Kamis, 01 Oktober 2026 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar | Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto | Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu | Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026 | Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum | Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
 
 
☰ Pendidikan
Orangtua Ngamuk, Data Dapodik dari SD Asal Kacau, Anaknya Terancam tak Bisa Daftar SPMB SMPN
Selasa, 24 Juni 2025 - 16:59:59 WIB
Orangtua siswa yang kecewa anaknya tak bisa masuk SMPB (foto kiri)

SULUHRIAU, Pekanbaru- Emosi salah seorang orangtua siswa yang baru tamat Sekolah Dasar (SD) Taruna Islam Pekanbaru, bernama May (58)  memuncak, tangisnyapun tak terbendung di gerbang sekolah tersebut, Selasa (24/6/2025).

Pasalnya, anaknya tidak bisa mendaftar ke SMP Negeri di sekitar tempat tinggalnya, akibat kesalahan fatal dalam data Dapodik yang dimasukkan oleh pihak sekolah bersangkutan.

Sudah dua hari sejak dibukanya Seleksi Penerimaan Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN. Namun harapan dia dan anaknya pupus karena tak bisa mendaftar melalui jalur zonasi, satu-satunya jalur prioritas bagi siswa berdomisili di dekat sekolah tujuan.

Karena alamat domisili sang anak tercatat berasal dari luar Provinsi Riau,  padahal mereka jelas-jelas tinggal di Pekanbaru. 

“Ini bukan salah anak saya, ini murni kelalaian sekolah. Masa depan anak saya dipertaruhkan karena mereka tak becus input data,” teriak May dengan nada tinggi dan mata berkaca-kaca saat ditemui di dalam ruangan kepala sekolah, Selasa.

Dalam sistem SMPB terdapat lima jalur penerimaan yakni Zonasi, Prestasi, Tes, Afirmasi, dan Mutasi. Namun karena data Dapodik menyebut alamat luar provinsi, sang anak hanya bisa ikut jalur mutasi, jalur ini sangat terbatas dan bukan prioritas utama. Jalur zonasi yang seharusnya menjadi haknya kini tertutup total.

Kekacauan ini terjadi dialamatkan ke kinerja SD Taruna Islam Pekanbaru, karena input Dapodik anaknya dinialainya bermasalah.

Menyikapi protes orangtua siswa yang anaknya tamat dari SD Taruna Islam ini, Kepala Sekolah Maulana, dengan wajah tertunduk, mengakui kesalahan tersebut berasal dari pihak sekolahnya.

“Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ini kesalahan kami dalam pengisian data Dapodik. Kami akan lebih teliti ke depannya,” ujar Maulana dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan siang tadi.

Ia juga berjanji membantu mencarikan solusi bagi anak yang akan masuk SMP tersebut dengan memperbaiki input data Dapodik. 

Namun, permintaan maaf itu dinilai orangtua siswa tak cukup. Masa depan siswa dipertaruhkan, dan hanya dalam hitungan hari sebelum pendaftaran ditutup. Orangtua siswa pun menuntut tanggung jawab lebih serius dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.

“Jangan hanya bilang maaf. Solusinya apa? Anak saya bisa gagal sekolah hanya karena kesalaha entri data di kompute,” kata May dengan nada marah dan tergambar frustrasi di wajahnya. 

Insiden ini membuka tabir lemahnya pengawasan terhadap input data penting seperti Dapodik. Di tengah sistem zonasi yang kian ketat, satu kesalahan administratif bisa menjadi ancaman bagi calon siswa untuk melanjutkan pemdidikannya.

"Pendidikan adalah hak, bukan korban dari kelalaian sistem," pungkas May yang juga pensiunan ASN. (kim)




 
Berita Lainnya :
  • Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
  • Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
  • Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
  • Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
  • Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Usai Komisi XIII DPR, 10 Bangunan Bak 'Apartemen Mewah' di Lapas Cibinong Dibongkar
    02 Bayi Gajah Jantan Lisa Lahir di Tesso Nilo, Diberi Nama Ganesha oleh Titiek Soeharto
    03 Kembangkan Kasus IRT, Polres Kampar Tangkap Pria Simpan 7 Paket Sabu
    04 Kanwil Kemenkum Riau Raih Nilai 100 pada Verifikasi Rencana Aksi Program KI Triwulan III 2026
    05 Dorong Penguatan SIKIDA, Kanwil Kemenkum Riau Koordinasi dengan Pusdatin Kemenkum
    06 Fasilitasi Ranperda Pemajuan Kebudayaan, Kemenkum Riau Perkuat Keselarasan Regulasi Meranti
    07 Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Kanwil Kemenkum Riau Bahas Ranperda Kuantan Singingi
    08 Bidik Pasar Malaysia, KADIN dan Bea Cukai Siapkan Skema Bersama untuk Ekspor UMKM Dumai
    09 RT di Tapung Hulu Ditangkap Jual Sabu, 1,57 Gram Diamankan
    10 Perkuat Koordinasi Kelembagaan, KPU dan Kejati Riau Teken Perjanjian Kerja Sama
    11 Petakan Isu Hukum Berbasis Data, Kanwil Kemenkum Riau Libatkan Lintas Instansi
    12 Kanwil Kemenkum Riau Bahas Strategi Implementasi Standar Layanan Bantuan Hukum
    13 63 Pejabat Pemko Pekanbaru Berganti Posisi, Berikut Nama dan Jabatannya
    14 Titik Api Nihil di Riau, Kabut Asap Kiriman Selimuti Sejumlah Daerah
    15 Polsek Tapung Tangkap Warga Tanjung Sawit dan Sita 31,41 Gram Sabu
    16 Siti Hasmah Istri Mantan PM Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100 Tahun, Malaysia Gelar Pemakaman Kenegaraan
    17 Kakanwil Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Pembentukan Regulasi Bersama Unri
    18 Perkuat Peran Posbankum, Kanwil Kemenkum Riau Beri Edukasi Hukum pada Masyarakat Tuah Negeri
    19 Aktifkan Posbankum Tuah Negeri, Kanwil Kemenkum Riau Perkuat Paralegal Lewat SIBAPAK
    20 Diikuti 50 Kepala Sekolah, PWI Kepulauan Meranti Taja Pelatihan dan Seminar Jurnalistik
    21 8 Tahun Terbengkalai, Pemprov Riau akan Urus Jembatan Penghubungkan Pasar Rumbio-Pulau Payung
    22 Polsek Tambang Tangkap Pelaku Pemerkosaan Remaja, Dua Pelaku Lain Masih Buron
     
    Redaksi | Indeks Berita
    Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik
    © SuluhRiau.com | Pencerahan Bagi Masyarakat