Medang Raya Lestari, melainkan orang-orang yang diduga sengaja didatangkan dan diarahkan oleh tiga tokoh yang tidak terima lahan sawit mereka di kawasan TNTN ditertibkan. 

Situasi ini memicu kekhawatiran soal keterlibatan aktor luar yang menunggangi konflik demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Juru Bicara Lembaga Adat Negeri (LAN) Muhammadun menyesalkan insiden tersebut. Ia menegaskan pentingnya negara bersikap tegas.

“Negara boleh mengalah, tapi jangan kalah oleh pembangkang dan perambah hutan TNTN,” ujarnya, dilansir wartarakyatonline, Jumat, (18/7/2025).

Kondisi di TNTN pun masih rawan memicu bentrokan lanjutan jika langkah pengamanan yang terukur tidak segera dilakukan. 

Tekanan warga ini menjadi simbol kuat perlawanan terhadap program relokasi yang masih ditolak oleh sebagian besar masyarakat setempat.

Kepulangan Satgas PKH disambut lega oleh warga, namun di sisi lain, ini menandakan bahwa konflik belum benar-benar berakhir. 

Hingga saat ini, ribuan warga masih bertahan di kawasan TNTN dan menolak meninggalkan lahan teesebut. 

Hingga berita ini sirilis, belum ada keterangan resmi penegak hukum terkait penghadangan Satgas PKH di kawasan itu. (***)

Editor: Khairul




 
Berita Lainnya :
  • Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
  • Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Kapolres Kampar Tegaskan Pancasila Kompas Pengabdian
    02 Komjen Pol Suyudi Ario Seto Segera Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri
    03 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    04 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    05 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    06 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    07 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    08 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    09 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    10 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    11 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    12 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    13 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    14 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    15 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    16 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    17 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    18 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    19 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    20 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    21 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    22 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat