Senin, 17 Agustus 2026 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang | Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan | Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan | Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal | PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA | Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
 
 
☰ Peristiwa
401 Ha Sawit di TNTN Mulai Ditumbang Satgas PKH, Bagaimana Penegakan Hukum ke Penggarap?
Senin, 30 Juni 2025 - 13:19:47 WIB
Penumbanga sawit di kawasan TNTN, langsung dikawal Satgas PKH wilayah Sumatera. (Istimewa)

SULUHRIAU, Pelalawan- Seluas 401 hekatare (Ha) sawit di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) sudah mulai ditumbang satuan tugas penertiban kawasan hutan (Satgas PKH).

Ini ditandai dengan setelah salah seorang pengusaha sawit berinisial NS menyerahkan 401 hektare lahan kebun kelapa sawit miliknya yang berada di dalam kawasan TNTN tersebut kepada negara.

Penyerahan ini dilakukan tanpa perlawanan, tanpa proses hukum dan tanpa kompensasi.

Prosesi pengembalian lahan itu berlangsung pada Minggu, 29 Juni 2025, di Dusun Pelabi Jaya, Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Disaksikan langsung Wakil Komandan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Wilayah Sumatera, Brigadir Jenderal TNI Dody Tri Winarto, NS menyatakan kesediaannya mengosongkan lahan secara mandiri.

“Selain lahan, kami juga menyerahkan satu unit traktor, satu unit mobil Colt Diesel, barak pekerja, dan kantor operasional kepada negara melalui Satgas PKH,” kata NS di hadapan tim Satgas.

Brigjen Dody menyebut langkah NS sebagai sinyal positif dari upaya pemulihan kawasan konservasi yang selama ini dirambah untuk kepentingan ekonomi.

“Apa yang dilakukan saudara NS ini harus menjadi contoh bagi pemilik kebun sawit lain yang masih beraktivitas di dalam Tesso Nilo,” ujarnya.

Menurut Dody, pendekatan yang digunakan Satgas PKH sejak awal lebih mengedepankan dialog persuasif dan pendekatan humanis ketimbang tindakan represif.

Sanksi pidana, kata dia, merupakan opsi terakhir. “Jika pelaku usaha sadar dan bersedia menyerahkan lahannya secara sukarela, kami akan mengedepankan solusi damai. Tujuan utama kita adalah memulihkan kawasan hutan, bukan semata-mata menghukum. Sanksi hukum upaya terakhir,” ujarnya.

Usai serah terima, Satgas PKH langsung menurunkan alat berat untuk menumbangkan dan mencabut pohon sawit dari bekas lahan NS.

Lahan itu akan ditanami kembali dengan pohon-pohon hutan untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan yang telah rusak selama bertahun-tahun.

Satgas mencatat, NS bukan satu-satunya yang telah menyerahkan lahannya.

Beberapa pemilik kebun sawit lain juga mulai mengikuti jejak serupa.
Namun, sebagian besar lainnya masih bertahan, bahkan tak sedikit yang memperkeruh situasi dengan menggandeng oknum aparat dan pengacara untuk mempertahankan aktivitas ilegal mereka di kawasan konservasi.

Tesso Nilo selama ini dikenal sebagai episentrum konflik agraria antara negara dan korporasi maupun pelaku usaha sawit skala kecil.

Kawasan yang seharusnya menjadi rumah terakhir bagi gajah Sumatra itu telah menyusut drastis, terkepung ribuan hektare kebun sawit ilegal.

Langkah NS menyerahkan lahannya membuka harapan, namun jalan menuju pemulihan penuh masih panjang.

“Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat Riau, agar proses penertiban ini tidak berhenti di satu atau dua nama saja,” harap Brigjen Dody. (src)




 
Berita Lainnya :
  • Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
  • Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
  • Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
  • Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
  • PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Bersama UAS dan Habib Syahab, Ribuan Jamaah Hadiri Maulid Nabi di Masjid Hajjah Rohana Rimbo Panjang
    02 Seharian Penuh Keceriaan Warga RT 06/RW 03 Putri Tujuh Rayakan HUT ke-81 RI dengan Berbagai Perlombaan
    03 Operasi PETI di Kampar Kiri, 2 Rakit Tambang Emas Dibakar dan 1 Mesin Diamankan
    04 Local Media Community Gandeng Google Perkuat Ekosistem Media Lokal
    05 PWI Riau Ingatkan Anggota Segera Reaktivasi KTA
    06 Maumere Diguncang Gempa Kuat, Ruang Tunggu Pelabuhan Laurentius Say Roboh
    07 Jelang HUT ke-81 RI, Wabup Kampar Kukuhkan 30 Putra Putri Paskibraka 2026 di Balai Bupati
    08 Kwarnas Anugerahkan Lencana Darma Bakti ke Kak Sulastri di Peringatan Hari Pramuka ke-65
    09 UMKM Dumai Diajak Naik Kelas, Kemenkum Riau Genjot Legalitas Lewat Perseroan Perorangan
    10 Dorongan Inovasi Daerah, Kemenkum Riau Gaungkan Pentingnya Lindungi Kekayaan Intelektual
    11 142 Kali Terbakar Sejak Januari 2026 di Pekanbaru, 2 Orang Meninggal
    12 Kemenkum Hadirkan Penyelesaian Langsung Berbagai Persoalan Layanan Hukum
    13 10 Hektar Lahan Gambut Terbakar di Kualu Nenas, 55 Personel Gabungan Berjibaku Padamkan Api
    14 Resahkan Warga, Polsek Kampar Kiri Bakar Rakit Tambang Emas Ilegal di Desa Terusan
    15 Harmonisasi 5 Ranperbup Kampar, Kemenkum Riau Pastikan Regulasi Pas dan Tidak Tabrak Aturan
    16 Kemenkum Riau Dorong Penguatan Sinergi dan Profesionalisme Advokat
    17 September 2026, 2,4 Juta Warga Singapura Terima Bantuan Tunai hingga Rp8,3 Juta
    18 Perdana Dilakukan di Pekanbaru, Wali Kota Ajak Kepala OPD Menginap Bersama Retreat RT-RW
    19 Kemenkum Riau Dorong Civitas Akademika UIR Lindungi Inovasi Melalui Paten
    20 Remaja 18 Tahun Terjun ke Sungai Siak di Bawah Jebatan Leighton, Begini Detik-detik Penyelamatan Polisi
    21 Dari Istana ke Desa Gobah, Prabowo Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau
    22 Wujudkan WBBM 2026, Kemenkum Riau Benahi Data dan Inovasi Layanan
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat